
Di perjalanan ke kantor, Laila menerima telepon dari Rizal.
"Halo Tuan Rizal," ucap Laila menjawab panggilan itu.
"Laila, aku dan istriku ingin menemuimu sebentar. Apa aku punya waktu?" Tanya Rizal.
"Maaf, tapi hari ini saya tidak bisa pergi kemana-mana.
Bagaimana kalau besok siang di jam makan siang?" Tanya Laila.
"Tidak masalah, kalau begitu, kamu saja yang menentukan tempatnya."
"Baik, kalau begitu saya akan mengirimkan alamatnya." Ucap Laila lalu menutup telpon itu.
Mengulurkan tangannya lalu menggenggam tangan istrinya, Samudra mengusap tangan dengan jari jempol nya.
"Apa kau mau di temani?" Tanya Samudra.
"Bodoh! Kalau mereka tahu aku memiliki suami super keren sepertimu, permainannya langsung berakhir dan tidak ada lagi yang menghibur kita!" Ucap Laila.
"Bukan begitu, aku hanya kuatir kalau kau mungkin tidak nyaman datang sendiri." Ucap Samudra.
"Haha,, kau pikir aku ini masih remaja 15 tahun yang lemah itu?
__ADS_1
Kau lupa kalau aku seorang mantan mata-mata?" Ucap Laila menertawakan kecemasan suaminya yang terlalu berlebihan.
"Baiklah," jawab Samudra mengalah.
...
Akhirnya, hari yang dijanjikan Laila dan Rizal telah tiba.
Laila menunggu Rizal di sebuah restoran kelas menengah. Ia sengaja memesan meja yang berada di tengah-tengah restoran supaya Rizal maupun istrinya berhati-hati dengan kata-kata mereka.
Dan ternyata, Rizal telah memesan ruang private di restoran itu dan memaksa Laila untuk bertemu di ruang itu.
Tidak membantah, Laila menuruti keinginan Rizal dan memasuki ruangan yang telah dipesan oleh Rizal.
Menatap ke-3 orang di depannya, Laila dengan tenang duduk di kursi yang telah disiapkan untuknya.
"Selamat siang semuanya, mohon maaf sebelumnya, tapi saya hanya punya waktu 1 jam untuk bertemu dengan kalian." ucap Laila sembari memasang alarm di HP nya.
"Sombong kamu!" Langsung komentar Irmawati sembari menggertakkan giginya.
"Nyonya Irmawati yang terhormat, saya melakukan ini bukan tanpa sebab.
Karena setelah 1 jam maka saya harus kembali bekerja." Ucap Laila masih dengan wajah tenangnya membuat Irmawati dan Anita menjadi semakin kesal.
__ADS_1
Apalagi saat Laila melirik kearah Anita dan memberikan senyum termanisnya seolah menghina perempuan yang kini duduk di kursi roda.
"Oh ya, aku lupa menanyakan kondisi kakimu setelah kejadian di malam itu." Ucap Laila pada Anita.
"Ayah dengar 'kan? Dia sendiri sudah mengakuinya kalau malam itu kami bertemu dan Dia yang membuatku menjadi seperti ini!" Ucap Anita membuat Laila terkekeh.
"Jadi kalau kamu berada di satu ruangan yang sama dengan perempuan yang keguguran maka otomatis kamu menjadi penyebab keguguran perempuan itu?" Tanya Laila pada Anita mengingatkan perempuan itu kejadian 5 tahun yang lalu saat ia mengalami keguguran.
"Kau!! Apa kau sedang berbicara tentang masa lalumu di mana kau menggugurkan anak harammu?!" Ucap Anita dibarengi senyum mencibir pada Laila.
"Anita!" Tiba-tiba tegur Rizal saat mendengar putrinya sudah terlalu lancang berbicara..
"Tidak perlu marah Tuan Rizal, karena apa yang dikatakannya itu memang benar.
Tapi Anda akan lebih terkejut lagi saat mengetahui kebenaran di balik peristiwa itu." Ucap Laila membuat wajah Anita menjadi kebiruan karena ketakutan.
Kalau Laila sampai membocorkan penyebab hamilnya dia, maka bukan Layla yang akan dihina oleh semua orang, tapi dia lah yang akan dibenci oleh banyak orang karena sudah menjebak sahabatnya sendiri hanya karena rasa iri.
@Interaksi
Salam toleransi...🙏🙏🙏
__ADS_1