Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 123. Turun derajat


__ADS_3

Setelah Samudra masuk kedalam kamarnya, Kendra yang semula tidak bisa berkata apapun akhirnya bisa mengumpat berkali-kali.


Sembari mengatakan semua sumpah serapah dari mulutnya, Kendra berlari ke mobilnya dan kembali ke apartemennya untuk membersihkan diri sebelum kembali lagi ke kediaman Samudra.


Saat ia tiba, pria itu langsung berjalan ke ruang makan saat mendengar suara Laila dari sana.


Dan sekali lagi, saat ia tiba, Kendra tidak bisa mengatakan apa pun melihat ketiga orang itu.


Semuanya menggunakan baju dengan gambar kelinci!


"Duduklah, kami baru akan makan." Ucap Laila tersenyum polos pada Kendra.


Masih tidak mengatakan apapun, Kendra duduk di samping Samudra memandangi peralatan makan yang digunakan semua orang.


Satu set peralatan makan untuk satu keluarga yang terdiri dari 3 orang.


Sementara dia, saat Kendra duduk seorang pelayan datang membawakannya sebuah piring berwarna putih polos menandakan bahwa dia adalah pengganggu diantara satu keluarga harmonis itu.


"Apa-apaan ini?! Laila,, apa kau yang mengatur semuanya?" Tanya Kendra.


Laila kebingungan menatap Kendra "Apa yang kuatur?" Tanyanya.


"Ini,, lihat piring kalian semuanya terdiri dari satu set peralatan makanan untuk satu keluarga.


Tapi mengapa kau harus memilih yang berwarna pink?" Tanya Kendra dengan rasa percaya bahwa keponakan laki-lakinya dan kakak laki-lakinya sedang menikmati makanan mereka di bawah wadah makanan berwarna pink.

__ADS_1


"Sayang, Ada apa dengan adikmu? Bukankah dia sedang merendahkan seleraku?" Ucap Laila membuat Kendra bagai ditusuk 1000 anak panah.


Benar, seharusnya dia tidak mengomentari keluarga itu atau dia akan menjadi kesialan untuk dirinya sendiri.


"Kau dilarang makan!" Langsung ucap Samudra lalu seorang pelayan datang mengambil kembali piring yang awalnya sudah diletakkan di depan Kendra.


"Astaga,, begini caramu Kak?! Kau membuang adikmu setelah menemukan seorang istri?" Tanya Kendra tak berdaya.


"Pelayan?" Lagi kata Samudra disusul datangnya seorang pelayan yang berdiri dengan sopan untuk menunggu perintah.


"Baiklah, aku akan menutup mulutku. Tapi biarkan aku makan, ok?" Ucap Kendra yang terlalu penasaran Apa maksud dan tujuan ketiga orang itu menggunakan baju couple.


Apakah mereka bertiga akan melakukan perjalanan keluarga?


Kalau begitu, dia harus ikut dan menyaksikannya, mungkin saja sesuatu yang menakjubkan akan ia dapatkan lalu dia bisa menggunakannya untuk mendapat simpati dari kedua orang tuanya.


"Sayang, aku rasa Dia bisa ikut bersama kita. Kita kekurangan seorang supir." Laila memotong ucapan Samudra membuat Kendra seakan-akan turun derajat dari anggota keluarga Anderson menjadi supir keluarga Anderson.


'Apakah Laila benar-benar berniat baik padaku?


Mengapa aku merasa dia sedang balas menindasku?' gumam Kendra


Mendengar ucapan istrinya, Samudra kemudian melihat pada Kendra.


"Hari ini, kau menjadi supir!" Kata Samudra dengan enteng membuat Kendra semakin tak berdaya di tempatnya.

__ADS_1


'Tahan,,, ini semua demi masa depan yang cerah!' gumam Kendra sebelum memberi anggukan pada kakaknya.


Setelah, ke-4 orang itu sarapan bersama, mereka lalu bersiap untuk keluar dari rumah.


Tapi sebelumnya, Samudra dan Kendra mengambil waktu untuk berbicara.


"Bagaimana konprensi persnya?" Tanya Samudra.


"Berjalan sesuai keinginanmu, dan Irmawati bahkan secara langsung menyangkal hubungannya dengan Layla.


Tapi lusa, ayah dan ibu akan menyelesaikan kunjungannya ke kuil.


Saat mereka kembali, berita tentang Laila pasti akan terdengar.


Jadi,, aku rasa kita perlu mempercepat tes DNA nya supaya memikirkan langkah untuk menghadapi ayah dan ibu." Ucap Kendra.


Kedua orang tuanya sangat membenci seseorang yang berasal dari latar belakang keluarga yang berantakan.


Sementara Laila, dia sangat ragu!


"Aku akan mengurusnya," jawab Samudra.


@Interaksi


__ADS_1


Abis itu mereka bermain batu gunting kertas, Laila selalu kalah dan mendapat jitakan yang membuatnya merintih!


__ADS_2