Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 41. Status sebagai pelayan


__ADS_3

"Kak, ini laporan yang kau minta." Ucap Kendra menyerahkan sebuah berkas pada Samudra di mana berkas itu mencantum semua kerugian mereka sejak Laila masuk ke rumah Samudra.


"Kau bisa kembali." Ucap Samudra dengan santai.


"Apa? Kakak bahkan terlihat tenang setelah kerugian senilai 1 triliun lebih yang disebabkan oleh perempuan itu?" Tanya Kendra dengan nada tinggi sebelum tersadar dengan ucapannya yang bisa membawanya pada sebuah kehancuran gaya hidupnya.


"Ahh, aku salah bicara. Maksudku, cinta yang sejati membutuhkan pengorbanan yang besar!


Tapi Kak, kalau kakak menyukai Laila, mengapa tidak langsung menceraikan Selin?


Bukankah dengan begitu, masalahnya lebih cepat selesai?" Kendra berbalik membela kakaknya karena terlalu takut jika kemudian apartemennya disita seperti mobil kesayangannya yang sudah disita oleh kakaknya.


Jika saja semua barang-barang berharganya disita, dia harus kembali ke rumah tua dan menjadi bulan-bulanan ayah dan ibunya setiap hari.


Tidak ada kebebasan, tidak ada wanita cantik, tidak ada pesta di bar, dan tidak ada segala-gala kenikmatan dunia yang selama ini sudah melekat padanya.


Samudra meletakkan dokumen di tangannya dan menatap adiknya.


"Mau menggurui ku lagi?" Tanyanya pada Kendra.


"Ah,, Kakak, bukan seperti itu, tapi aku hanya mau mencari ilmu dari kakak yang terhormat." Ucap Kendra menampakan wajah bagai seorang murid kecil yang akan mendapatkan ilmu baru dan ilmu paling berharga dari gurunya.


"Bantu aku menyebarkan rumor yang terjadi di pesta ulang tahun Ibu.

__ADS_1


Aku tidak mau nama baik keluarga Anderson tercemar hanya karena mencerai paksa Selin.


Aku mau dia sendiri yang dituntut oleh publik untuk menceraikan aku." Jawab Samudra dengan mata menerawang jauh ke depan.


"Tu,, tunggu! Jangan katakan Kakak melakukan ini semua untuk melindungi status Laila agar tidak disebut orang-orang sebagai orang ketiga?!" Tanya Kendra tak percaya.


"Hmm, kau sedikit pintar." Jawab Samudra.


"Woh!! Aku tidak percaya seorang pria yang tidak pernah berpengalaman dengan cinta ternyata memiliki ilmu sebagus ini!


Dengan semua rencana kakak, tidak akan ada yang menyalahkan keluarga kita!


Kalau begitu, Aku akan segera melakukan perintah kakak." Ucap Kendra merasa bangga pada ide kakaknya.


Masalah perempuan yang disukai oleh kakaknya biar Kakaknya sendiri yang mengurusnya!


Sementara itu, di rumah Samudra Selin baru saja tiba.


'Aku harus bicara dengan Laila!' gumamnya langsung menuju ke lantai dua dan membuka pintu kamar Andra.


Kebetulan sekali, Andra sedang tidur siang dengan Laila yang juga ikut berbaring di samping Andra.


Perempuan itu sedang mengingat mengingat perasaannya saat dicium oleh Samudra.

__ADS_1


'Kenapa? Kenapa aku tidak mengelak? Ini bukan diriku yang sesungguhnya!' Gumamnya yang tak percaya dengan reaksinya.


"Laila, keluar dan temui aku." Ucap Selin saat melihat Laila sedang menghayal akan sesuatu.


'Ckk, apa dia sedang menghayalkan hari dimana dia menjadi Nyonya rumah ini? Mimpi siang bolong!' gumam Selin.


Setelah menutup pintu, Laila melihat Selin berdiri di depannya sambil memandang kakinya yang berbalut hells.


"Ada apa?" Tanya Laila.


"Ada apa? Bukankah seharusnya kau mengatakan 'Ada apa Nyonya?" Tanya Selin langsung memojokkan Laila.


"Ada apa Nyonya?" Laila memperbaiki ucapannya meski dalam hatinya ia sedang menghina model aneh di depannya.


"Bagus, setiap detik saat kau berada di rumah ini kau harus mengingat statusmu sebagai seorang pelayan di rumah ini!


Jangan pernah berpikir seorang pelayan bisa berubah menjadi Nyonya rumah!" Ucap Selin.


"Baik Nyonya." Jawab Laila dengan tenang.


Ketenangan Laila menjawab ucapannya, semakin membuat Selin merasa tidak tenang dan terancam posisinya direbut Laila.


'Tidak,, aku tidak mungkin kalah dari seorang pelayan!' gumam Selin menghela nafas.

__ADS_1


__ADS_2