
Memandangi uang Rp.500.000 di tangannya, Anita kebingungan mencari tempat untuk menginap.
"Sial..!! Uang segini tidak akan cukup untuk menyewa 1 kamar hotel!" Ucapnya tak habis pikir.
"Nona ingin mencari penginapan yang murah?" Tanya supir taksi setelah mendengar ucapan Anita.
"Ya,, Apakah bapak mengetahui sebuah tempat yang menyewakan kamar yang murah?" Tanya Anita.
"Saya akan mengantar nona." Ucap sang supir lalu mobil itu segera berbelok ke kiri
Mereka segera tiba di sebuah hotel yang terlihat sederhana.
"Di sini Pak? Tapi,," Anita menghela nafas, seumur hidupnya dia tidak pernah menginap di hotel murahan seperti itu!
"Hanya ini hotel yang saya tahu dengan harga kamar yang murah. Kalau Nona keberatan, Nona bisa mencari hotel lain yang Nona inginkan." Ucap sang supir membuat Anita memijat keningnya sebelum memutuskan untuk menginap di hotel itu.
Memesan satu kamar, Anita segera naik ke lantai 3 menuju kamar yang sudah ia booking.
Namun, baru saja ia akan membuka pintu kamarnya saat seorang perempuan tiba-tiba keluar dari kamar di seberang kamar Anita.
"Hei,, siapa ini?" Ucap Irmawati menampakan wajah kagetnya.
__ADS_1
Mengenali suara di belakangnya dan berbalik menatap Irmawati, Anita sangat terkejut.
"Kau..!! Apa kau sedang menguntitku?!" Tanya Anita sembari menggertakkan giginya.
"Ohh,, sayang sekali, tapi hotel ini adalah milikku. Aku membelinya dengan uang yang diberikan oleh ayahmu." Ucap Irmawati sembari tersenyum.
"Oh,, tapi, Aku tidak percaya anak seorang konglomerat bisa menginap di hotel murah seperti ini. Aku sangat tersanjung dan akan memberikan pelayanan terbaik untuk mantan anakku yang kini jatuh miskin!" Ucap Irmawati menyindir Anita membuat Anita menjadi tersulut emosi dan menyerang Irmawati.
Satu perempuan tua dan yang lain perempuan lebih mudah berkelahi satu sama lain saling tarik-menarik rambut dan cakar mencakar.
Mereka baru berhenti saat seorang petugas menemukan mereka dan memisahkannya.
"Sial..!! Aku tidak mungkin menginap di hotel milik perempuan itu!" Ucap Anita kembali menarik kopernya dan menemui resepsionis hotel.
"Permisi, saya tidak jadi menginap," ucap Anita mengembalikan kunci kamarnya.
"Baik Nona, tapi kami tidak bisa mengembalikan uang yang telah disetor." Jawab resepsionis membuat Anita kembali meledak.
"Apa?! Tapi saya belum menggunakan jasa yang kalian tawarkan! Jadi cepat, kembalikan uang saya atau saya akan menuntut hotel ini!" Teriak Anita membuat resepsionis menghela nafas dan memberi kode pada pihak keamanan.
Melihat dua satpam berjalan mendekatinya, Anita kembali menggertakkan giginya.
__ADS_1
"Baiklah, saya jadi menginap!" Ucapnya kembali merebut kunci dari sama resepsionis dan naik ke lantai 3.
Sementara, di sebuah kamar hotel yang lain, Irmawati baru selesai mandi dan duduk di depan meja riasnya.
Setelah memperbaiki penampilannya, Irmawati menemui resepsionis hotel.
"Tamu di kamar 305, apakah dia masih di sana?" Tanya Irmawati.
"Benar Nyonya," jawab resepsionis.
"Bagus, gratiskan dia menginap di sini beberapa hari." Ucap Irmawati lalu meninggalkan meja resepsionis.
"Anita, lihat bagaimana aku akan merubahmu menjadi seorang wanita penghibur!" Ucap Irmawati yang jelas tahu bahwa saat ini Anita lebih mementingkan uang daripada apapun.
Dan yang paling penting, ini adalah kesempatan yang bagus untuk memulai pembalasan atas apa yang sudah Anita lakukan padanya!
@Interaksi
Mau tanding bahasa Neraka? Sini maju...!
__ADS_1