Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 40.Rasanya beda!


__ADS_3

Setelah membaringkan Andra di kamarnya, Samudra menutup pintu kamar Andra lalu kembali ke kamarnya.


Memakai sedikit parfum, pria itu akhirnya menutup pintu kamarnya dan turun ke bawah menuju mobil di mana Laila tertidur.


Berjalan ke arah mobil, pria itu dengan jantung berdegup kencang membuka pintu mobil lalu mendapatkan seorang perempuan dengan pesona yang luar biasa sedang tertidur pulas.


"Laila? Kita sudah sampai." Katanya untuk memastikan apakah Laila sudah tertidur atau tidak.


Setelah memastikan perempuan itu benar-benar tidur, Samudra kemudian mengulurkan tangannya dan membawa Laila ke gendongannya.


Laila yang berada di gendongan Samudra hanya bisa tertawa dingin dalam hatinya.


'Inilah laki-laki, semuanya sama saja! Ck,, ck,, begitu mudah meluluhkan hati pria beristri ini!' gumamnya menertawakan Samudra.


Setelah menaiki tangga, Samudra langsung membawa perempuan itu ke kamarnya dan membaringkan Laila di atas tempat tidur lalu menarik selimut untuk menyelimuti Laila.


Berdiri sesaat menatap wajah Laila, lelaki itu tidak tahan untuk menyentuh wajah Laila.


Berpuasa satu malam saja sudah membuatnya bak cacing kepanasan yang membutuhkan air.


Samudra mengulurkan tangannya dan mengelus pipi Laila yang sangat halus.


Tak puas hanya menyentuh Laila dengan tangannya, Samudra memastikan perempuan itu masih lelap dalam tidurnya lalu ia menurunkan wajahnya untuk mencium Laila.

__ADS_1


'Apa ini? Apakah nafasnya?' Laila tetap mempertahankan ketenangannya yang berpura-pura tidur namun ia bertanya-tanya saat nafas seseorang menyentuh kulit wajahnya.


Perlahan-lahan, Laila merasakan hembusan nafas yang sangat kuat membuat tangannya mencengkram erat sprei.


'Sial!! Pria ini akan melecehkan bibirku!' gerutunya dalam hati sebelum apa yang ia gerutukan benar-benar terjadi.


Sesuatu yang lembut, hangat dan kenyal menyentuh bibirnya.


'Sial!! Ini penyamaran paling gila!


Gila!! Rasanya enak!' Gumamnya mulai tenang dengan rasa penasaran menyelimutinya.


Penasaran dengan langkah Samudra selanjutnya.


Langsung berbalik memandang pintu, ia melihat pria kecil yang baru saja bangun.


Andra mengucek-ngucek matanya yang masih sensitif dengan cahaya.


Tapi begitu melihat ayahnya berada di kamar Laila, rasa kantuk yang masih menyelimuti nya seketika langsung menghilang lalu pria kecil itu menatap tajam ayahnya sebelum berlari keranjang dan tidur di samping Laila.


Memperlihatkan kekuasaannya, pria kecil itu memeluk Laila sambil menatap sinis pada ayahnya.


"Kalau Tantemu bangun, turunlah untuk sarapan." Kata Samudra sebelum pria itu meninggalkan kamar Laila dengan perasaan berkecamuk.

__ADS_1


Sementara Laila, perempuan itu langsung berbalik memeluk Andra saat mendengar suara pintu kamarnya sudah ditutup.


"Tante merindukanmu." Katanya tanpa sadar membuat pria kecil di pelukannya langsung terlihat muram karena saat ini Laila tidak lagi mengatakan Kakak tapi sedang mengatakan Tante!


Tapi cemburu Andra Langsung menghilang saat Laila mencium keningnya berkali-kali hingga menghasilkan bunyi kecupan yang besar.


Namun, pria kecil itu tidak tahu kalau Laila sedang membandingkan ciuman bibir samudra dengan ciuman di kening Andra.


'Rasanya beda!' gumam Laila menyentuh bibirnya.


Tapi saat menyentuh bibirnya, Laila baru sadar kalau dia baru saja terbuai akan ciuman Samudra.


"Sial!!" Teriaknya langsung melepaskan pelukannya dan dengan Andra dan duduk menatap dinding kamarnya yang berwarna biru.


'Apa yang sudah kulakukan?!' gumamnya tak percaya pada dirinya sendiri.


Bagaimana bisa Samudra meruntuhkan dinding dingin dan kokoh yang sudah ia bangun sejak bertahu-tahun yang lalu?


@Interaksi



Buat pembaca setia, dapat diskon 0,0000000000000001%

__ADS_1


__ADS_2