Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 194. Menyerah


__ADS_3

"Tuan, bantuan kita akan segera tiba." Lapor salah seorang pria yang masih hidup dan sedang bersama dengan Rizal bersembunyi dibalik ban truk kontainer.


"Waktunya akan cukup!" Ucap Rizal mengamati situasi dan pria itu sangat terkejut saat beberapa rombongan tiba di belakang mobil Laila.


"Maaf Nyonya, kami terlambat." Ucap pemimpin pasukan yang baru saja tiba.


"Dimana suamiku?!" Tanya Laila dengan wajah yang sudah hancur saat melihat sekawanan orang-orang milik Samudra tiba tanpa suaminya!


"Maafkan kami, kami gagal melindunginya." Jawab sang pemimpin pasukan.


"Apa katamu?!" Nafas Laila menjadi tersengal dan perempuan itu berusaha menenangkan diri sembari menghapus air matanya yang terus bercucuran.


"Nyonya, silakan menggunakan mobil saya dan putar balik untuk mengambil jalan lain. Kami akan menghalau orang-orang ini." Ucap kepala pasukan tanpa memperdulikan kondisi Laila yang tengah histeris karena suaminya.


"Bawa Mereka." Kembali ucap pemimpin pasukan itu membuat anak buahnya mau tidak mau langsung menarik Laila ke mobil lain.


"Laila," ucap Weleni saat menyusul laki-laki dalam mobil.

__ADS_1


"Ibu,," Laila langsung memeluk ibunya dan terisak dengan sangat keras.


Sementara diluar mobil, bala bantuan yang dimaksud Rizal sudah tiba, bahkan dengan beberapa mobil perang yang langsung menembak ke arah serentetan mobil di depan mereka, bahkan mobil yang ditumpangi Laila.


Sopir yang mengendarai mobil yang ditumpangi oleh Laila langsung bergerak tanpa memperdulikan peluru yang terus menembak dari depan.


Mobil itu berhasil berbalik dan melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan medan perang antara dua kubu.


"Sial..!" Geram Rizal menyadari salah satu mobil telah pergi, pria itu langsung berlari ke arah helikopter yang sedang mendarat di tengah jalan.


"Kejar mobil itu!" Teriak Rizal yang duduk di atas helikopter diikuti salah seorang pria yang sedari tadi bersamanya.


Pria bernama Eron yang mengikuti Rizal di dalam helikopter langsung mengambil senjatanya dan menembak mobil yang melaju di bawah helikopter.


"Tembak Bannya!" Perintah Rizal sembari menggertakkan giginya karena tidak mau jika Laila sampai lolos dari tangannya.


Eron menembak beberapa kali namun tidak mengenai ban mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Terbang merendah!" Perintah pria itu pada sang pilot lalu helikopter segera merendah mengikuti mobil.


Dor!


Akhirnya, satu tembakan berhasil mengenai ban mobil yang sedang melaju dibawah hingga mobil itu oleng dan masuk ke dalam hutan yang gelap.


Laila yang sedari tadi memeluk Andra akhirnya terpental dan membuat pria yg kecil didalam pelukannya menjadi terbangun.


Merogoh kantongnya dan mendapatkan sebuah spoit yang sudah ia siapkan dari rumah, ia menyuntik putranya sendiri hingga pria kecil itu kembali tertidur karena pengaruh obat bius.


"Keluar!" Perintah sang supir lalu kelima orang itu segera keluar dari mobil dan berlari ke tengah hutan sembari dikejar oleh helikopter yang menyorot mereka dengan lampu.


Kita harus berpencar! Bersembunyi di-" suara Layla yang keras langsung berhenti saat gemuruh tembakan membuatnya harus tiarap melindungi Andra yang berada di bawahnya.


"Putraku," ucap Laila memandangi wajah Andra yang kini kotor oleh lumpur.


Menghembuskan nafas dengan panjang, Layla berlari kearah Weleni menyerahkan putranya dan memancing helikopter dengan cara keluar dari hutan.

__ADS_1


"Daratkan helikopternya..!" Perintah Rizal saat melihat Laila kini berdiri menatap mereka.


Perempuan itu sudah menyerahkan diri.


__ADS_2