Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 212. Pulau putih


__ADS_3

Pulau putih.


Sebuah pesawat baru saja mendarat di salah satu bandara di pulau itu.


Seperti biasa, bandara itu selalu sepi karena hanya beberapa pesawat pribadi yang berada di sana.


Pesawat-pesawat itu pun sangat jarang digunakan, hanya digunakan ketika pemilik pulau hendak keluar ataupun kembali ke pulau.


Atau jika ada tamu yang datang ke pulau putih.


Setelah turun dari pesawat, Dewa langsung diantar ke sebuah mansion berwarna serba putih.


"Kau sudah datang," sepasang suami-istri langsung menyambut Dewa di depan mansion lalu ketiganya segera memasuki mansion dan duduk bersama.


"Tumben sekali kau mau menemuiku. Ada apa ini?" Ucap pria bernama Morgan.


"Aku kemari karena hal penting." Ucap Dewa tidak mau berbasa-basi dan langsung meletakkan sebuah foto di atas meja.


Pria bernama Morgan mengambil foto itu lalu dia dan istrinya langsung melihatnya.


Keduanya terkejut.


"Darimana kau mendapat foto ini?" Tanya Adelin.


"Apakah terlihat familiar?" Tanya Dewa.


"Familiar apanya? Jelas ini foto istriku sewaktu dia masih muda." Ucap Morgan dengan wajah yang sangat bangga karena kecantikan istrinya.


"Tapi foto itu baru saja di ambil." Ucap Dewa membuat Morgan terkekeh dengan kebohongan yang diucapkan oleh Dewa.

__ADS_1


Pria itu lalu mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah foto lain iya itu foto masa mudanya dengan istrinya.


"Coba lihat." Ucap Morgan memperlihatkan foto itu pada Dewa.


Perempuan di kedua foto itu bagai pinang dibelah dua. Sangat mirip..!


"Sudahlah, untuk apa membahas foto istriku. Jadi, berapa lama kau akan tinggal di sini? Waktu kamu menghubungiku, aku sudah menyiapkan kamar untukmu." Ucap Morgan.


"Benar, adik ipar, menginaplah di sini bersama kami." Tambah Adelin.


"Sepertinya aku tidak bisa, karena aku kemari untuk menjemput kalian." Ucap Dewa.


"Apa? Menjemput? Haha,, jangan bicara omong kosong. Kau tahu bukan sejak putri kami meninggal kami tidak pernah lagi meninggalkan pulau ini." Ucap Morgan yang sebenarnya terlalu enggan untuk membahas Putri mereka yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu.


"Tapi aku hendak membawa kalian bertemu dengan Putri kalian." Ucap Dewa menyerahkan foto lain.


"Ini,," Morgan dan Adelin melihat foto itu dan keheranan dengan latar foto itu.


"Namanya Laila, aku menduga bahwa dia adalah keponakanku, tapi sekarang dia sedang terbaring di rumah sakit karena baru saja mengalami kecelakaan.


"Aku kemari untuk menjemput kalian supaya bisa menolongnya." Ucap Dewa.


Adelin dan Morgan terdiam mendengarkan penjelasan Dewa. Keduanya benar-benar tidak percaya bahwa ada seorang perempuan yang sangat mirip dengan Adelin di masa muda.


"Dewa, kamu jangan berbicara sembarang. Apalagi mengingatkan Kakak iparmu tentang putri kami. Putri kami sudah meninggal 5 tahun yang lalu, bahkan-"


"Tapi wajahnya tidak memiliki kemiripan dengan kalian bukan? Apa kalian sudah pernah melakukan tes DNA pada Putri kalian itu?


"Aku menjamin 100% bahwa Putri yang kalian anggap Putri kalian bukanlah Putri kalian." Ucap Dewa mengeluarkan ponselnya lalu melemparkan ponsel itu pada Morgan.

__ADS_1


Morgan memutar video itu dan melihatnya bersama Adeline.


"Sialan...! Kurang ajar!!" Terdengar suara Irmawati berteriak dengan kencang saat para pria memeganginya untuk menyiksa perempuan itu.


Lalu Dewa tiba-tiba muncul di video dan berjalan kearah Irmawati.


"Katakan dengan jujur! Siapa orang tua kandung Laila?!" Ucap Dewa dengan suara penuh penekanan.


"Anak itu? Ahhaa,, dia memang bukan anak kandung ku tapi aku juga tidak tahu siapa orang tua kandungnya! Saat dia lahir, aku menukarnya dengan bayiku yang meninggal!" Ucap Irmawati.


Setelah ucapan Irmawati, video itu berhenti dan berubah layar menjadi hitam.


"Dia adalah ibu angkat Laila, perempuan yang terlihat mirip dengan kakak ipar. Meski aku belum memastikannya, tapi aku yakin bahwa dialah yang sudah menukar bayi kalian dengan bayinya.


"Laila dan Putri kalian memiliki hari ulang tahun yang sama. Bahkan mereka lahir di ruang sakit yang sama." Ucap Dewa.


"Tapi,, tapi,, bagaimana mungkin?! Bukankah perempuan di video itu mengatakan kalau dia menukar bayinya yang sudah meninggal dengan bayi yang masih hidup? Bagaimana bisa-"


"Seseorang sudah menukarnya lagi." Potong Dewa sembari melihat ke arah Morgan.


Wajah Morgan langsung berubah namun dengan cepat kembali tenang lalu memeluk istrinya yang kini terisak.


Melihat kedua orang yang berpelukan itu, Dewa langsung berdiri "Aku akan menunggu kalian di bandara." Ucapnya lalu meninggalkan Morgan dan Adelin.


@Interaksi



Otor emang selalu salah, tapi kalo ketemu ama bini jangan dilarang-larang... Lah otor masih polos, belum mengenal cinta apa lagi punya bini...! Jadi gak dilarang pun otor gak ketemuan kok😭

__ADS_1


__ADS_2