
"Silahkan Nyonya, Tuan," ucap sang sopir membukakan pintu untuk Laila dan Andra lalu kedua orang itu segera menaiki mobil dan duduk bersama.
Sang sopir melajukan mobilnya sembari memutar lagu anak-anak yang merupakan lagu-lagu pilihan Laila.
Perempuan itu mau supaya Andra tumbuh seperti anak-anak seusianya.
Mendengarkan lagu anak-anak dan menyanyikan lagu anak-anak.
""Five little ducks went out one day,
Over the hills and far away.
Mother duck said, "quack quack quack quack,"
But only four little ducks came back." Laila menyanyi sembari saling berpandangan dengan Andra dan tersenyum bersama.
Sementara supir yang mendengar lagu yang mereka nyanyikan hanya bisa menghela nafas.
'Nyonya, mengapa mengajarkan Tuan mudah kecil bernyanyi lagu ini?
Lagu ini di maksudkan untuk mengajari anak kecil berhitung, tapi tuan muda kecil?
Bahkan memporak-porandakan sistem keamanan perusahaan ayahnya saja dia bisa melakukannya, apalagi hanya menghitung jumlah bebek yang berenang di sungai!' gumam Sang supir.
"Four little ducks went out one day,
Over the hills and far away.
Mother duck said, "quack quack quack quack,"
But only three little ducks came back.
__ADS_1
Three little ducks went out one-"
Cittt.....
Nyanyian yang indah di dalam mobil langsung terhenti seketika sang sopir mengerem mendadak di zebra cross.
Untungnya ke-3 orang itu memakai sabuk pengaman jadi tidak ada yang terluka secara serius.
"Maaf Nyonya, seseorang tiba-tiba saja menyerang, padahal lampunya masih berwarna merah." Ucap sopir sangat menyesal.
"Cepat keluar dan periksa." Ucap Laila sebelum menoleh pada Andra.
"Sayangku, Apa kau takut? Apa kau terluka?" Tanya Laila memeriksa putranya.
"Aku baik-baik saja." Jawab Andra dengan wajah tenangnya.
"Baguslah, kalau begitu, ibu akan keluar dan memeriksa keadaan.
Tunggu di sini sebentar." Ucap Laila dijawab anggukan Andra lalu perempuan itu segera keluar dari mobil.
Ia hendak membantu perempuan itu berdiri saat Melinda jadi semakin ketakutan ketika sang supir mengulurkan tangannya.
"Apa yang terjadi?" Katanya Laila yang mengikut di belakang supir itu.
"Ini, Saya rasa dia hanya terkejut. Tapi dia tidak mau disentuh." Ucap Sang supir.
Tidak menjawab ucapan sang sopir, Laila kemudian berjalan mendekati Melinda dan duduk beberapa langkah dari perempuan itu.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanyanya tidak direspon oleh Melinda.
"Kalau kau baik-baik saja, maka sekarang kita bisa membawa urusan ini ke kantor polisi.
__ADS_1
Aku akan menelepon polisi sekarang." Ucap Layla meraih ponselnya.
Melinda yang mendengar kata polisi langsung bersujud pada Laila supaya Laila menghentikan perbuatannya.
"Tidak! Jangan!! Sayamohon! Saya tidak tahu kalau lampunya masih berwarna merah.
Saya hanya mendengar seseorang di belakang saya berkata kalau lampunya sudah berubah menjadi hijau." Ucap Melinda.
Menghela nafasnya dan melihat kearah dua gadis remaja yang sedang menertawakan Melinda, Laila kini mengerti, 2 remaja itu menjadi penyebab kecelakaan itu.
Lagipula, saat Laila keluar dari mobil ia langsung melihat kedua perempuan itu sedang menertawakan Melinda.
Bahkan dari wajah kedua remaja itu Laila bisa membaca raut kemenangan atas keberhasilan mereka mengerjai Melinda.
"Kalian berdua!" Ucap Laila menunjuk dua gadis remaja itu membuat keduanya berhenti tertawa dan dengan angkuh mendekati Laila.
"Kalian tahu apa yang sudah kalian lakukan?
Kalau saya membawa perkara ini ke ranah hukum, kalian berdua akan dituntut atas tuduhan pembunuhan berencana dengan hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati!" Ucap Laila.
"Apa maksudmu? Kami tidak melakukan apapun?!" Ucap salah satu Gadis remaja itu seolah-olah dia tidak mengerti mengapa Laila berkata seperti itu pada mereka.
'Ck,, anak-anak sekarang benar-benar mengerikan!' gumam Laila.
@Interaksi
Sebelumnya, otor maafin kalian kok,,,
Otor selalu pengen ada interaksi, tapi beberapa hari ini otor sibuk, jadi waktu ngetiknya cuma bisa tengah malam sambil tahan kantuk.
__ADS_1
Jadinya malas mikirin komennya kalian, soalnya tidur jauh lebih menarik,,,
Jadi sekali lagi, otor maafin kalian ya...