
"Melinda! Apa ini?!" Zoya berteriak saat ia yang tadinya mengejar Kendra keluar malah mendapati balkon apartemennya dikotori oleh cemilan milik Melinda.
"Kak Zoya, aku minta maaf. Aku tidak sengaja menumpahkan cemilanku, tapi aku akan membersihkannya lagi." Ucap Melinda karena dia tahu Zoya memiliki temperamen yang sangat buruk.
Bahkan perempuan itu tak segan-segan menyiksa setiap orang yang berani melakukan kesalahan di depannya.
"Apa?! Membersihkan ulang?! Apa kau tahu kenapa kami kemari?
Karena kami ingin menikmati waktu di balkon ini!
Sekarang semuanya jadi kacau karena ulahmu!" Teriak Zoya penuh kemarahan.
"Ma,, ma,, maaf Kak Zoya," ucap Melinda meremas kuat bungkus cemilan yang masih ada di tangannya.
Matanya sudah beekaca-kaca karena takut.
"Sekarang juga kau pergi dari sini dan jangan pernah berpikir kau masih bisa menjadi asisten ku!
Aku memecatmu!" Teriak Zoya membuat Melinda mengeluarkan air matanya sebelum bersujud di bawah kaki kedua orang yang sedang berdiri itu.
"Kak Zoya,, kumohon, jangan memecat ku! Kalau Kak Zoya memecatku, aku tidak punya penghasilan lagi untuk membayar sewa kosku!
Pokoknya,, pokoknya aku akan melakukan apapun, yang penting Kak Zoya tidak memecatku!"
"Ckk,, memangnya kau pikir apa yang bisa kau lakukan untukku?
__ADS_1
Kau itu tidak berguna! Cepat pergi dari sini!!" Lagi teriak Zoya membuat tubuh mungil Melinda semakin bergetar karena tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk membujuk Zoya agar tidak memecatnya.
"Kak Zoya,, maaf,," Isak Melinda lalu perempuan itu berdiri dan pergi meninggalkan apartemen Zoya.
"Astaga sayang, Maaf kamu harus melihat kejadian seperti ini.
Haiss!! Gara-gara perempuan itu kita jadi batal menikmati waktu bersama di balkon ini." Ucap Zoya menghela nafas dengan berat.
"Tidak masalah, aku bisa datang lain kali." Ucap Kendra yang sudah kehilangan mood lalu pria itu berjalan ke kamar Zoya memakai kembali pakaiannya.
"Tapi sayang, kita sudah lama tidak bertemu, sudah beberapa bulan dan kau akan pergi hanya karena insiden kecil itu?
Ayolah, tolong maafkan aku dan temani aku lebih lama di sini.
Aku sangat merindukanmu." Ucap Zoya memeluk Kendra sembari menggosok-gosokkan dadanya di tubuh Kendra.
Terlalu murahan!
Melepaskan tubuhnya dari pelukan Zoya, Kendra meraih jasnya dan memakainya.
"Aku akan menghubungimu lagi, aku ada urusan mendadak." Ucap Kendra lalu pergi meninggalkan Zoya.
Zoya berdiri di depan pintu apartemennya melihat pria yang sudah memasuki lift.
"Sial!! Semua ini gara-gara Melinda! Kalau saja asisten bodoh itu tidak melakukan kesalahan ceroboh, mood Kendra tidak akan memburuk sampai seperti ini!
__ADS_1
Haiss,, rencanaku jadi gagal gara-gara perempuan itu!" Ucap Zoya menggertakan giginya karena sebenarnya, hari itu dia hendak merayu Kendra supaya mau membantunya menjadi model pada sala satu brand Anderson grup.
Sementara Melinda yang baru saja meninggalkan apartemen Zoya, perempuan itu berlari di trotoar sambil menangis tersedu-sedu.
"Sekarang, apa yang harus kulakukan? Aku belum mendapatkan gajiku bulan ini dan pemilik apartemen ku pasti sudah menunggu di rumah untuk menagih uang bulanan ku." Ucapnya begitu kuatir jika malam itu dia harus tidur di jalanan.
Tiba di perempatan, Melinda berdiri menunggu lampu hijau dengan badan gemetaran karena kesedihan yang melingkupinya.
"Lihat," 2 siswa SMA yang baru saja kembali dari sekolah melihat Melinda dan tersenyum licik untuk mengerjai nya.
Melihat lampu pejalan kaki masih berwarna merah, kedua gadis itu sengaja berdiri di belakang Melinda.
"Oh,, lampunya sudah hijau!" Teriak mereka bersamaan membuat Melinda yang tidak melihat kearah lampu pejalan kaki langsung melangkahkan kakinya ke tengah jalan.
Cittt....!!!!
Sebuah mobil yang yang melaju dengan kecepatan tinggi hampir saja menabrak Melinda.
Dan karena terkejut, meskipun Melinda tidak ditabrak oleh mobil itu, tapi perempuan itu langsung menjerit dan tersungkur di tengah jalan.
@Interaksi
Emang kenapa kalo cewek dulu?
__ADS_1
Dimana mana ya ladies first, bukan sebaliknya!
Nanti kalo dibalikin, para perempuan ngamuk lagi deng...??? 😒