Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 107. Mempercayai orang yang salah


__ADS_3

Melihat Irmawati dibopong oleh Laila, Anita mengikuti mereka berdua dan menemukan Laila menjatuhkan tasnya di area yang tidak terjangkau CCTV.


"Tepat sekali! Dasar bodoh!" Ucapnya tersenyum lalu berlari menghampiri tas Laila dan meletakkan ponsel Irmawati ke dalam tas Laila.


Setelahnya, ia meninggalkan tas itu di lantai dan dan berpura-pura tidak terjadi sesuatu.


Seorang pelayan yang melihat tas itu langsung meraihnya dan membawanya ke pusat informasi untuk diberitakan.


Sementara Anita, perempuan itu ditemui oleh Abi yang merupakan ketua dari ke-7 pria yang bergabung dalam kelompok mafia.


"Bagaimana? Kalian mendapatkan beberapa foto?" Tanya Anita begitu bersemangat.


"Iya, kami mendapatkan beberapa. Tapi,," Abi berpura-pura melihat sekelilingnya memberi kode pada Anita supaya mereka berbicara di tempat lain yang lebih sepi.


"Ayo bicara di tempat lain." Ucap Anita yang mengerti maksud Abi lalu keduanya berjalan beriringan ke sebuah lorong yang lebih sepi.


Dua teman Abi sudah siap memanggil Rama di tempat yang tidak terlihat oleh Anita, namun masih bisa mendengar percakapan Anita dan Abi.


"Apa yang terjadi?" Tanya Rama pada dua pria yang ia kenali sebagai orang suruhan Anita.


"Bro,, sebagai laki-laki, kami masih memiliki hati untuk menolong sesama laki-laki." Ucap salah satu preman itu kembali menepuk pundak Rama.


"Apa maksud kalian? Apa yang-" Rama menghentikan kata-katanya saat mendengar suara Anita.


"Mana fotonya?" Tanya Anita pada Abi.

__ADS_1


Mengambil ponsel dari sakunya, Abi menggeser layar ponselnya.


"Ini fotonya." Ucap Abi memperlihatkan sebuah foto perempuan tanpa busana.


"Sialan! Apa yang kau lakukan!" Teriak Anita tak percaya, bagaimana bisa pria di depannya begitu kurang ajar padanya?


Sangat mesum!!


"Haha,, bukankah kau suka? Momen terkahir kita di hotel sangatlah menyenangkan. Aku tahu kekasihmu tidak boleh mengetahuinya, tapi ak-"


"Omong kosong apa yang kau bicarakan?! Berhenti mengada-ada dan cepat serahkan foto yang kuminta!" Ucap Anita.


"Hah,, aku akan menyerahkannya saat kau menyetujui untuk menghabiskan 1 malam lagi." Kata Abi membuat pria yang sedang menguping mereka langsung dipenuhi dengan kemarahan dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan apa pun lagi.


"Bos," kata salah seorang membuat Abi tersenyum.


"Sampai jumpa cantik!" Ucap Abi mengedipkan salah satu matanya.


"Kau!" Anita menjadi semakin kesal saat ketiga pria itu tidak menghiraukannya dan langsung saja berbalik lalu berjalan pergi.


Tentu saja Anita tidak terima karena ia sudah membayar setengah dari jumlah uang yang mereka sepakati.


Mengejar pria itu dan menarik tangannya, Anita melototi Abi.


"Mau kemana kalian?! Kalian sudah gagal melakukan rencananya dan juga sudah berbuat kurang ajar padaku!

__ADS_1


Sekarang, kembalikan semua uang yang sudah kuberikan pada kalian!" Ucap Anita sembari menggertakan giginya.


"Oh,, kau mau uang ya? Hahaha,,, bagaimana menurut kalian?" Kekeh Abi bertanya pada dua rekannya.


"Seorang gadis mau uang? Tentu saja kita harus memberikannya." Jawab salah seorang pria sambil memandang mesum pada Anita, terutama pada belahan dada Anita yang sengaja diperlihatkan.


"Kalian!! Kalian mau apa?!" Tanya Anita kini ketakutan dan melangkah mundur menjauhi ketiga orang yang memandangnya dengan penuh nafsu.


"Rupanya dia malu-malu!" Ucap salah seorang mengulurkan tangannya untuk menyentuh Anita, tapi Anita langsung menjauh dan berlari meninggalkan ketiga orang itu.


"Beraninya mereka! Aku akan membunuh kalian!" Teriaknya Anita ketika dia sudah berada di dalam toilet.


"Sial!! Memang awal aku tidak boleh mempercayai mereka!


Untung saja aku belum memberikan semua uangnya!" Gumam Anita merasa sudah membuang-buang waktu dan tenaganya.


@Interaksi



Iya otor salah...


(Jangan berdebat dengan orang gila!)


Hadiahnya belum ada, Sultan masih sibuk liburan di dunia mimpi..🤭

__ADS_1


__ADS_2