
Bagian yang terkena peluru pada tubuh Dewa adalah daun telinga pria itu.
Peluru yang ditembakkan Andra membuat daun telinga Dewa menjadi robek hingga mengeluarkan darah.
"Diam di sana!" Geram Dewa saat melihat Geral berlari padanya.
Geral langsung menghentikan langkahnya lalu pria itu kembali ke tempatnya mengamati kedua orang di depannya.
"Dari mana kau mendapat peluru?" Tanya Dewa.
"Mamaku memberikannya padaku." Jawab Andra.
"Kapan kau memasukkan peluru itu kedalam senjata?" Lagi tanya Dewa.
"Saat kau tertawa." Jawab Andra.
Mendengar jawaban Andra, pria itu menjadi semakin dan semakin kesal.
Bisa-bisanya dia dibodohi oleh seorang pria kecil!
"Lalu, Siapa yang mengajarimu menggunakan senjata?"
"Mamaku." Jawab Andra.
"Laila?"
Pertanyaan terakhir Dewa dijawab dengan anggukan Andra.
Memejamkan matanya dan terdiam di tempatnya, Dewa mengatur nafasnya yang penuh dengan kekesalan sebelum membuka matanya.
"Baiklah, mulai sekarang kita berteman. Kau bebas keluar masuk di rumah ini." Ucap Dewa lalu pria itu berdiri dan berjalan ke lantai atas.
__ADS_1
Geral yang melihat kejadian itu langsung berlari mendekati Andra dan mengambil senjata yang ada di atas meja.
Pria itu memeriksa senjatanya seperti orang kesetanan yang baru saja menyaksikan sesuatu yang sangat baru dan sekaligus mencengangkan baginya karena tidak masuk akal.
"Aku ingin menemui mamaku." Ucap Andra.
"Oh," Geral kebingungan sambil menoleh ke arah Dewa.
"Penuhi semua keinginannya. Dan senjata itu, biarkan dia membawanya." Ucap Dewa.
Setelah mendengar ucapan Dewa, Geral langsung berbalik menatap Andra lalu dengan patuh mengantar pria kecil itu kembali ke rumah sakit.
Di perjalanan ke rumah sakit Geral sesekali melirik pada pria kecil yang duduk disampingnya.
Ketidakpercayaan masih memenuhi Geral saat ia menatap Andra yang terlihat lemah dan polos.
"Aku tidak melihatmu mengisi peluru ke dalam senjata itu, apa benar kau mengisinya dengan peluru?" Tanya Geral.
"Lalu, bagaimana bis-"
"Mamaku memberitahuku." Selah Andra membuat Geral langsung menginjak pedal rem hingga mereka berhenti di tengah-tengah jalan.
BIP....!
Suara klakson dari mobil di belakang Geral membuat pria itu langsung menepikan mobilnya dan menatap Andra dengan tatapan tak percaya.
"Jadi, coba ceritakan pada paman!" Ucap Geral dengan wajah dipenuhi rasa penasaran.
"Kau tidak layak!" Jawab Andra dengan cuek lalu pria kecil itu kembali menunduk menatap ponsel di tangannya.
Sementara Geral yang baru saja dihina pria kecil itu, ia diam tak berdaya sebelum berbalik menatap ke depan mobil.
__ADS_1
"Semua orang selalu memperlakukanku seperti caramu memperlakukanku. Bahkan Laila selalu menganggap aku sebagai-"
"Karena itu benar." Lagi selah Andra membuat Geral menjadi semakin kesal namun tak bisa berbuat apa-apa selain meratapi nasib kemalangan nya.
Tahu bahwa dia tidak bisa mengalahkan pria kecil di sampingnya, Geral kembali melajukan mobilnya hingga mereka tiba di rumah sakit dan memasuki lift untuk naik ke lantai kamar Laila.
Begitu tiba di kamar, Laila terkejut melihat dua pria yang datang. Geral datang sambil membawa sebuah senjata yang dibungkus dengan tas miliknya.
"Mama!" Seru Andra mendekati Laila.
"Sayang, Apa kau bersenang-senang dengan paman mu?" Tanya Laila.
Andra menjawab Laila dengan 3 anggukan bersemangat lalu pria kecil itu naik ke atas ranjang dan segera berbaring memeluk mamanya.
"Apa yang kau bawa?" Weleni tiba-tiba keluar dari dapur sembari menyerit melihat sesuatu yang aneh di tangan Geral.
Bagaimanapun, perempuan itu juga tahu tentang model senjata dan meskipun dia tidak tahu senjata jenis apa yang berada di tas di tangan Geral, perempuan itu masih tetap berhati-hati pada Geral.
"Ini milik Andra." Ucap Geral meletakkan senjata itu di atas meja.
"Bagaimana bisa?" Tanya Laila mengeryit.
"Kau bisa menanyakannya pada Andra. Aku harus pergi sekarang." Ucap Geral yang tidak mau berlama-lama di ruangan itu.
"Hati-hati." Ucap Andra secara tiba-tiba membuat Gerald menghentikan langkahnya dan tersenyum.
"Terima kasih." Jawab Geral lalu pria itu keluar dari kamar Laila, merasa konyol pada dirinya sendiri.
@Interaksi
__ADS_1
Happy Milad buat mamak2... Jangan lupa sholat buat minta kado ke الله