Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 39. Pesona Laila VS Andra


__ADS_3

Memandang Selin yang sedang memakai baju tidur tipis dengan potongan pendek, Samudra langsung berkata pada Selin "Ayo pergi." Katanya.


Samudra lalu berbalik memandang pada ibu dan ayahnya "Ayah dan Ibu bisa datang ke rumah untuk menjenguk Andra, tapi saat ini, aku harus membawanya pulang." Ucapnya.


"Baiklah, baik,, kami akan ke rumahmu nanti sore." Ucap Weleni yang jelas mengerti kalau putranya sangat takut bila saja cucu mereka semakin tertekan berada di rumah itu.


Sementara Selin, perempuan itu merasa sangat senang karena diizinkan pergi bersama Samudra.


Artinya, posisinya di keluarga Anderson masih sangat dipertimbangkan oleh Samudra.


"Tunggu sebentar, aku akan mengambil beberapa barang." Jawab Selin segera berbalik lalu kembali naik ke lantai dua.


Samudra dan Laila akhirnya pergi ke depan rumah dan menaiki mobil.


Laila duduk di bangku Tengah dengan Andra yang tidur di pangkuannya, sementara Samudra sendirilah yang menyetir mobil tersebut.


Memandang kearah kedua Tetua yang sedang memandangi mereka, Laila menggigit bibirnya berharap Selin tidak akan muncul dari dalam rumah.


"Samudra, maafkan aku, tapi bisakah kita cepat-cepat, aku takut Andra mungkin akan bangun dan menjadi ketakutan saat kita terjebak macet di jam pergi kantor." Kata Laila.


"Hmm, kau benar." Jawab Samudra lalu menancap gasnya meninggalkan Selin yang kini muncul dari dalam rumah sambil membawa sebuah koper besar.


Laila memandangi Selin yang ada di belakang mereka 'Istri tua, ck,, ck,, sudah kadaluarsa!'

__ADS_1


Mobil mereka berjalan dengan lancar karena itu masih sangat pagi hingga belum banyak mobil ataupun kendaraan lain yang berada di jalanan.


Laila sama sekali tidak mengantuk, tapi demi melancarkan rencananya, ia berpura-pura tidur di atas mobil dengan tangan memegang lengan dan kepala Andra.


'Langkah pertama, mengambil simpati, terlihat kelelahan karena sudah menjaga Andra sepanjang malam.


Membuat Samudra melihatku lebih dekat!'


Dengan cepat, mobil mereka segera tiba di rumah Samudra.


Samudra menoleh ke belakang dan mendapati sepasang anak dan ibu tertidur bersama di mobilnya.


Pria itu tersenyum sebelum membuka pintu mobil dan berjalan ke sisi pintu mobil di mana Laila duduk.


Dengan hati sedingin es, Laila terus berpura-pura tidur.


'Ayo, buat ini jadi lebih mudah untukku!' gumam Laila mengharapkan tindakan Samudra.


Sementara Samudra, pria itu akhirnya menutup pintu mobil dan berjalan meninggalkan pintu mobil.


Laila langsung mengeryit dan membuka matanya, 'Dia tidak melakukan apa pun?! Apakah pesonaku gagal memikatnya?!'


Tapi Laila kembali menutup matanya saat melihat Samudra ternyata hanya mengitari mobil dan membuka pintu lain.

__ADS_1


Samudra mengangkat Andra dan membawa pria kecil itu ke dalam rumah.


"Ohww, astaga,, Andra, pesonamu benar-benar luar biasa hingga mengalahkanku?!" Ucap Laila yang tertawa pada dirinya sendiri.


Bagaimana bisa Samudra memilih Andra ketimbang dirinya?


'Apakah aku sudah salah sangka, pria itu menyuruhku memanggil namanya, apakah ada alasan lain?' gumam Laila memikirkan skenarionya.


Karena menurut pengalamannya, seharusnya sikap Samudra menandakan pria itu memiliki ketertarikan padanya.


Laila tidak mau mengambil kesimpulan tari lebih cepat, ia tetap berada di dalam mobil dan berpura-pura tidur sambil menunggu Samudra kembali menemuinya.


Setelah menunggu sekitar 5 menit, Laila memperkirakan seharusnya pria itu sudah keluar dari dalam rumah dan menjemputnya.


'Sial!! Ini Tidak berguna! Apakah dia sedang merendahkanku?!


Paling tidak jika dia tidak mau menggendongku masuk ke rumah, seharusnya dia kembali dan membangunkanku saja!


Bagaimana bisa?' Laila merasa sesak Karena itu adalah pertama kalinya ia bertemu dengan seorang pria yang sama sekali tidak tertarik dengannya.


Padahal, di luar negeri, ia sudah banyak menggunakan pesonanya untuk memikat para pria, bahkan Dewa si raja iblis yang paling menakutkan bisa luluh lantak karena pesona Laila.


Tapi Samudra,, bagaimana bisa?!

__ADS_1


__ADS_2