
"Mengapa kau belum pulang juga?" Tanya Laila saat dia sudah menidurkan Andra dan hendak ke dapur mengambil air putih namun menemukan Kendra masih berada di ruang keluarga.
"Sampai Kakakku pulang ke rumah, aku akan tinggal di sini." Jawab Kendra sembari berdiri mendekati Laila.
"Ada apa?" Tanya Laila menyipitkan matanya sembari mundur satu langkah.
"Hahah,,, Jangan berpikir macam-macam. Aku tidak mungkin berani menyentuhmu tanpa izin!" Ucap Kendra.
"Kalau begitu, jangan terlalu dekat denganku!" Ucap Laila dengan wajah tidak bersahabat lalu perempuan itu berjalan ke arah dapur.
"Aku hanya ingin bertanya tentang sesuatu, tentang salah satu perempuan yang bekerja di kantor mu." Ucap Kendra.
Berbalik menatap Kendra, Laila berusaha menerawang pria itu "Jangan bilang kau tertarik dengan salah satu karyawan ku?! Haha,, jangan pernah berpikir menyentuh mereka dengan tangan kotor mu itu!"
"Kot,, apa?! Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu padaku?!" Ucap Kendra tak terima.
"Hah,, tidak usah berpura-pura sok suci. Aku tahu sudah ada puluhan atau mungkin ratusan perempuan yang sudah kau sakiti dengan tanganmu itu.
"Jadi sekali lagi aku tegaskan, jangan menyentuh ataupun berani berpikir untuk menyentuh sala satu karyawanku atau tanganmu akan patah!" Ancam Laila membuat Kendra tak berdaya.
__ADS_1
Seandainya Laila bukan istri kakaknya, sudah dari tadi ia memaki perempuan itu.
Dia sangat tidak suka seorang perempuan berkata kasar padanya, apalagi di depan matanya!
"Siapa bilang aku tertarik pada perempuan aneh itu!! Aku hanya mau meminta supaya kau melepaskan sala satu karyawanmu yang sudah membuatku kesal!" Ucap Kendra sangat menarik perhatian Laila.
Karyawannya yang mana yang sudah berhasil memporak-porandakan hati Si Casanova Kendra?
"Siapa yang kau maksud?" Tanya Laila.
"Aku tidak tahu namanya, tapi dia perempuan yang polos, dan aku bertemu dengannya tadi siang di pintu lift menggunakan kemeja biru dan rok-"
"Melinda?!" Langsung tanya Layla dengan ketidakpercayaannya.
Lebih tepatnya, membuat Kendra menghabiskan waktunya hanya untuk mengurusnya?
"Mungkin itu,, jadi bisakah kau-"
"Tentu! Tidak bisa!!" Jawab Laila lalu perempuan itu pergi meninggalkan Kendra dalam keadaan kesal.
__ADS_1
Beraninya Kendra mengaturnya, apalagi mengatur urusan perusahaannya untuk memecat seseorang hanya karena sebuah urusan pribadi.
"Sial!! Akan sangat memalukan kalau aku tidak bisa menepati ucapanku sendiri!" Ucap Kendra merasa harga dirinya telah diinjak-injak hanya karena tidak bisa menepati ucapannya tentang membuat Melinda dipecat dalam 1 hari!
'Ini tidak bisa dibiarkan!! Perempuan itu akan menertawakanku!' gumamnya menjadi sangat gelisah.
Tentu saja pria itu gelisah, karena baru kali ini, apa yang ia inginkan terjadi pada seseorang di luar keluarga Anderson ternyata tidak bisa terlaksana!
Dan menurutnya, Itu adalah sebuah penghinaan besar!
Hanya keluarga Anderson yang bisa menginjak-injak harga dirinya, dan orang luar tidak diperbolehkan melakukannya bahkan hanya untuk memikirkannya!
Sementara Layla yang sudah naik ke lantai dua, perempuan itu kebingungan tentang cara Melinda menarik perhatian Kendra.
Padahal kedua orang itu hanya bertemu di depan lift, "Sepertinya aku harus mengecek CCTV kantor! Jangan sampai Kendra adalah orang yang sudah melukai Melinda!" Geram Laila.
@Interaksi
__ADS_1
Pembaca gak bosan ya tiap hari ngebacot Mulu..
Otaknya minta di refresh kecapekan ngehalu novel...!!!