
Di sore hari, Laila dan Andra pergi ke villa kedua tetua untuk mengajak 2 orang tua itu pergi menunggang kuda di tepi pantai.
"Aduh, nenek dan kakek sudah berencana mengunjungi seorang teman lama di tengah pulau. Jadi kalian pergi berdua saja ya... Oya, dimana Samudra?" Tanya Weleni pada Laila.
"Dia sedang menelpon, katanya dia akan menyusul kami dalam 1 jam lagi." Ucap Laila yang sebenarnya berbohong karena saat itu Samudra sedang mengurus rumah sakit yang akan menerima Kendra di ibu kota.
Pria itu ingin mengurusnya secara pribadi.
"Anak itu, bagaimana bisa dia sibuk sendiri saat kita pergi berlibur seperti ini?" Weleni menghela nafas, seharusnya hari itu digunakan supaya ketiga orang itu semakin akrab terlebih Andra dan samudra!
"Ya sudah Bu, Kami akan pergi ke pinggir pantai." Ucap Laila lalu kedua orang itu meninggalkan Villa Tetua.
"Kenapa kau berbohong?" Tanya Silas saat Layla dan Andra sudah menjauh dari vila mereka.
"Apa lagi? Supaya ketiga orang itu semakin akrab. Dan lagi semakin sedikit orang yang mengganggu hubungan Samudra dengan Laila maka semakin besar juga kemungkinan kita mendapatkan cucu yang baru.
"Oya, dari pada kita terus di sini dan nantinya bisa ketahuan Kalau kita berbohong, sebaiknya kita pergi berdoa supaya liburan ini membuat kita kembali dengan kabar bahagia!" Ucap Weleni.
__ADS_1
"Benar juga, ayo..!" Ucap Silas bersemangat.
Sedangkan, dua orang yang sudah berada di pinggir pantai, keduanya bertemu dengan seorang pemilik kuda yang sudah mereka pesan. Seorang perempuan yang kira-kira berumur 40 tahun.
Perempuan itu bekerja sambil membawa seorang bayi di gendongannya, di mana bayi perempuan yang terlihat lucu itu sangat menarik perhatian Andra.
"Perkenalkan nama saya Bu Susan, saya yang akan menjadi pemandu nyonya dan tuan muda untuk menunggangi kuda." Ucap Bu Susan memperkenalkan diri.
"Terima kasih sudah mau mengajari kami menunggang kuda, saya Laila dan ini Putra Saya bernama Andra. Oya, kami berdua belum tahu apapun tentang menunggang kuda, Jadi mohon maaf kalau nanti kami banyak merepotkan Bu Susan." Ucap Laila.
"Tidak perlu merasa bersalah Nyonya, ini sudah menjadi tugas kami. Kalau begitu nyonya dan tuan muda boleh naik sekarang. Saya akan memegangi kudanya, dan tenang saja, kuda ini sudah jinak." Ucap Bu Susan.
Dia sangat tertarik!
Saking tertariknya pria kecil itu pada bayi itu, Andra jadi lupa kalau sebenarnya sedari tadi dia sedikit takut untuk menunggangi kuda.
Setelah duduk diatas kuda dan Bu Susan mulai mengajak udah itu berjalan jalan, Laila memperhatikan putranya sangat tertarik dengan bayi di gendongan Bu Susan.
__ADS_1
"Apa kau menyukai gadis kecil itu?" Tanya Laila yang bisa menebak kalau bayi itu berjenis kelamin perempuan karena dibalut dengan baju berwarna pink.
"Mama, apakah dulu Andra pernah sekecil itu?" Tanya Andra tiba-tiba.
"Tentu saja sayang," jawab Laila memeluk Andra di atas kuda.
"Apakah Andra sangat imut seperti bayi itu?"
"Tentu saja sayang,, sekarang saja Putra kesayanganku terlihat imut apalagi saat dia masih bayi!" Seru Laila membuat Bu Susan yang sedang memegang tali kuda tersenyum mendengarkan percakapan sepasang anak dan ibu itu.
"Mama," lagi ucap Andra dengan nada sedikit ragu-ragu sembari berbalik menatap mamanya.
"Iya sayangku," ucap Laila tetap memeluk pria kecil itu karena dia takut kalau saja kudanya tiba-tiba lepas kendali dan mereka bisa terjatuh dari atas kuda.
"Kalau aku punya adik, Apakah dia akan seimut itu?" Tanya Andra membuat Laila tertegun sejenak.
Bayi, dia belum pernah memikirkan untuk memiliki bayi lagi setelah yang terjadi di 5 tahun yang lalu.
__ADS_1
"Ya,, harusnya begitu." Jawab Laila merasa kikuk.