
Masih pagi sekali saat Dewa yang sedang tertidur dibangunkan oleh dering ponsel Andra.
Pria itu mengeryit dan memaksa matanya yang masih mengantuk untuk terbuka.
Tapi bukannya langsung mematikan ponsel Andra, pria itu terkejut saat mendapati sala satu kaki Andra sedang berada di atas perutnya.
Dua tangan Andra memeluk tubuh Dewa dan lebih parahnya lagi, tangan dewa juga ikut merangkul tubuh kecil Andra.
'Sejak kapan posisi tidur kami seperti ini?' Dewa hendak menghempaskan Andra dari tubuhnya saat ia menghentikan gerakannya karena Andra terlihat terganggu.
Tangannya malah meraih ponsel Andra dan merejeck panggilan dari Weleni.
'Ada apa denganku?' Gumam Dewa saat ia sadar kalau dia baru saja mengambil keputusan yang salah.
Untuk apa dia membiarkan badannya terasa sakit hanya untuk membiarkan Andra tidur dengan nyaman?
Tapi entah kenapa, dia tak kunjung menyingkirkan pria kecil itu dari tubuhnya, Dewa bahkan menunggu selama 2 jam lagi sampai Andra akhirnya terbangun dan pria kecil itu bergeser dengan sendirinya.
"Kau sudah bangun?" Tanya Dewa saat Andra berguling ke sisi lain tempat tidur dan meringkuk membelakangi Dewa seperti anjing kecil yang merasa malu karena sudah melakukan kesalahan pada Tuannya.
Merasa bahwa Dewa sudah mengetahui kalau dia sudah bangun, Andra kemudian bangun dan tidak berkata apapun saat pria kecil itu berjalan ke dalam kamar mandi.
"Dia lucu!" Ucap Dewa sebelum bangun dan meninggalkan tempat tidur.
Begitu keluar dari kamar, Dewa langsung menjumpai Geral yang sudah menunggunya di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Dewa.
"Pengelola pulau putih menghubungi saya dan dan mengundang Tuan untuk berkunjung ke sana." Ucap Geral.
"Siapkan pesawat." Kata Dewa lalu pria itu berjalan ke lantai bawah diikuti Geral yang kini kebingungan di tempatnya.
'Aneh,, Mengapa Dewa tiba-tiba terlambat bangun dan bahkan langsung turun ke lantai bawah menuju dapur?' gumam Geral.
Geral lebih terkejut lagi saat mereka tiba di dapur dan Dewa mala membuka kulkas mengambil beberapa potong sayur dan buah lalu mencucinya.
'Angin apa yang,,'
"Bos, biar aku yang melakukannya." Ucap Geral.
"Baik Bos." Jawab Geral lalu pria itu meninggalkan dapur dengan hati bertanya-tanya tentang penyebab keanehan Dewa di pagi hari itu.
Dewa membuat Sandwich untuk dirinya dan Andra.
Saat keduanya makan, Dewa menggunakan kesempatan itu untuk berbicara dengan anda tentang rencananya mengunjungi pulau putih.
"Aku akan pergi ke suatu tempat. Kau sebaiknya kembali ke rumah sakit." Ucap Dewa membuat Andra Langsung menghentikan kegiatannya yang sedang menikmati sandwich buatan Dewa.
"Aku tidak akan mengingkari janjiku untuk menyelamatkan ayah dan mamamu." Ucap Dewa.
"Kapan kau kembali?" Tanya Andra.
__ADS_1
"Entahlah, belum ada kepastian." Jawab Dewa.
Tidak mengatakan apapun lagi, Andra melanjutkan sarapannya lalu setelah sarapan kedua pria itu menaiki mobil.
Andra mengantar Dewa ke bandara sebelum kembali ke rumah sakit.
"Sayang," Laila menyambutnya dengan ciuman.
Perempuan itu sudah bisa duduk, tapi Samudra terlihat sangat memprihatinkan dengan tubuh masih dikelilingi selang-selang yang membantunya bertahan hidup.
"Bagaimana kabar Mama?" Tanya Andra sembari memegang kedua tangan Laila.
"Sudah baikan. Oya hari ini ayahmu akan menjalani beberapa rangkaian tes. Dapatkah kau menemani ayahmu?" Tanya Laila.
Menjawab Laila, pria kecil itu menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih sayang," ucap Laila dengan hati berdebar.
Ia takut, kalau hasil tesnya lebih buruk dari yang ia perkirakan.
@Interaksi
Ini sala satu contoh orang kaya tapi boong!. Baru modal dikit tapi udah sok banget..! Malulah sama yang udah senior..!👀
__ADS_1