
Kembali ke rumah, Andra langsung tidur karena kelelahan setelah seharian bermain di luar rumah.
Sementara Samudra, pria itu masih kembali ke kantor menyelesaikan banyak pekerjaan yang ia tinggalkan demi liburan bersama Laila dan Andra.
Dan Laila sendiri, ia memutuskan bersantai di rumah.
Tapi kegiatan bersantai nya terganggu pada pukul 4 sore saat teleponnya berdering.
"Siapa ini?" Ucapnya merasa bingung meski ia tetap mengangkat telpon itu.
"Halo?" Kata Laila.
"Halo, ini aku, Rama. Kita perlu bicara sebentar.
Aku menunggumu di tempat biasa." Ucap pria di seberang telpon lalu menutup panggilan itu.
Memandangi layar ponselnya yang sudah gelap, Laila tersenyum kecut.
"Tempat biasa? Dimana itu?" Ucapnya membuang ponselnya.
Lebih baik diam di rumah menunggu suaminya dari pada menemui Rama yang tak berguna itu!
Sementara di tempat yang dimaksud oleh Rama, pria itu sudah duduk di sebuah restoran yang dulunya merupakan tempat yang sering didatangi olehnya dan Laila.
__ADS_1
Setelah 5 tahun berlalu, tempat itu kini semakin besar dan pengunjungnya juga semakin bertambah hingga hari itu terlihat sangat ramai karena banyaknya pengunjung.
Menunggu satu setengah jam, Rama menjadi gelisah di tempat duduknya sebab Laila belum datang.
'Laila, kamu tidak mungkin bisa melupakanku secepat itu!' gumamnya mengeratkan genggamannya pada gelasnya yang diletakkan di atas meja.
"Kak Rama!" Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Rama membuat pria itu sangat terkejut.
Bagaimana tidak, orang yang datang itu adalah Anita.
"Sayang, sedang apa kamu di sini? Bukankah kita sudah sepakat supaya tidak pernah lagi menginjakkan kaki kita di sini?!
Tempat di mana dulu kamu sering menghabiskan waktu bersama Laila!" Ucap Anita dengan mata berkaca-kaca merasa sangat sakit dengan kenyataan yang ada di depannya.
Tapi nyatanya, di antara semua ketidakmungkinan itu,, kenyataan berkata lain!
'Anita kuatlah Kak Rama tidak berada di sini untuk menunggu Laila.
Dia pasti memiliki janji dengan seorang kliennya hingga mengharuskannya datang ke tempat menjijikkan ini!' Gumam Anita sembari mengepalkan tangannya berusaha mempengaruhi pikirannya.
Menghela nafasnya melihat sandiwara Anita, Rama berdiri menatap perempuan itu dengan perasaan bercampur aduk.
Sudah 5 tahun Ia bersama Anita, dan 5 tahun itu pula dia sudah mencintai perempuan itu.
__ADS_1
Tapi sebuah penghianatan, kukankah dia tidak adil jika 5 tahun yang lalu dia tidak bisa memaafkan Laila, sementara saat ini dia bisa memaafkan perempuan di depannya!
"Anita, mari akhiri hubungan kita." Ucap Rama dengan suara datar.
"Sa,, sayang?" Anita tergagap menumpahkan air matanya yang sedari tadi ditampung pada kelopak matanya yang tipis.
"Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini!" Ucap Rama dipenuhi rasa bersalah, tapi tekadnya untuk meninggalkan perempuan itu jauh lebih besar dari rasa bersalahnya.
"Apa,, apa aku salah dengar? Aku,, tidak!
Pendengaranku pasti terganggu karena masalah yang ditimbulkan Laila." Ucap Anita menghapus air matanya dan menarik nafas dalam-dalam.
"Kau tidak salah dengar, aku bilang Aku ingin mengakhiri hubungan kita!" Lagi ucap Rama.
"Apa?? Tidak,, tidak!! Ini pasti bohong!! Iya kan? Tunggu!" Anita melihat sekeliling ruangan itu untuk mencari kamera tersembunyi.
"Kak Rama pasti melakukan ini untuk memberiku kejutan 'kan?
Ini hari anniversary kita!" Ucap Anita sembari menghapus air matanya yang terus mengalir membuat pandangannya sedikit buram untuk melihat dengan jelas.
"Ayo bicara di luar!" Ucap Rama menarik wanita keluar dari restoran itu karena orang-orang mulai memperhatikan mereka...
@Interaksi
__ADS_1
Maaf kemaren cuma up 2 bab, akan otor bayar hari ini, dan dua bab lagi akan hadir nanti malam.