Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 55. Rudal pria impoten


__ADS_3

Akhirnya, setelah mandi dan berganti baju, Laila membantu Anda membersihkan diri lalu keduanya pergi ke ruang makan.


Melihat makanan dimeja, Andra Langsung berbalik menatap Laila.


Wajahnya menunjukkan kemanjaan yang selalu ditunjukkan saat dia menginginkan sesuatu yang yang dibuat sendiri oleh Laila.


"Baiklah, aku akan memasak untukmu!" Ucap Laila sambil tersenyum lalu perempuan itu segera pergi ke dapur dan memasak sesuatu untuk Andra.


Di tengah acara memasaknya, dia baru terkejut kalau saat itu, dia merasa dirinya sebagai seorang ibu rumah tangga yang sedang mempersiapkan makanan untuk anak kesayangannya.


'Sial!! Ini benar-benar salah, tapi aku tidak bisa menghentikan diriku dan tidak bisa mengabaikan perasaan senangku!' gumam Laila yang pertama kali merasakan perasaan seperti itu.


"Apa yang kau masak?" Tiba-tiba Samudra muncul dari belakang Laila.


Laila dan Andra yang sedang berada di dapur langsung menoleh bersamaan ke arah Samudra.


1 orang menatap dengan tenang sementara yang lain menatap penuh kebencian pada pada Samudra.


"Frittata." Jawab Laila dengan tenang lalu ia kembali fokus memotong beberapa daging.


"Biarkan aku membantumu." Ucap Samudra melangkahkan kakinya mendekati Laila, tapi ia langsung dihalangi oleh Andra.


Berhenti di tempatnya, Samudra menatap anaknya.


"Apa kau mau kalau Laila terluka lagi karena memasak makanan untukmu?" Tanya Samudra mengingatkan Andra akan kejadian di mana Laila tersiram air panas di dapur.

__ADS_1


Berpikir beberapa saat, Andra akhirnya menyingkir dan membiarkan ayahnya.


Tapi begitu mendekati Laila, Samudra langsung berhenti.


"Ini makanan yang sederhana, tidak perlu meropotkanmu." Ucap Laila.


Samudra tersenyum kecil lalu pria itu menjepit Laila dari belakang dan mengambil alih itu ditangan Laila.


Terjebak di antara meja dan samudra, Laila mematung di tempatnya.


"Kenapa tidak jadi mengambil berkas-berkas di kamarku?" Tanya Samudra yang sebenarnya sudah menyiapkan diri untuk melihat aksi Laila.


Dia sengaja mengambil berkas berkas itu dari ruang rahasia dan meletakkannya di tempat yang mudah dijangkau Laila.


Tapi ternyata, perempuan itu mengambil keputusan tepat!


"Aku tidak mau melukai Andra." Jawab Laila dengan tenang meski di dalam hatinya ia sangat tegang dengan posisi mereka.


"Tidak mau melukai Andra atau tidak mau merepotkan ayahnya?" Tanya Samudra yang kini mendekatkan bibirnya ke telinga Laila hingga perempuan itu bergidik.


"Jangan mengira macam-macam!" Bentak Laila dengan suara kecilnya karena tidak mau Andra mendengar percakapan mereka.


Tapi saat kemudian, ia terkejut saat sesuatu tonjolan tiba-tiba saja menyentuhnya dari belakang.


Wajahnya yang putih dan mungil langsung memerah dan tubuhnya menjadi lebih gerah.

__ADS_1


Untungnya, saat itu ia langsung diselamatkan oleh Andra yang kini berada disampingnya menarik-narik bajunya pada ayahnya.


Melihat kelakuan anaknya, Samudra kembali tersenyum samar lalu membiarkan Laila lepas darinya.


Jika tidak Apakah dia bisa hilang kontrol dan mendorong Laila ke tembok.


Begitu lepas, Laila langsung menciumi Andra.


'Sayangku, terima kasih sudah menyelamatkanku dari rudal pria impoten!' gumamnya sebelum tersadar akan beberapa hal yang ia dengar dari Selin.


Laila langsung menoleh pada Samudra dengan tatapan penuh tanya.


Perhatiannya ditujukan pada sesuatu di balik celana Samudra yang terlihat sedikit menonjol.


"Ada apa? Kau ingin membuktikan ketangkasannya?" Tanya Samudra saat menyadari perempuan itu menatap adik kecilnya.


Menghadapi Samudra yang terlalu blak-blakan, wajah Laila kembali memerah lalu ia menarik Andra untuk meninggalkan dapur.


Tidak perlu melayani pria mesum seperti itu!


Samudra yang tidak tahu memasak memandangi kepergian dua orang itu selalu melihat bahan masakan yang sudah disiapkan Laila.


Siapa yang bertanggungjawab?


@Interaksi.

__ADS_1


Masih Nyicil ya,,


__ADS_2