
Beberapa hari di pulau putih, Samudra terus menjalani terapi secara rutin. Laila terus menemani suaminya dan memantau perkembangannya.
"Ibu benar-benar hebat! Hanya kurang dari seminggu dan suamiku sudah bisa menggerakkan tangannya." Ucap Laila saat ia melihat Samudra menggerakan tangannya.
Meski terlihat kaku dan hanya bisa bertahan beberapa detik, namun Laila sudah sangat senang dengan kemajuannya.
"Ayah akan sembuh. Ibu tidak akan sedih lagi!" Ucap Andra tersenyum.
"Makasih sayang..!" Ucap Laila langsung memeluk Andra.
"Ibu, bagaimana dengan rencana transplantasi rahim untuk Laila?" Tanya Samudra pada Adelin.
"Aku dan Ibu sudah berbicara dan memutuskannya melakukan operasinya ketika kau sudah sembuh. Jadi semua tergantung padamu." Ucap Laila menatap Samudra dengan senyum mengambang.
"Tapi, Bu, bagaimana dengan resikonya?" Samudra mengabaikan istrinya dan memilih bertanya pada Adelin.
"Ibu bilang semuanya akan baik-baik saja. Hanya satu kehamilan saja lalu rahimnya akan segera diangkat." Jawab Laila.
"Tapi Bu, apakah nanti akan berpengaruh pada bayinya, aku takut kalau sampai-"
"Sayang..! Aku sudah membicarakan nya dengan Ibu, dia bilang dia sudah memikirkan semuanya!" Kesal Laila pada suaminya.
Bisakah pria itu lebih santai sedikit dan tidak selalu berfikir negatif tentang pencangkokan rahim?
"Ahh, baiklah," ucap Samudra berpasrah.
__ADS_1
Semua orang masih sementara berkumpul saat dua orang pria tiba-tiba saja datang menarik perhatian semua orang terutama Samudra.
"Dewa," Morgan langsung mendekati pria itu dan memeluknya dengan hangat.
Bagaimanapun, berkat Dewa lah dia bisa bertemu dengan Putri mereka.
"Duduklah." Ucap Adelin lalu semua orang kini duduk bersama.
Samudra menatap Dewa dengan tatapan kerumitan namun tidak mengatakan apapun.
"Kakek Dewa, ayahku ingin berbicara denganmu!" Ucap Andra secara spontan membuat semua orang menatap pada Samudra.
"Ada apa sayang?" Tanya Laila dengan cemas karena merasakan masih ada sebuah rahasia yang disimpan oleh Samudra dan juga putranya.
"Mari bicara di luar." Kata Samudra lalu pria itu menggerakkan tuas pada kursi rodanya dan keluar dari ruangan diikuti oleh Dewa.
Begitu kedua pria itu pergi, Laila langsung menatap tajam pada Geral mencari penjelasan.
"Aku tidak tahu apa pun." Jawab Geral merasa sial.
"Laila, jangan terlalu curiga pada Samudra." Ucap Adelin ketika melihat sikap putrinya yang terlalu berlebihan.
"Bukan begitu Bu, tapi setiap kali Samudra menyimpan sesuatu dariku, semuanya bukan hal sepele yang bisa diselesaikan secara pribadi olehnya." Ucap Laila.
"Baiklah, tapi Ibu yakin Samudra akan menceritakannya padamu saat dia mendapat waktu yang tepat." Ucap Adelin namun dihiraukan oleh Laila saat perempuan itu sudah berdiri dan menyusul suaminya.
__ADS_1
Di samping mansion.
"Apa yang kau maksud dengan semua tindakanmu?!" Tanya Samudra sembari menatap Dewa dengan ketidaksukaan.
"Bukankah kau harus menghormati ku sebagai paman mu? Bagaimana bisa kau berbicara sangat tidak sopan seperti itu padaku?" Tanya balik Dewa dengan wajah penuh kesombongan merendahkan Samudra.
Namun dalam hatinya, pria itu begitu cemburu pada Samudra karena Samudra telah bersama dengan Layla, sementara dirinya harus menerima kenyataan kalau dia adalah seorang paman untuk Laila!
Dan dia tidak mungkin bisa merubah status itu sampai seumur hidupnya!
Samudra tersenyum kecut, "Aku senang kau mau menerima statusmu sebagai paman Laila. Jadi Paman Dewa, Apa maksudmu menyerang kami di pulau dan kemudian menyelamatkan kami?" Tanya samudera membuat wajah Dewa memburuk.
'Sial..! Mengapa aku sangat kesal dipanggil Paman oleh pria ini?!' dalam hatinya, dia tidak mau menerima dipanggil Paman oleh pria yang seumuran dengannya.
Kesannya, bahwa dia sudah sangat tua!
Namun, Dewa belum mengatakan apapun saat Laila sudah datang.
"Apa? Jadi pelaku penyerangan di pulau adalah kau?!" Laila terlihat sangat marah sembari memandangi Dewa.
@Interaksi
Ssstttt...! Jangan bergosip di sini, Sultan dari mars gak suka...! Awas bibirnya lama-lama berubah kek bibir bebek noh!!! Operasi plastik pun gak bakal bisa mengembalikannya seperti semula..!😑
__ADS_1