Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 70. Membodohi Dewa


__ADS_3

"Ada apa ini?" Tanya Rama saat semua orang yang melayani nya tiba-tiba saja meninggalkan mereka dan berlarian ke arah gudang untuk mengangkat kursi.


"Apa yang terjadi?" Anita juga sangat bingung hingga perempuan itu berdiri di ikuti lalu mereka melihat kejadian yang sungguh mencengangkan.


"Bukankah, bukankah dia adalah Ell? Asisten pribadi samudra yang merupakan tangan kanan kepercayaan Samudra!" Ucap Anita menunjuk salah seorang yang sedang mengangkat kursi dengan terburu-buru.


"Tapi apa yang terjadi?" Rama juga kebingungan.


Barulah setelah semua kursi selesai disusun dan para peserta yang mengantri sudah duduk di kursinya lalu mereka berdua melihat Ell mendekati Laila.


Entah apa yang dibicarakan kedua orang itu, tapi terlihat Ell berperilaku sangat sopan bahkan sangat menghormati Laila.


"Aku tidak percaya ini! Laila benar-benar penggoda yang ulung!


Tidak bisa meluluhkan hati Samudra, dia malah mengincar orang terpenting di sisi Samudra!" Ucap Anita dengan nada tidak percaya.


Sementara Rama, pria itu menajamkan tatapannya, tidak terlihat sedikitpun bahwa Laila berusaha menggoda pria itu.


'Apakah dia sudah terlalu biasa melakukannya hingga bisa menyembunyikannya begitu baik?' gumamnya tak habis pikir dengan perempuan itu.


"Nona Anita, Tuan Rama, silakan Kembali ke tempat pendaftaran." Ucap salah seorang setelah semua kursi selesai disusun.


"Ah, baiklah." Jawab Rama lalu keduanya kembali ke tempat duduknya tadi.


Setelah menyelesaikan proses pendaftaran mereka, keduanya keluar dan mendapati Laila masih duduk menunggu.


"Ck,, dia terlalu sombong dengan ketidakmampuan nya.


Tidak memiliki tim dan tidak memiliki peralatan yang memadai, apakah dia mampu bahkan untuk lolos seleksi awal?" Ucap Anita merendahkan perempuan itu sembari merangkul erat lengan Rama.


"Sudahlah, kita sudah menawarinya, tapi dia tetap bersikap sombong.

__ADS_1


Bukan urusan kita kalau dia mempermalukan dirinya sendiri." Ucap Rama sebelum membawa Anita pergi, tidak sabar menunggu Laila mempermalukan dirinya sendiri.


"Tapi, mungkin saja dia akan menggunakan cara curang untuk lolos. Bahkan dia sampai merayu Ell." Ucap Anita cemas.


"Jangan cemaskan dia. Bahkan jika Samudra yang turun langsung mendukungnya, dia tidak akan bisa mengalahkan kita.


Program kita sudah disusun dengan sangat baik, sementara dia hanya bekerja sendirian, tidak perlu dikhawatirkan." Kata Rama yang sudah tidak mau lagi menoleh ke dalam ruangan.


Bukan karena apa, tapi bayang-bayang kecantikan Laila terus terngiang di pikirannya mulai dari saat pertama kali ia melihat perempuan itu muncul di TV.


Anita tersenyum puas melihat reaksi Rama. Karena satu-satunya kekuatirannya adalah jika saja Rama kembali terpana oleh kecantikan Laila yang memang di 5 tahun lalu, lelaki itu mencintai Laila.


Untung saja sekarang, dia sudah sepenuhnya mengambil hati pria itu.


Tidak ada lagi bagian yang disia-siakan untuk perempuan lain, apalagi Laila!


Sementara Laila, menyelesaikan pendaftarannya dengan cepat, perempuanitu lalu meninggalkan gedung dan menahan sebuah taksi.


"Apa yang kau lakukan?!" Langsung tanya Geral yang duduk di kursi depan mobil sembari pria itu berbalik menatap Laila dengan rasa penasaran.


"Aku yang seharusnya bertanya! Apa yang kalian lakukan?!


Aku sedang menahan taxi, bukannya menahan sekomplotan penjahat dengan tingkah konyol!" Ucap Laila merasa ingin mati saja daripada terus dibuat jantungan oleh Dewa dan anak buahnya yang gila!


Kata 'gila' perlu di garis bawahi, ditebalkan, di Italic, dan di tulis dengan tinta merah terang!


Sebab mereka sudah beberapa kali membuatnya kalang kabut!


"Apa rencanamu?" Tanya Dewa yang langsung to the point.


Laila menghela nafas, apa pun yang ia katakan takkan pernah dianggap oleh Dewa.

__ADS_1


Kecuali pada sesuatu yang menguntungkan pria itu.


"Sekarang aku tidak leluasa bergerak mengawasi Samudra.


Lelaki itu sedang membawa anaknya ke rumah tua dan memberikanku banyak libur sebagai hadiah atas kemajuan yang terjadi pada putranya selama aku bekerja dengannya.


Jadi, aku pikir memasuki perusahaan pria itu dan menghancurkannya dari dalam adalah solusi yang terbaik.


Setelah mendapatkan kemenangan dari kompetisi ini, aku akan menggunakan rahasia yang kau berikan untuk memukul telak Anderson group.


Tapi,," Laila menghela nafasnya seolah ada beban berat yang akan menghalangi rencananya.


"Tapi apa?" Tanya Dewa sembari memperhatikan ekspresi perempuan yang terlihat malang.


"Hx-1, dia adalah ancaman terbesarku!


Jika bisa, aku mau supaya orang itu kalian bawa ke pihak kita.


Jangan sampai Anderson group lebih dulu merekrutnya.


Jika tidak, dalam sekejap, semua usahaku akan sia-sia!" Ucap Laila.


"Baiklah." Jawab Dewa dengan enteng membuat Laila mencibir dalam hati.


'Dasar bodoh!'


@Interaksi



Janganlah,, Otor masih baik-baik, masih nafas! ,, gak perlu di tangisin!

__ADS_1


__ADS_2