Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 121. Hanya bisa mengumpat!


__ADS_3

Melemparkan alat-alat canggih nya ke lantai, Kendra merasa frustasi.


"Sial!! Dengan tenaga kakakku yang lebih kuat dari gajah, mana mungkin tidak ada sedikitpun suara yang dikeluarkan oleh Laila!" Gerutunya tidak bisa mempercayai 2 jam berada di depan kamar kakaknya tapi dia belum menemukan apapun yang bisa meredakan jiwa keponya!


Namun, Kendra tidak mau menyerah dan kembali memungut peralatannya lalu memasangnya di depan pintu.


Padahal, pria itu tidak tahu saja bahwa di kamar yang lain 2 orang yang sedang berada di atas ranjang di mana pakaian mereka sudah terhambur kemana-mana.


Bukan itu saja, sprei yang awalnya rapi kini tertarik ke sana-sini dan kusut di semua sudutnya.


"Hah,, hhh, sayang, apakah boleh sekarang?" Tanya Samudra di sela-sela pergulatan mereka di mana pria itu sedang berada di atas Laila.


Kakinya terselip diantara kedua kaki Layla membuka lebar kaki perempuan itu dan tangannya berada di kepala Layla mengusap rambut hitam panjang milik Laila.


Sementara Laila, perempuan itu melingkarkan tangan dan kakinya pada Samudra dan menatap wajah Samudra dengan nafas tersengal.


"Kenapa bertanya? Bukankah kau sudah tahu jawabannya?" Jawab Laila dengan wajah memerah tersipu.


Menahan tawanya, Samudra kembali mencium Layla dengan tangannya bermain pada tubuh kenyal Laila.


Terus mencium Laila, Samudra perlahan-lahan menurunkan ciumannya sampai ke dada Laila dan bermain cukup lama di sana.


"H'mmmm!!! Nngghhhh!!" Rintihan kenikmatan terdengar sangat kuat mengiringi getaran yang diciptakan oleh Samudra lagi, lagi, dan lagi...

__ADS_1


Cup,, cup,, cup,,


Ciuman Samudra terdengar semakin intens hingga meninggalkan jejak-jejak kemerahan di kulit putih milik Laila.


Terus mencium sampai perut Laila, Samudra merasakan tangan Laila meremas rambutnya dan mendorong kepala Samudra semakin turun ke bawah.


Tak berlama-lama, suara decakan yang diciptakan Samudra di bagian bawah Laila menghiasi ruangan itu ditambah rintih kenikmatan Laila.


...


Masih pagi buta saat Andra bangun dan mendapati kamarnya Sudah kosong.


Menggembungkan pipinya, Andra sudah menduga bahwa seseorang kembali mencuri mamanya saat ia sedang lelap dalam tidurnya.


Namun, ia sungguh terkejut saat keluar dari kamarnya dan mendapati Kendra sedang tidur di lantai dengan telinga menempel di pintu kamar Samudra.


Berjalan mendekati pamannya, Andra menggunakan kaki kecilnya menendang-nendang dengan pamannya yang terkulai lemas di lantai.


"Hmmm?!!" Gerutu Kendra yang merasa terganggu sembari menggoyang-goyangkan lengannya.


Tapi, Andra tidak peduli dan terus menendang-nendang lengan pamannya hingga pria itu akhirnya membuka matanya dan terkejut melihat Andra.


"Keponakan!" Ucap Kendra langsung bangun dan kembali menempelkan telinganya ke pintu kamar kakaknya.

__ADS_1


Sama seperti kemarin malam, keheningan masih memenuhi kamar Samudra.


"Apakah mereka hanya tidur? Benar-benar tidur?!" Ucap Kendra benar-benar tidak percaya.


Menghela nafas lalu mengabaikan pamannya, Andra berjalan ke pintu kamar Laila dan dan meraih handle pintu.


Melihat keponakannya, Kendra juga menghela nafas "Kau mencari mamamu? Dia tidak ada di kamarnya, dia ada di kamar ini!" Ucap Kendra.


Dengan wajah datarnya, Andra mengabaikan ucapan pamannya dan menarik handle pintu hingga pintu itu terbuka.


Masuk ke dalam kamar, Andra menjadi semakin marah saat melihat Samudra sedang tidur di atas ranjang dengan kepala Laila yang sedikit muncul dari balik selimut.


Menghela nafas dan berjalan mendekati Andra "Paman sudah bilang kan, mamamu tidak ada dis-"


'Sial!!' umpat Kendra dalam hatinya sembari menarik keponakannya dan menutup pintu kamar.


@Interaksi



Menghadapi reders kek kalian serasa ada di neraka, jadi udah setiap harilah ngerasain neraka yang kalian ciptakan...🔥🔥


Untungnya otor sabar, jadi masih bisa bertahan... 🤭

__ADS_1


__ADS_2