Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 120. Dimana piyamaku?


__ADS_3

Cukup lama saling diam, Kendra merasa sangat tidak enak untuk menceritakan berita apa yang baru saja ia dapat.


Bukankah fakta bahwa ibunya Laila sangat tidak menyukai Laila akan membuat perempuan di depan Kendra menjadi rapuh?


"Jangan mencemaskanku, katakan saja yang ingin kau katakan." Ucap Laila ketika dia membaca raut keengganan di wajah Kendra.


"Ya,, ini,, baiklah. Mengenai informasi yang beredar itu, aku mendapat kabar bahwa Irmawati tidak pernah mau mengakuimu sebagai anaknya.


Bahkan setelah yang terjadi, dia masih tetap menyangkal pada suaminya.


Aku berlari kemari karena besok pagi mereka akan mengadakan konferensi pers, meski aku bisa mencegahnya, Aku tidak mau mengambil keputusan l tanpa mendiskusikannya dengan kalian berdua." Ucap Kendra.


"Sayangku, mungkinkah aku memang bukan anak kandungnya?" Tanya Laila setelah diam beberapa detik.


"Hmm, kau mau melakukan tes DNA?" Tanya Samudra.


"Apakah bisa?" Lagi tanya Laila.


"Aku akan mengurusnya!" Langsung kata Kendra dengan jiwa penjilat nya yang langsung on.


Kalau dia bisa menyelesaikan masalah yang menjerat kakak iparnya, maka bisa dipastikan,, hehe...

__ADS_1


"Konprensi pers mereka besok, buat semua wartawan meliputnya, akan bagus kalau Irmawati juga hadir di sana." Ucap Samudra.


"Aku mengerti, tapi, bagaimana kalau ayah dan ibu mendengar kabar ini dan berbalik membenci Laila setelah mengetahui faktanya?" Tanya Kendra yang jelas tahu bahwa kedua orang tuanya tidak akan pernah menerima Laila sebagai menantunya saat mereka tahu bahwa Laila berasal dari keluarga yang berantakan.


"Aku akan memikirkannya." Jawab Samudra dengan tenang lalu membantu Laila berdiri dan membawa perempuan itu ke kamarnya untuk tidur.


Mengikuti kedua orang itu, dan berhenti di depan pintu kamar Samudra, Kendra merasa ada sesuatu besar yang akan terjadi.


'Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini!' gumam Kendra berlari ke mobilnya dan mengambil beberapa peralatan lalu kembali ke depan pintu kamar Samudra.


Memasang alat penangkap suara di pintu kamar Samudra, pria itu duduk di lantai menunggu sesuatu yang besar terjadi.


Namun, setelah 30 menit lebih duduk di lantai, pria itu tidak mendengar suara apapun seolah orang di dalam kamar itu langsung tidur tanpa melakukan apapun.


Namun, pria itu tidak tahu bahwa saat ia pergi mengambil peralatannya di mobil, Samudra dan Laila telah berpindah ke kamar Laila.


"Sayangku, ini yang ku beli kemarin." Ucap Laila mengeluarkan 3 set pakaian dari lemarinya.


Ketiga set pakaian itu terdiri dari satu set pakaian pria dewasa, satu set pakaian perempuan dewasa, dan satu set pakaian pria kecil.


"Cobalah dulu. Nanti kalau tidak pas, kita masih bisa mendapatkan gantinya besok pagi sebelum berangkat." Ucap Laila membantu Samudra mengganti pakaiannya.

__ADS_1


"Woahh!! Luar biasa, aku memilih pakaian yang sangat pas!" Ucap Laila langsung memeluk Samudra yang sangat cocok pada pakaian yang ia pilih.


Bahkan ukurannya terlalu pas dan tidak kurang atau lebih walau hanya seinchi saja.


"Sudah,, ayo kenakan kembali piyamamu!" Ucap Laila kembali membantu Samudra mengganti pakaiannya.


Namun, usahanya menahan diri tidak semulus saat pertama kali ia mengganti piyama pria itu.


Sungguh!


Matanya tidak bisa menyia-nyiakan momen dimana kekasihnya sedang bertelanjang dada di depannya pada tengah malam seperti ini!


"Dimana piyamaku?" Tanya Samudra sembari melepaskan celananya dan dia tidak melihat piyama yang baru saja ia kenakan.


"Sayangku, aku rasa malam ini kau tidak perlu tidur dengan piyama itu!" Ucap Laila mendekati Samudra dan mengelus dada bidang dan perut Samudra yang dihiasi roti sobek yang kekar.


Menatap perempuan di depannya, Samudra bertanya-tanya dalam hatinya, Apakah sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengikat Laila seutuhnya?


@Interaksi


__ADS_1


Sopan kali kau?


Pintunya di tendang trus dibanting, abis itu di gigit!


__ADS_2