Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 62. Menguji kesetiaan Laila


__ADS_3

Tiba di rumah Dewa, Laila terkejut saat melihat seseorang sedang duduk menunggu mereka.


Selin dan Robert!


"Kau!! Dasar perempuan sialan!


Beraninya memunculkan wajahmu dihadapanku!!" Teriak Selin hendak menyerang Laila, tapi langsung di cegah oleh Hadi.


"Jangan menghalangiku! Perempuan itu!!


Dialah yang harus kalian musnahkan!!" Teriak Selin penuh kemarahan berusaha mengerahkan kekuatannya untuk lepas dari Hadi supaya bisa menghajar Laila.


"Siapa pun yang berani menyentuhnya, akan berhadapan denganku!" Ucap Dewa menatap tajam pada perempuan dengan mata bengkak.


"Ap,, ada apa ini? Mengapa Tuan,," Robert sangat terkejut karena Dewa ternyata melindungi Laila.


"Urus ini." Ucap Dewa lalu pria itu dengan angkuhnya menarik Laila hingga kedua orang itu menghilang dari pandangan semua orang.


Selin menggertakkan giginya ia sangat marah!! "Perempuan it-"


"Berhentilah membuat keributan! Dia adalah kekasih Bos besar!" Ucap Geral membungkam dua orang di hadapannya.


"A,, apa?! Bagaimana bisa?! Jelas-jelas Laila hanyalah seorang pelayan! Bagaimana bis-"


"Berhentilah." Robert mengingatkan putrinya supaya menjaga kata-katanya.


"Tapi Ayah," Selin tak terima.


"Kau sudah dengar, Laila adalah kekasih Tuan Dewa.

__ADS_1


Jadi, jangan membahasnya lagi, apa lagi menyentuhnya." Ucap Robert pada putrinya sebelum berbalik menatap Geral.


"Tapi, bolehkah saya tahu mengapa kekasih tuan Dewa menjadi pelayan di rumah Samudra?" Tanya Robert pada Geral.


"Bukan urusan kalian!" Ucap Geral lalu pria itu meninggalkan Hadi yang kini menjadi sorotan Selin dan Robert.


"Kalian bisa pulang." Ucap Hadi.


"Lho, tapi Tuan Hadi, kita belum membicarakan apa pun, bagaimana bis-"


Hadi memotong ucapan Robert "Kalian diundang kemari bukan untuk membicarakan sesuatu yang penting.


Tapi untuk memperjelas pada kalian bahwa Laila adalah kekasih Tuan Dewa! Mengerti?!"


"Apa?! Jadi-"


"Baik Tuan, kami mengerti." Kata Robert kembali memotong ucapan putrinya sebelum merangkul putrinya untuk keluar dari kediaman Dewa.


Bagaimana bisa mereka mempermainkan kita seperti itu?!" Protes Selin yang tidak terima mereka diperlakukan seperti itu.


Awalnya mereka diberi informasi bahwa Ada hal penting yang akan diberitahukan pada mereka, tapi hal penting apa itu?


Hanya tentang Laila?!


"Sudahlah, kita harus menahan sabar sampai tiba waktu yang tepat.


Kita membuat Dewa dan Samudra saling berperang lalu mengambil keuntungan di atas pertarungan mereka.


Tiba saatnya, mereka berdua akan sujud di bawah kaki kita karena hal bodoh yang mereka lakukan!" Ucap Robert dipenuhi amarah.

__ADS_1


Dua orang pria memperebutkan seorang perempuan?


Tunggu saatnya!


Sementara Laila dan Dewa yang sudah tiba di lantai dua rumah itu, Laila segera menjauh dari Dewa, berpura-pura meraih air mineral yang diletakkan di atas meja.


Perempuan itu kemudian duduk menyilangkan kakinya di salah satu sofa tunggal.


"Ada apa membawaku kemari?" Tanyanya membuka air mineral di tangannya lalu meneguknya.


"Aku merubah rencana." Kata Dewa mengambil sebuah berkas yang sudah ia siapkan lalu melemparkannya di depan Laila.


Meraih berkas itu, Laila membukanya perlahan dan membacanya.


"Apa ini?!" Tanya Laila.


"Itu adalah rahasia penting keluarga Anderson. Hadi mendapatkannya dari Robert dan Selin.


Gunakan informasi itu sebagai gelombang awal kehancuran Samudra." Ucap Dewa yang jelas menyuruh Laila menggunakan kemampuannya sebagai seorang hacker untuk mengacaukan perusahaan Samudra.


Pria itu sekaligus ingin menguji Laila, Apakah Laila masih setia padanya atau perlahan-lahan sudah berubah haluan.


'Laila, aku akan memutuskan setelah melihat keputusanmu dengan tugas ini.


Bagaimanapun, kau sudah lama bersama samudra dan anak laki-laki itu.' gumam Dewa mengingat bagaimana interaksi Laila dengan Andra di acara ulang tahun Weleni.


Sangat tidak biasa!


@Interaksi

__ADS_1


Tinggal 2 bab lagi ya utangnya. Diusahakan besok ya...


__ADS_2