Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 37. Pesta yang berantakan


__ADS_3

Kendra Baru saja keluar dari kamarnya dan turun ke lantai 1 untuk bergabung bersama orang-orang di taman samping rumah, tapi dia berhenti di tempatnya saat melihat keponakannya sedang menarik seorang perempuan dan terus melewatinya.


"Ibu, ada apa?" Tanya Kendra pada ibunya yang kini mengejar dua orang yang sudah berjalan ke lantai 2.


Tapi dia hanya menghela nafas saat Ibunya tidak menjawabnya dan hanya melewatinya begitu saja.


"Astaga,, semenjak Laila datang kemari, rumah ini jadi kacau!" Ucapnya menghela nafas sebelum melanjutkan langkahnya dan pergi ke taman di mana acara ulang tahun Weleni belum selesai.


Saat Kendra tiba di taman, didapatinya semua orang sedang berbisik-bisik merendahkan Selin.


Bahkan mereka begitu lancang didepannya mengatakan bahwa Selin hanya pengganggu di keluarga Anderson, keluarga Anderson sangat bodoh memilih Selin jadi menantu.


Menghela nafasnya, Kendra mengabaikan semua orang dan berjalan menghampiri ayahnya yang kini melihat ke depan dimana Samudra sedang memegang mic.


"Ayah, apa yang terjadi?" Tanya Kendra.


"Kakak iparmu menghancurkan suasana!" Jawab Silas dengan suara kesal.


"Bagaimana, bagaimana bisa Ayah?" Tanya Kendra.


"Apa lagi?! Kau tahu, Ini pertama kalinya cucu kesayanganku mau keluar dari rumah kakakmu dan dan tinggal di rumah ini.


Ini juga pertama kalinya cucu kesayanganku mau memperlihatkan diri didepan semua orang, bahkan mau tersenyum dan memeluk neneknya.


Tapi Kakak iparmu datang menghancurkan suasana hati cucu kesayanganku hingga kekacauan menjadi seperti ini!" Jelas Silas di penuhi kemarahan sebelum pergi meninggalkan taman itu.


Sementara samudra yang berada di depan sedang memegang mic, pria itu hanya diam mengamati orang-orang yang sedang menggosipkan keluarganya.


"Sial! Kakak pasti sengaja melakukannya untuk mempermalukan Selin.

__ADS_1


Dasar licik!" Ucap Kendra berjalan ke arah kakaknya karena pria itu merasa kesal bahwa Samudra kini mulai bergerak untuk menendang Selin dari keluarga mereka.


Padahal, selamat 3 tahun pernikahan Samudra dengan Selin, pria itu hanya mengabaikan Selin dan membiarkan Selin menggunakan nama Anderson untuk membesarkan namanya juga.


Tapi, semenjak Laila datang, pria itu sudah banyak mencari cara untuk menendang Selin dari keluarga mereka!


"Kakak," ucap Kendra pada Samudra.


"Hm?" Jawab Samudra tanpa menoleh ke arah Kendra dan hanya tersenyum dalam hati memperhatikan orang-orang yang kini menggosipkan Selin.


Orang-orang itu sedang membandingkan penampilan Selin dengan Layla dan juga membandingkan sikap Andra pada Selin dan Laila.


Pukulan mental!


Kendra melihat kakaknya dan tenganga di tempatnya.


Terlebih, perempuan itu datang untuk balas dendam pada keluarga Anderson!' Gumam Kendra tak percaya


Itu pertama kalinya ia melihat kakaknya menikmati gosipan orang-orang.


Terlebih, orang yang digosipkan adalah istrinya sendiri dan akan merusak nama baik keluarga besar Anderson!


"Kak, cepat berikan mic itu padaku!" Ucap Kendra.


"Diamlah!" Ucap Samudra sembari pria itu menatap kesal seorang perempuan yang berdiri mematung di samping taman.


"Astaga, Kenapa kakak ipar berdiri di sana seperti patung buangan?!" Tanya Kendra merasa tidak percaya.


Mengapa Selin bisa berdiri di samping taman memperlihatkan kegoblokannya pada semua orang yang sedang menghinanya?

__ADS_1


"Kau urus pesta ini. Mobil sport yang kuberikan padamu, kembalikan padaku!" Ucap Samudra menyerahkan mic di tangannya pada Kendra lalu pria itu meninggalkan taman.


"Kak,," Kendra berdecak dalam hati karena hanya mengatakan selain sebagai kakak iparnya malah membuat pria itu menarik kembali hadiah yang pernah diberikan padanya.


Mobil sport keluaran tahun lalu! Satu-satunya mobil yang di produksi!


'Sial!! Mobil itu tidak sebanding dengan kehancuran keluarga ini!' gumam Kendra mengingatkan dirinya kalau dia harus fokus pada rencana sebelumnya.


Kendra menatap semua orang yang masih bergosip lalu menyalakan mic di tangannya.


"Perhatian semuanya, Saya Tuan kedua dari keluarga Anderson mengucapkan mohon maaf untuk apa yang terjadi pada pesta malam ini.


Tapi, karena adanya urusan mendesak maka pesta ini segera diakhiri." Ucapnya lalu berjalan kearah Selin dan menarik perempuan yang linglung itu ke dalam rumah.


Setelah menutup pintu, Kendra menatap Selin dengan kesal.


"Apa yang kau lakukan?!" Tanyanya tak percaya.


"Bagaimana ini? Reputasiku sebagai model akan hancur karena pesta malam ini!


Bagaimana bisa pembantu itu tampil lebih memukau dariku?!


Sekarang semua orang menghinaku kar-"


"Bodoh! Dasar tidak bisa di andalkan!" Kendra tidak peduli lagi dengan perempuan itu dan pergi meninggalkan Selin yang masih berdiri sambil komat-kamit menyalakan Laila.


'Tidak ada gunanya menaruh harapan pada orang tidak berotak seperti dia!


Aku harus mencari cara lain!' gumam Kendra.

__ADS_1


__ADS_2