Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 45. Tentang Samudra dan Aku


__ADS_3

"Berhentilah!" Hadi merebut sloki dari tangan Laila dan meletakkannya di meja karena perempuan itu sudah terlalu banyak minum hingga mabuk.


Pada hal, saat itu masih pagi.


Sangat memalukan bagi seseorang untuk mabuk di pagi hari!


"Berikan kembali!" Teriak Laila merasa geram saat ia melihat gelasnya berputar-putar hingga tak bisa diraih oleh tangannya.


"Ckk, Ckk,, bahkan kau tidak bisa menangkap gelas yang diam di tempatnya!


Sebenarnya apa yang membuatmu jadi mabuk seperti ini? Anggurnya atau pikiranmu?!" Ucap Hadi menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan perempuan di depannya.


Layla merupakan sosok yang sangat menjaga diri.


Dia sama sekali tidak mau mabuk bahkan jika dia minum bersama teman-temannya.


"Hah! Sial!! Dasar sloki sialan! Lihat saja nanti, aku akan mengikat mu supaya tidak kabur ke mana-mana lagi!" Ucap Laila yang masih berusaha meraih sloki yang sebenarnya jauh dari tangannya tapi perempuan itu malah meraba di tempat lain.


"Hah,, jangan bilang kau seperti ini gara-gara Samudra?!" Tanya Hadi berusaha menebak.


Mendengar nama Samudra disebut, perempuan itu sangat tertarik dan akhirnya mengangkat wajahnya menatap Hadi.


"Pria Impoten? Haha,,,!!!" Laila tertawa keras hingga air matanya menetes di pipi mulusnya.


"Ck,, kau sedang tertawa atau menangis?" Hadi kembali menggelengkan kepalanya.


"Pria itu, kau tahu?! Setiap malam dia menyelinap ke kamarku dan melecehkan bibirku!" Teriak Laila membuat Hadi yang sedang meneguk minumannya langsung menyemburkannya dan terbatuk-batuk dengan keras karena minuman yang memasuki paru-parunya.

__ADS_1


"Uhuk,, uhuk,,!!" Hadi menstabilkan nafasnya sebelum melihat dengan tajam pada Laila.


"Apa yang kau katakan barusan?" Tanya Hadi.


"Ku bilang,, dia! pria impoten itu! Mengambil kesempatan saat aku sedang tidur!" Ucap Laila membuat Hadi teenganga.


"Kau serius?" Tanya Hadi dijawab Laila yang sudah tertidur sambil mendengkur.


"Hei,, perempuan sialan!! Cepat bangun dan ceritakan semuanya!!" Hadi menggoyang-goyangkan bahu Laila.


"Ya!!! Kau perempuan kejam!!" Ucap Hadi yang dipenuhi ketakutan karena ucapan Laila.


Kalau saja dia mengetahui hal itu, lelaki berdarah dingin itu bisa mengamuk dan menghancurkan seluruh dunia.


"Tunggu!!!" Hadi berdiri di tempatnya dan mengingat-ingat sesuatu.


Dewa si pria dingin atau Samudra si pria impoten?!


Tapi,, kalau Samudra impoten, bagaimana bisa pria itu menyelinap malam-malam ke kamar Laila dan menciumnya?


Tunggu!! Ada kejanggalan!!


Kalau Laila tahu dia dicium, bagaimana bisa dia membiarkan Samudra menciumnya?!


Tidak,, tidak,, tidak,, ada kejanggalan besar pada cerita Laila.


Ini pasti karena dia terlalu mabuk hingga mengawur." Ucap Hadi yang tidak percaya kalau Laila akan membiarkan seorang lelaki menciumnya.

__ADS_1


Semua orang di komunitas mereka mengetahui kalau perempuan itu memiliki trauma yang sangat besar terhadap sentuhan fisik laki-laki.


Meski begitu, Layla selalu menggunakan pesonanya untuk menggoda laki-laki sebelum menghancurkan laki-laki itu.


Namun, tidak pernah sampai bersentuhan secara fisik.


Dewa saja, si pria berdarah iblis bisa terjerat pesona Laila lalu dilukai secara parah tanpa kebutuhan fisik, mana mungkin Samudra bisa lolos dari Laila?!


"Tidak,, tidak,, tidak!! Ini tidak benar!!


Pasti ada kesalahan!" Ucap Hadi meraih Laila untuk menggendong perempuan itu meninggalkan bar.


Tapi baru saja ia akan mengangkat Laila saat perempuan itu kembali tersadar.


"Pria sialan!" Bentaknya menarik sesuatu dari belakangnya lalu mengarahkannya pada kulit Hadi yang telanjang.


Karena sudah mengetahui trik gila Laila, Hadi langsung menghindar dari benda kecil yang ada di tangan Laila.


"Nah lihat kan!! Aku sudah menduga Kau pasti akan melakukan hal seperti itu!


Jadi, apa kau melakukannya juga pada Samudra saat lelaki impoten itu ingin menciummu?


Menyuntikkan obat bius?" Tanya Hadi pada perempuan yang masih mabuk di depannya.


"Hoho,, siapa kau?! Dari mana kau tahu tentang samudra dan aku?!" Tanya Laila sebelum kembali jatuh ke sofa dan benda kecil di tangan Laila berguling di lantai.


"Perempuan merepotkan!!" Gerutu Hadi lalu kembali mendekati Laila dan membawa perempuan itu keluar dari bar.

__ADS_1


__ADS_2