Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 88. Bukan di jual, dibagikan gratis!


__ADS_3


Yang tadi pagi kaget bab 86n87 dobel, silahkan baca lagi, udah diperbaiki ya....✌️


"Halo sayangku, aku ada di rumah Tua bersama Andra.


Apakah kau sudah bertemu Tuan Silas?" Tanya Laila dari seberang telpon membuat Silas jadi serba salah.


"Halo? Sayang?" Suara Laila kembali terdengar saat Silas memandangi ponsel Samudra dalam keadaan bingung harus menjawab apa.


Samudra melihat ayahnya dan tersenyum meraih ponsel itu.


"Aku sudah bertemu Ayah. Aku akan menyusul kalian nanti malam, nikmati hari kalian." Ucap Samudra sebelum mengakhiri panggilannya.


"Jadi,, jadi itu Laila?" Tanya Silas kini merasa bersalah.


"Hm,, apakah aku perlu membatal-"


"Tidak! Perusahaan di Australia sama sekali tidak penting untuk dipikirkan.


Mereka juga tidak akan memberikan kita keuntungan yang optimal.


Kalau begitu, aku akan kembali ke rumah tua, kau urus urusan kantor dengan benar." Ucap Silas segera meninggalkan putranya, ia menyesal sudah datang marah-marah tanpa tahu kejadian yang sesungguhnya.


'Kalau perempuan itu Laila, Aku tidak akan membuang-buang waktu berhargaku yang seharusnya sudah kugunakan bersama cucuku di rumah.' gumam Silas merasa kesal dengan informasi yang ia terima.

__ADS_1


Kalau itu Laila, masa depan putra dan cucunya, maka tidak masalah membuang satu perusahaan kecil di Australia!


Dalam perjalanan ke rumah tua, Silas kembali ingat bagaimana Laila memanggilnya dengan sebutan Tuan Silas.


Kembali mengingat foto kontak Laila di HP Samudra, Silas mengeryit.


"Panggilan itu harus segera di ganti." Ucapnya yang menduga kalau saat ini Laila mungkin sudah mengandung cucu keduanya.


"Ha,, hahaha,,, cucuku akan bertambah lagi!


Haha,,, Aku tidak percaya jika mereka hanya tidur dan tidak melakukan apapun!" Ucap Silas berasa diterbangkan ke awan setiap kali mengingat foto itu.


"Putraku memang bisa di andalkan!" Lagi ucap Silas.


Setelah lama menahan perasaan bahagianya di dalam mobil, Silas sampai juga di rumah tua.


Dua perempuan duduk bersama, di mana yang lebih tua mengajar yang lebih mudah tentang cara merajut sebuah syal, sementara pria kecil duduk mengatur benang yang digunakan untuk merajut.


"Situasi ini,," Silas menghentikan langkahnya mengingat kembali saat mana di waktu dulu Selin juga berada di posisi Layla.


Diajari oleh Weleni cara membuat syal lalu Andra yang masih sangat kecil saat itu memainkan benang-benang hingga kusut kesana kemari.


"Selin, Laila,, mereka berdua,," Silas menjadi takut bila saja nanti setelah menikah dengan Samudra, mungkin saja Laila akan berubah seperti Selin.


"Nanti, aku harus membicarakan nya dengan Samudra." Ucap Silas berusaha meyakinkan dirinya supaya hari itu dia bersikap baik pada Laila.

__ADS_1


...


Dewa baru saja bangun dan seperti biasanya, saat bangun pagi pria itu menghabiskan waktunya menikmati anggur di ruang pribadinya.


Namun, tidak seperti biasanya dimana paginya yang biasanya tenang tiba-tiba saja saat itu terusik dengan kehadiran Geral yang terburu-buru menghadap.


"Bos," ucap pria itu meminta Dewa memberinya waktu berbicara.


Jangan katakan jika tidak penting," ucap Dewa yang jelas tidak suka paginya terganggu.


"Hx-1 kembali muncul! Dia-"


"Tidak penting!" Foto Dewa yang mengira Geral akan meminta izin darinya untuk kembali melacak Hx-1 dan menarik orang itu ke pihaknya.


"Saham kita jatuh sampai 25% karena sistem perusahaan kita baru saja diretas oleh Hx-1 dan data-data penting kita dijual di pasar gelap!


Bukan dijual, itu dibagikan secara gratis!" Ucap Geral tidak mau menuruti perintah Dewa untuk meninggalkan pria itu.


Dan sesuai dugaannya, informasi yang ia bawa langsung menarik perhatian Dewa.


Pria itu menoleh padanya dengan tenang mengharapkan penjelasan yang lebih rinci


@Interaksi


__ADS_1


Berani banget ngajakin otor berantem, tak kasih tahu Samudra supaya luapin air laut dan Angkasa nurunin hujan meteor baru tahu rasa kalian..!!!


__ADS_2