Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 69. Jaimnya Laila


__ADS_3

Tinggal berdua di dalam ruangan, Ell berusaha menenangkan diri sebelum berbalik memandang Kendra.


"Cepat katakan!" Ucap Kendra dengan nada ketus.


"Tuan pertama kembali marah tidak jelas. Tolong bantu saya mencari tahu." Ucap Ell membuat Kendra hampir meledakkan diri tanpa bom!


Bisa-bisanya, bisa-bisanya Ell datang mengacaukan kesenangannya hanya untuk minta tolong mencari tahu alasan kakaknya marah-marah!


"Kau!! Ya,, baiklah, aku akan mencari tahu sebelum memcatmu dari dunia ini!!" Teriak Kendra penuh frustasi.


Lagipula, mood Kakaknya juga berpengaruh pada kebebasannya.


"Terima kasih tuan. Saya akan senang di dunia lain dari pada di dunia ini." Jawab Ell.


"Awas saja kau! Aku benar-benae serius!!" Geram Kendra berjalan ke lantai atas.


Ell yang mengikut di belakang Kendra hanya bisa menghela nafas.


'Saya juga benar-benar serius Tuan! Mungkin di dunia yang lain saya ditakdirkan menjadi Raja, tidak seperti di dunia ini ditakdirkan menjadi bulan-bulanan dua bersaudara yang kekurangan otak!' gumam Ell.


Tiba di depan pintu ruang kerja Samudra, Kendra langsung membuka pintu langsung disambut dengan tatapan tidak menyenangkan dari kakaknya.


Tatapan mematikan dari raja singa yang mengamuk!


Melihat kemarahan kakaknya, Kendra merasa tak sanggup memasuki ruangan itu dan segera menutup pintu ruangan.


"Sial! Kau benar-benar ingin membuatku jadi gelandangan!" Kendra sangat marah!


'Lebih baik jadi gelandangan daripada hidup bersama sekumpulan orang kekurangan otak!


Punya banyak uang untuk bersenang-senang, tapi tidak punya waktu untuk bersenang-senang!' gumam Ell.


Melihat pria di depannya tidak merespon, Kendra menghela nafas memilih menjadi orang waras.


"Sebelum dewa singa marah, apa yang kalian bahas?" Tanya Kendra.

__ADS_1


"Tuan meminta CCTV aula perekrutan programer." Ucap Ell.


"Perlihatkan padaku." Kata Kendra lalu keduanya berjalan ke ruang Ell memeriksa CCTV.


"Jahanam! Mengapa kau membiarkannya berdiri disana?!


Bagaimana kalau dia pingsan dan,," Kendra tudak bisa melanjutkan ucapannya.


Hidup dan mati kakaknya tergantung pada perempuan yang sedang menderita di dalam layar!


Sementara El, dia sangat tidak mengerti mengapa harus memberi perhatian pada perempuan yang berdiri di tengah-tengah aula.


Mereka hanya orang biasa yang tidak patut untuk diperhatikan, kecuali saat mereka berhasil memenangkan kompetisi itu.


"Tuan, tapi ini ad-"


"Bodoh! Berikan kursi, makanannya dan kenyamanan pada perempaun itu! Sekarang!!!" Teriak Kendra membuat Ell langsung berlari keluar dari ruangannya menuju ke lantai dasar dan menaiki mobilnya ke gedung yang berjarak 5 menit dari gedung utama.


Tiba di sana, pria itu berlari ke belakang gedung dengan keringat memenuhi tubuhnya karena saat itu cuaca sedang terik dan ia harus berlari di luar ruangan.


Apakah dia masih asisten seorang Samudra Anderson atau sekarang berubah menjadi seorang karyawan magang yang disuruh memberi kursi pada seorang perempuan biasa?


Tiba di tempat seleksi, para karyawan Anderson group yang mengenalinya sangat terkejut.


Bahkan Kepala HRD yang memfasilitasi jalannya acara langsung berlari dari tempatnya untuk menghampiri pria yang dikenal sebagai tangan kanan langsung Samudra.


Tapi, pria itu terlambat karena Ell sudah meraih sebuah kursi dan berlari ke tengah-tengah antrian sembari meletakkan kursi itu di samping Laila.


"Silahkan duduk." Katanya mengagetkan semua orang.


Meski para peserta dan karyawan tidak mengetahui siapa Ell, namun kepala bagian dan beberapa orang-orang yang memiliki pangkat lebih tinggi langsung mengenali Ell.


Laila kebingungan, mengapa seseorang datang memberinya kursi? "Eh apa yang-"


"Tolong duduk." Ucap Ell membungkuk 90 derajat pada Laila dengan nafas tersengal-sengal.

__ADS_1


Melihat pria berantakan dengan nafas yang tidak teratur itu, Laila tersenyum dibalik maskernya.


Seseorang kembali menjadi korban karena kekasihnya yang terlalu bucin!


'Mengapa aku tidak menambah bebannya?' gumam Laila penuh kejaiman.


"Aku akan duduk saat semua orang yang mengantri di sini mendapatkan kursi." Kata Laila.


"Tentu! Semua orang akan mendapatkan kursi!" Ucap Ell sebelum berlari dan pria itu sendiri yang kemudian mengeluarkan kursi dari gudang dan menyusunnya.


Barulah Saat semua orang tersadar dari keterkejutannya lalu kepala bagian HRD memerintahkan semua orang untuk mengatur kursi.


"Astaga,, ini sejarah, pertama kalinya setelah bertahun-tahun mereka memasang kursi untuk peserta."


"Wahh, aku sangat lega, kursi ini sangat nyaman." Ucap sala seorang.


Laila mendengarkan mereka semua dan kembali tersenyum di dalam hati.


Tidak adanya kursi yang disediakan untuk para peserta karena di dalam pemrograman, kita di tuntut bekerja ekstrim, bahkan waktu istirahat hampir tidak ada.


Jadi tes pertama yang sesungguhnya adalah menguji kesabaran dengan menunggu ber jam-jam.


@Interaksi



Satu lagi nih, sarannya gak masuk akal.


Ya kale cuma asisten tapi namanya Raja, selain Samudra, Dewa dan Angkasa yang marah, otor juga lah!


Hanya otor yang berhak punya nama itu!!!


😂😂🤭🤭✌️✌️✌️


Jangan masukin hati, canda doang!!

__ADS_1


__ADS_2