
Setelah keharuan karena terbongkarnya masa lalu sepasang suami istri, Layla dan Samudra kembali ke kamar dan berbaring bersama.
"Sayang, katakan padaku, mengapa kamu memilih tinggal bersamaku? Aku pikir kau akan sangat membenciku karena sudah membuatmu trauma selama bertahun-tahun." Ucap Samudra yang masih penasaran dengan istrinya.
Apalagi dia mengenal Laila sebagai perempuan yang tidak mengenal kasihan saat menghadapi musuh-musuhnya.
Seorang anggota mafia yang sudah terbiasa hidup dengan hati yang dingin.
"1% karena ketampananmu dan 99% karena Andra." Jawab Laila membuat Samudra tersedak air liurnya sendiri tapi pria itu tetap tersenyum.
Paling tidak, ketampanannya masih berguna sebanyak 1%!
"Kau sangat kejam, jadi apa alasanmu dulu kau mau menjadi kekasih Dewa?" Tanya Samudra yang sangat penasaran dengan Dewa.
Samudra selalu menganggap Dewa sebagai saingan cintanya meski pria itu telah pergi.
Siapa yang tahu kalau besok lusa atau kapan pun, pria itu bisa kembali dan dengan mudah untuk menggoda istrinya.
Dan menanyakan alasan Layla memberi kesempatan pria itu sangatlah penting baginya untuk menyusun siasat menghadapi Dewa saat pria itu tiba-tiba kembali.
__ADS_1
"Dia tidak punya apapun untuk memenangkan hatiku. Aku menerimanya menjadi kekasihku hanya untuk membuatnya jera dan tidak pernah lagi mengejarku. Siapa sangka dia akan berakhir menjadi seorang sad boy." Ucap Laila.
"Itulah sebabnya kalian hanya mantan 1 hari? Kau tidak berniat menjadikannya kekasihmu tapi hanya untuk mempermainkannya dan mematahkan hatinya?" Lagi tanya Samudra.
"Hmm, sepeti itulah." Jawab Laila membuat Samudra mengeryit dan mengarahkan tangannya menyentuh dagu Laila memaksa perempuan itu menatap matanya.
"Katakan yang jujur, kau tidak melakukan trik seperti itu padaku bukan?" Tanya Samudra yang terlalu takut dipermainkan oleh Laila.
Bagaimana kalau perempuan di depannya ternyata memiliki niat terselubung dan akhirnya menikamnya dari belakang?
"Kau berpikir gila! Jelas kau punya 100% semua alasan untuk memegang hatiku!" Gerutu Layla mendaratkan sebuah cubitan kecil di perut suaminya.
Bagaimana bisa putranya menjadi angka 99% untuk memenangkan hati Laila?
Bagaimana kalau suatu saat putranya memilih pergi bersama Laila dan meninggalkannya. Apakah 1% itu masih berguna?
Angka yang sangat kecil!
"Kalau begitu, kau harus selalu menjaga Andra supaya tetap disisimu!" Jawab Laila tersenyum lalu membungkam mulut berisik pria itu dengan bibirnya.
__ADS_1
Lebih penting bercinta daripada memperdebatkan sesuatu yang tidak penting!
Sementara dua orang itu memulai pemanasan untuk malam yang panas, di sebuah dermaga, beberapa kapal dan pasukan perang sedang disiapkan.
"Apakah ini baik untuk memulai misinya malam ini?" Tanya Rizal pada Robert.
Bagaimanapun, semua orang yang mengelilingi mereka adalah orang-orang milik Dewa.
Kalau pria itu malah berbalik menghianati mereka, maka tidak ada satupun orang yang bisa menyelamatkan mereka!
"Tenanglah, ini perintah dari dewa, dan pria itu tidak akan menghianati kita karena dia juga memiliki dendam pada keluarga Anderson.
"Apalagi, dia memiliki niat untuk merebut seorang pelayan dari sisi keluarga Anderson. Dan yang paling penting, malam ini sangat layak untuk memulai sebuah pembantaian." Ucap Robert tersenyum puas, karena dia sudah menyuruh seseorang untuk memalsukan dirinya keluar dari negara Mr.
Jadi, saat pergerakan mereka diketahui oleh aparat negara Mr, maka dia sudah menyiapkan perjalanan khususnya untuk meninggalkan negara itu secara diam-diam.
Tidak ada satupun orang yang akan mencurigai nya bahkan jika Rizal selamat dan melakukan pengakuan.
Tidak ada satupun orang yang akan mempercayai Rizal karena dirinya sudah terdaftar di sebuah pesawat yang landing beberapa waktu lalu.
__ADS_1