
Kalau ada typo, tolong beritahu otor dengan fitur komentar paragraf, tekan lama paragrafnya lalu komen.
Jika belum bisa, maka kamu perlu update mangatoon/noveltoonmu ke versi terbaru... Terima kasih...
Di dalam ruang kerja Samudra, Samudra dan Andra sedang makan di depan Silas dan Weleni, sementara Kendra duduk memainkan ponselnya.
Mengirim pesan pada seorang model yang biasa ia ajak untuk menghabiskan malam bersama, Kendra merasa sangat luar biasa karena dia sudah bisa menggunakan ponselnya, terutama menghubungi para wanita untuk diajak menghabiskan malam.
Bagaimana Tidak, selama beberapa hari ini dia sudah menderita menahan diri dan mendapat bulian dari para biksu yang terus mengatakan hal-hal konyol.
Bahkan lebih parahnya lagi, jika dia tidak menerima semua ajaran yang diberikan biksu maka kedua orang tuanya tidak akan membiarkannya meninggalkan kuil tersebut!
"Kenapa Kalian bertiga begitu lambat makan siang? Sudah jam berapa ini?" Ucap Weleni melihat jam tangannya.
"Maafkan aku Bu, Ini semua salahku." Ucap Laila.
"Bukan salahmu, ini karena aku terlalu sibuk mengurus pekerjaanku hingga lupa memakan makanan yang telah kau siapkan." Ucap Samudra membela istrinya membuat 2 orang tua yang mendengarkan putranya melengkungkan bibirnya.
Bagaimana tidak, itu pertama kalinya mereka mendengar Samudra berbicara panjang lebar hanya untuk membela seorang perempuan.
Jadi sekarang, mereka benar-benar yakin bahwa Laila adalah perempuan yang tepat untuk mendampingi anak mereka.
"Ya sudah kalau begitu." Jawab Weleni.
"Ayah, Ibu, semuanya, aku harus mengurus sesuatu.
__ADS_1
Aku akan pergi sekarang." Tiba-tiba ucap Kendra sembari pria itu menyimpan ponselnya ke dalam saku jasnya.
"Mau kemana?!" Tanya Weleni sembari menatap tajam putranya.
"Ibu,, aku bilang aku ada urusan. Ini urusan mendesak menyangkut soal hidup dan mati!" Ucap Kendra menghela nafas, tidak bisakah ibunya mempercayainya walau hanya sekali saja?!
"Jangan bermain dengan perempuan!" Ucap Weleni.
"Ibu,, kenapa ibu berpikir negatif terus? Aku sudah banyak mendapat pencerahan dari para biksu, jadi aku tidak akan mengulangi hal-hal berdosa itu lagi!" Ucap Kendra sambil menghela nafas dengan kasar lalu pria itu berjalan saja meninggalkan ruangan Samudra.
Memasuki lift, Kendra mengeluarkan ponselnya dan kembali menghubungi model yang telah Ia telepon.
"Aku sudah di jalan menuju apartemenmu, kita bertemu di sana dalam 15 menit." Ucap Kendra lalu menutup telepon itu.
"Maafkan aku, dia adalah asistenku. Apartemenku sangat berantakan dan aku menyuruhnya untuk membersihkannya." Ucap Zoya mendekati Kendra dan langsung memeluk lelaki itu tanpa memperdulikan asistennya yang ada bersama mereka.
"Tapi, tidak bisa kau menyuruhnya membersihkan apartemenmu setelah aku pergi? Bagaimana ka-"
"Sssttt! Dia tidak akan melakukan apapun. Dia di sini hanya untuk membersihkan." Ucap Zoya ditutup sebuah ciuman menggoda untuk Kendra.
Membuang pikirannya pada asisten Zoya, Kendra segera membawa Zoya ke dalam kamar perempuan itu lalu mengunci pintu kamar.
Sementara asisten yang ditinggalkan, perempuan itu bergidik melihat kelakuan dua orang yang sudah memasuki kamar.
Mengabaikan suara-suara dari dalam kamar, perempuan bernama Melinda itu mulai melaksanakan tugasnya membersihkan apartemen Zoya.
__ADS_1
'Akan bagus kalau aku mencari kapas untuk menutup telingaku.
Suara mereka seperti duri!' Gumam Melinda
2 jam membersihkan, akhirnya ia menyelesaikan semua pekerjaannya dan bisa beristirahat menikmati cemilan yang sudah ia siapkan sebelum berangkat ke rumah Zoya.
Duduk di lantai balkon, Melinda meratapi nasibnya sebagai anak yang terlahir di keluarga miskin hingga harus banting tulang dan diperlakukan sebagai budak hanya untuk bertahan hidup di dunia.
"Lihat saja, di kehidupan berikutnya aku akan terlahir sebagai anak konglomerat dan akan membasmi semua pria-pria hidung belang di dunia ini!" Ucap Melinda penuh tekad.
"Oh, benarkah?!" Tiba-tiba suara seorang pria mengagetkannya hingga ia refleks berdiri membuat cemilan yang awalnya berada di pangkuannya langsung terhambur dan kembali mengotori lantai.
"Tu,, tuan!" Melinda bergetar di tempatnya.
Ini adalah akhir hidupnya! Ia akan di pecat dan tak mampu lagi membayar uang kosnya dan berakhir tinggal di jalanan!
@Interaksk
Nah gini dong, kalo minta sesuatu, jangan sok malu-malu.
Oh, Neng Yunia, hadiahnya udah di siapin di neraka ya,, bisa di klaim setelah berhasil ke sana...ðŸ¤
Save trip...!
__ADS_1