Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 50. Aku harus menikmatinya!


__ADS_3

Berada di lantai dua bersama Samudra, berjalan perlahan karena tidak mau waktunya berduaan dengan samudra cepat berlalu.


'Ini buruk, jantungku berdegup dengan kencang dan aku merasa keringat dingin.


Aku harus menahan nya dan memastikan Apakah ini sebuah trauma atau perasaan lain.


Lagipula, mendekati samudra akan memberiku dua hal.


Yang satu melancarkan misi ku untuk mendapatkan kebebasan dari keterikatan ku dengan Dewa, dan yang kedua menyembuhkan traumaku yang sudah lama menyiksaku.' Gumam Laila menguatkan tekadnya.


Tiba di depan pintu kamar Laila, Laila akhirnya berhenti dan menatap pria di depannya.


"Terima kaish, tapi maaf, wajahmu, Apakah kau kurang tidur?" Tanya Laila memperhatikan wajah samudra yang tampak sangat kelelahan.


"Ya," jawba Samudra yang setengah fokus pada ucapan Laila karena pria itu jauh lebih fokus memandangi wajah Laila.


"Sudah makan obat?" Tanya Laila.


"Sudah, tapi tidak mempan." Jawab Samudra.


"Benarkah? Kalau begitu, biarkan aku mencoba mengobati mu." Laila memberi penawaran pada pria itu dan langsung di iya kan oleh Samudra.


"Pijatan bisa membuat seseorang yang kelelahan merasa lebih baik. Kita bis-"

__ADS_1


"Ayo ke kamarku." Langsung potong Samudra membuat Layla tercengang, tapi dia tetap mengiyakan ucapan Samudra lalu keduanya pergi ke kamar pria itu.


Memasuki kamar samudera,


Laila sangat terkejut melihat kamar itu hampir mirip dengan model kamar seseorang yang ia kenal.


"Ada apa?" Tanya Samudra pada Laila yang kini tinggal memperhatikan kamarnya.


"Bukan,, bukan apa pun!" Ucapan Laila lalu dia mengikuti Samudra yang kini berjalan ke tempat tidur sambil membuka kemejanya.


Sudah terbiasa melihat pemandangan tubuh pria, Laila bukanlah tipe perempuan yang yang akan merasa kagum pada tubuh yang indah.


Tapi saat itu, Laila sangat terkejut saat jantungnya berdegup sangat kencang melihat tubuh Samudra.


Samudra berbalik menatap Laila yang kini terpaku di tempatnya sambil memegangi dada kirinya.


Pria itu tersenyum samar lalu naik ke tempat tidur dan berbaring.


"Apakah ini posisi yang tepat?" Tanya Samudra yang kini tidur terlentang.


Saat itulah Laila tersadar lalu berjalan mendekati Samudra.


"Berbalik lah." Perintahnya.

__ADS_1


"Tunggu, Kenapa wajahmu memerah? Apakah kau sakit?" Tanya Samudra langsung duduk dan mengulurkan tangannya memegang wajah Laila.


Laila terpaku dengan jantung berdegup sangat kencang, Tapi anehnya, gejala traumanya yang lain tidak muncul. Hanya jantungnya saja yang berdegup protes.


'Ini,, aku harus memastikannya!' gumam Laila yang sudah tidak tahan lalu perempuan itu segera menangkap tangan Samudra lalu memajukan wajahnya mencium pria itu.


Samudra sangat terkejut, tapi detik berikutnya, ia sangat menyukainya dan menarik Laila semakin dekat ke arahnya lalu menjulurkan lidahnya menangkap lidah lidah Laila.


Apa yang ia tunggu-tunggu, akhirnya terwujud juga!


Laila yang terkejut karena Samudra menariknya dan memberinya ciuman aneh yang baru pertama kali ia rasakan, perempuan itu terkejut dan hendak mendorong Samudra tapi karena kekuatan samudra yang terlalu kuat ia terjebak oleh pria itu.


Beberapa detik dalam kepanikannya, Laila baru menyadari bahwa itu hanya panik biasa, traumanya sama sekali tidak muncul!


'Ini,, aku harus menikmatinya. Mungkin saja setelah ini, tidak dan lagi kesempatan!' gumam Laila akhirnya mulai belajar membalas ciuman pria itu.


Samudra yang tahu masa lalu Laila, pria itu jelas bisa menebak kalau Laila memiliki trauma pada sentuhan fisik.


Jadi, dengan sekuat tenaga dia menahan diri supaya tidak melakukan hal-hal lebih jauh dari sekedar berciuman dan memeluk perempuan itu.


@Interaksi


__ADS_1


😂😂😂😂🤭


__ADS_2