
Di kediaman Samudra di pagi hari, pria itu baru saja keluar dari kamar dan mendapati Ell sudah menunggunya di depan kamarnya.
"Tuan, saya sudah mendapatkan hasil tes DNA nya." Ucap Ell menyerahkan sebuah amplop coklat.
Samudra sedang membuka amplop itu saat Andra membuka pintu kamarnya dan langsung berjalan ke kamar Samudra.
"Kau mau kemana?" Tanya Samudra saat melihat pria kecil itu meraih handle pintu kamarnya.
Dijawab tatapan tajam, Andra kemudian berbalik dan lanjut menarik handle pintu itu hendak memasuki kamar saat Samudra menariknya kembali.
"Mulai sekarang, jangan sembarang masuk ke dalam kamarku." Ucap Samudra lalu pria itu segera masuk ke dalam kamar.
Berjalan ke ranjang, ia melihat perempuan tanpa busana masih terlelap dibalik selimut.
Mengambil sebuah gaun, pria itu memakaikannya pada Laila lalu memungut pakaian berserakan di bawah lantai sebelum kembali membuka pintu kamarnya dan membiarkan Andra masuk ke dalam kamar.
Setelah Andra di dalam kamar, Samudra kembali membuka amplop coklat di tangannya lalu membaca hasil tes DNA nya.
Hubungan ibu dan anak itu ternyata negatif.
Memandangi hasil tes DNA nya selama beberapa saat, Samudra lalu menoleh pada Ell.
"Cari tahu ibu kandung Laila." Ucapnya.
"Baik Tuan." Jawab Ell lalu pria itu meninggalkan Kediaman Samudra.
__ADS_1
"Masih ada lagi?" Tanya Samudra.
"Tidak ada Tuan," jawab Ell.
Setelah berbicara dengan Ell, Samudra memasuki kamarnya dan melihat Laila sudah bangun.
Perempuan itu kini berbaring sambil bercakap-cakap dengan Andra.
Mendekat ke ranjang lalu duduk di tepi ranjang, Samudra melihat kilauan kulit Laila yang sangat bercahaya di pagi hari.
"Apa kau akan ke kantor?" Tanya Samudra.
"Ya, aku akan membawa Andra bersamaku supaya tidak merasa kesepian bekerja sendiri di dalam ruangan." Jawab Laila mengukir senyum manis di bibir Andra.
"Kalau begitu, kalian berdua mandilah. Andra, kau sudah bisa mandi sendiri bukan?" Ucap Samudra membuat pria kecil itu sedikit kesal sambil menatap memohon pada mamanya.
Setelah Andra menghilang di balik pintu, Samudra langsung menyingkap selimut Laila dan menarik perempuan itu ke pangkuannya.
"Aku mau di mandikan." Kata Samudra mendaratkan sebuah ciuman besar di bibir mungil Laila.
"Bahkan Andra yang 5 tahun bisa mandi sendiri, tapi ka-" ucapan Laila tidak berlanjut karena Samudra kembali membungkam mulutnya.
"Aku dan Andra itu beda!" Ucap Samudra mengangkat Laila dan membawa perempuan itu ke dalam kamar mandi.
"Beda apanya! Jelas kalian sama-sama pria!" Ucap Laila berdecak kesal.
__ADS_1
"Hoho!! Ingin membantah?!" Tanya Samudra menghentikan langkahnya.
"Membantah apa? Aku hanya ingin berkata supaya kali ini kaulah yang memandikanku! Pinggulku sedikit sakit dan punggung ku juga sangat pegal!" Ucap Laila memperlihatkan wajah kesakitannya.
"Benarkah? Separah apa?" Tanya Samudra kembali melanjutkan langkahnya lalu meletakkan perempuan itu di samping wastafel.
"Biar kulihat." Ucap Samudra melepaskan gaun Laila dan memeriksa punggung dan pinggul perempuan itu.
Menghela nafas, Laila berpikir bahwa otak suaminya sudah berpindah ke dengkulnya.
Apakah dia sedang teriris pisau sehingga lukanya bisa kelihatan?
Namun, di tengah-tengah pertanyaan Laila ia terkejut saat pria itu ternyata malah menciumi punggungnya.
'Sudah kuduga, kami tidak disini untuk mandi!' gumam Laila.
"Ini akan menyembuhkan rasa sakitnya." Ucap Samudra.
"Hah,, dari mana kau belajar sebuah ciuman dapat menyembuhkan rasa sakit?
Jika seperti itu, profesi dokter tidak dibutuhkan lagi di dunia ini!" Laila menggelengkan kepalanya namun tetap membiarkan Samudra menciumi punggungnya.
@Interaksi
Maaf ini di up-nya kemalaman. tapi semoga cepat diluluskan ama editor....🙏
__ADS_1
Salam kenal, semoga betah di perkumpulan reders somplak... tapi jaga supaya tidak tertular virus mereka, ngeri!!!