Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 61. Rencana yang lebih baik lagi


__ADS_3

Setelah Laila menerima cincin dari Samudra, Laila sudah dibebasakseskan oleh Samudra untuk keluar masuk ke rumah Samudra kapanpun dia mau.


Dan di hari Rabu, Andra diminta oleh kedua tetua untuk tinggal di rumah tua.


Jadi, Samudra dan Laila mengantar Andra ke rumah tua sebelum kembali melanjutkan aktifitas mereka masing-masing.


Samudra kembali bekerja di perusahaan, sedangkan Laila memilih kembali ke apartemennya dan melanjutkan semua program yang ia buat.


Tinggal dua minggu lagi, Laila ingin menggemparkan semua orang yang selama ini menghinanya.


"Ada apa?" Tanya Laila saat ia sedang bekerja dan tiba-tiba menerima telepon dari Hadi.


"Sial!! Ini hari Rabu dan nomormu benar-benar aktif!


Kau bahkan berada di luar kediaman Samudra?!" Tanya pria itu dari sebelah telepon dengan nada tak percaya karena dia sudah tahu bagaimana Samudra telah menonaktifkan jaringan di rumah pria itu.


"Sial! Beraninya kau melacak ku!" Semprot Laila yang tidak suka jika ia di lacak.


"Keluarlah sekarang! Aku menunggumu di parkiran!" Kembali ucap Hadi dari seberang telepon membuat Laila semakin kesal.


Namun Ia tetap menuruti pria itu dan turun ke parkiran.


Tapi, begitu terkejutnya dia saat melihat Dewa dan Geral juga ada bersama Hadi.


Mengatup erat gigi-giginya, Laila berusaha bersikap tenang mendekati ketiga orang itu.


'Sial! Apakah mereka memanggilku karena sudah mengetahui sesuatu?' pikir Laila yang terlalu takut jika saja ia ketahuan lalu ketiga orang itu segera membawanya ke ke luar negeri.

__ADS_1


Ia belum cukup kuat untuk melawan mereka!


"Ya,, ini dia adik junior kita!" Ucap Geral segera mendekati Laila dan merangkul perempuan itu.


Tapi kemudian ia melepaskan tangannya saat mendapat tatapan penuh peringatan dari dewa.


"Ada apa memanggilku?" Tanya Layla sembari menatap pria dengan warna mata coklat di depannya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Dewa yang diketahui Laila bahwa pria itu hanya sengaja bertanya, padahal sudah mengetahui bahwa Laila menyewa apartemen di situ.


Laila menghela nafas, "Apa lagi, aku kembali ke apartemenku karena mendapat libur setelah Andra diantar ke rumah Kakek dan Neneknya." Jawab Laila dengan ekspresi kecewa karena harus meninggalkan rumah Samudra.


"Lalu, ada apa dengan wajah kecewamu itu?" Tanya Dewa yang kini berpikir jika Laila tidak mau meninggalkan kediaman Samudra karena ingin terus berduaan dengan Samudra.


"Apa lagi, aku berencana menyelesaikan semuanya dalam waktu 2 bulan." Jawab Laila.


Terutama, Laila baru saja mengatakan bahwa perempuan itu ingin cepat bebas darinya.


Hanya 2 bulan?!


"Ikut aku." Ucap Dewa kemudian lalu tanpa bisa menolak Laila itu bersama ketiga orang itu.


'Sial!! Apakah aku sudah ketahuan?' Cemas Laila dalam hatinya sembari duduk di dalam mobil.


Mengamati gedung-gedung pencakar langit yang ditinggalkan oleh mobil mereka, mereka akhirnya tiba di sebuah sebuah perumahan mewah.


Memasuki kawasan itu, Laila memperhatikan segalanya dan mengetahui bahwa rumah-rumah di situ kosong.

__ADS_1


"Bos membeli satu kompleks ini. Jadi Jangan berpikir akan ada orang lain selain orang-orang Bos yang tinggal di tempat ini." Ucap Geral membuat Laila tercengang dengan usaha pria itu.


Setidaknya, satu rumah di kompleks itu seharga 5 milliar.


Itu hanya harga pokoknya belum termasuk semua fasilitas yang ditawarkan di kompleks tersebut.


Di dalam satu kompleks terdapat 12 blok yang masing-masing blok terdiri dari 10 rumah!


Dan semua rumah-rumah itu hanya diberikan pada orang-orang yang bekerja untuk Dewa!


"Aku akan mengatur supaya kau tinggal di salah satu rumah di sini." Tiba-tiba kata Dewa membuat Laila tersedak ludahnya sendiri.


Perempuan itu terbatuk-batuk keras di tempatnya sampai paru-paru dan tenggorokannya terasa sakit.


"Kau baik-baik saj-" Dewa mengulurkan tangannya untuk membantu perempuan itu, namun Laila segera menghindar.


"Uhukk, uhuk,, Terima kasih atas kebaikanmu, tapi aku sama sekali tidak berniat tinggal di rumah mewah.


Saat itu terjadi, penyamaranku akan segera berakhir!" Ucap Laila berusaha mengelak.


"Tenang saja, Bos sudah mengatur semuanya.


Kau akan di sewakan sebuah apartemen kecil berjarak 2 km dari kompleks ini.


Apartemen dan kompleks ini secara rahasia dihubungkan terowongan bawah tanah.


Jadi kau tidak perlu kuatir jika Samudra akan curiga." Jawab Geral kembali membuat Laila berkeringat dingin di punggungnya.

__ADS_1


Tidak adakah rencana yang lebih baik daripada itu?!


__ADS_2