Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 225. Tidak berguna


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Ibu mertuanya, Samudra kembali ke kamar dan mendapati suara air masih mengalir dari kamar mandi.


'Kenapa dia mandi begitu lama?' gumam Samudra lalu mengarahkan kursi rodanya ke depan pintu kamar mandi dan mengetuk pintu itu.


Tok tok tok


"Sayang, apa kau masih mandi?" Tanya Samudra tanpa ada jawaban dari dalam kamar mandi karena perempuan yang dari tadi menangis di bawah shower telah pingsan sejak beberapa menit yang lalu.


"Sayangku, jangan membuatku khawatir," lagi kata Samudra setelah menunggu beberapa waktu dan tidak ada suara Laila yang terdengar.


"Sayang, kalau kau tidak menjawab, aku akan menghancurkan pintu ini." Samudra kembali berbicara tanpa ada yang menjawab.


Hal itu membuat Samudra menjadi sangat panik dan menggunakan lengan kanannya yang masih bisa digerakkan untuk meninju pintunya berkali-kali hingga pintu menjadi rusak.


"Sayang..!" Teriak Andra ketika melihat Laila telah pingsan di bawah lantai.


Dengan kepanikan, Samudra memandangi kaki dan lengan kirinya sembari menggertakan giginya.


"Tubuh ini..!" Nafas Samudra memburu lalu pria itu membalik kursi rodanya dan dengan cepat keluar dari kamar mendapati Morgan juga keluar dari kamarnya.


"Ayah..! Laila pingsan!" Ucap Samudra dengan wajah kepanikan beserta keringat memenuhi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Samudra, Morgan langsung berlari ke dalam kamar Samudra lalu mengangkat Laila dan memindahkannya ke atas tempat tidur.


"Aku akan memanggil ibumu." Ucap Morgan lalu pria itu bergegas keluar dari kamar Samudra digantikan Adelin yang masuk ke dalam kamar.


"Jangan panik, dia akan baik-baik saja." Ucap Adelin segera membuka pakaian Laila yang basah.


Melihat Melinda mengurusi Laila sementara dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, Samudra hanya bisa mengerang dalam hati lalu pria itu segera keluar dari kamar dengan nafas sesak memikirkan ketidakbergunaannya.


Beberapa menit menunggu di depan kamar Laila, Morgan datang bersama para tim medis.


Saat itu juga, Adelin sudah membuka pintu kamar.


"Kenapa kau berlebihan? Dia baik-baik saja!" Ucap Adelin pada suaminya saat melihat rombongan tim medis yang kini memenuhi ruangan itu.


"Samudra apa yang terjadi?" Tanya Adelin pada Samudra.


"Ini salahku, seharusnya aku tidak membiarkannya mandi sendiri." Ucap Samudra menyesali keputusannya.


"Sudahlah, ini bukan salahmu. Siapa yang tahu kalau dia akan pingsan saat berada dalam kamar mandi. Sebaiknya kau masuk dan temani istrimu." Ucap Morgan lalu Samudra memutar kursi rodanya.


"Tunggu, tanganmu terluka." Ucap Adelin ketika melihat darah membanjiri tangan Samudra.

__ADS_1


Samudra melihat tangannya yang sudah ia gunakan untuk menuju pintu kamar mandi. Dia bahkan tidak sadar bahwa tangannya telah terluka.


"Aku akan mengobatinya sendiri." Ucap Samudra segera memajukan kursi rodanya ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamarnya.


Pria itu mengabaikan rasa sakit pada tangannya dan memilih menggerakan kursi rodanya ke samping tempat tidur dimana Laila berbaring.


"Sayangku, kamu kenapa?" Tanya Samudra memandangi istrinya.


Samudra terus duduk memperhatikan Laila sampai perempuan itu akhirnya tersadar dan membuka matanya.


"Sayang," Samudra langsung mengulurkan tangannya dan memegang tangan Laila dengan tangan yang masih dipenuhi darah yang sudah mengering karena tidak dibersihkan.


"Suamiku," ucap Laila saat menatap mata suaminya lalu perempuan itu segera duduk dengan kepala yang terasa sangat pusing.


Begitu duduk menatap suaminya, Laila langsung meneteskan air matanya sebelum melompat ke pangkuan suaminya.


"Suami... Hiks...!" Laila memeluk Samudra sembari menangis dengan keras.


@Interaksi


__ADS_1


Cie sok tahu, bukan angkasa kelez, tapi luar angkasa,, 😂😂 malu gak..? 😜🤭



__ADS_2