Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 150. Sungguh sial


__ADS_3

Menyelesaikan pekerjaannya di kantor dan kembali kerumah, Laila menghela nafas menyadari malam itu adalah malam pertamanya tidur tanpa seorang suami yang memeluknya dan memanjakannya.


Sementara pria kecil yang berjalan disamping Laila sambil bergandengan tangan dengan Laila, pria itu tersenyum puas seolah dunianya menjadi lebih indah tanpa kehadiran ayahnya.


"Sayangku Mama ingin bertanya satu hal." Tiba-tiba kata Laila.


Menghentikan langkahnya, Andra berbalik menatap mamanya.


"Apa itu?" Tanyanya dengan suara yang lembut.


Berlutut menatap putranya, "Sayangku, mengapa Mama tidak pernah mendengarmu memanggil ayahmu dengan sebutan ayah? Apakah dia pernah menyakitimu? Katakan pada mama biar mama yang menghukumnya." Ucap Laila.


Terdiam menatap mamanya, Andra terlihat sedang berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Laila.


"Cobalah katakan pelan-pelan pada mama. Mama tidak akan memarahimu, mama hanya mau supaya keluarga kecil kita selalu bahagia dan penuh cinta.


"Tapi kalau berat, kamu tidak pernah mengatakannya sekarang, boleh nanti, besok, atau kapanpun kamu sudah siap. Mengerti?" Ucap Laila.


"Aku akan memikirkannya." Jawab Andra membuat Layla tersenyum dan langsung memeluk pria kecil itu.


Dia sangat ingin membantu Andra memperbaiki hubungannya dengan Samudra, tapi dia tidak mau terburu-buru mendesaknya.

__ADS_1


Setelah memasuki rumah, keduanya masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri sebelum makan malam bersama.


Keduanya masih sementara makan saat seorang tamu tidak diundang tiba-tiba saja memasuki ruang makan.


"Keponakanku sayang!! Halo Kakak Ipar," seru Kendra langsung duduk disalah satu kursi kosong di depan Laila dan Andra yang duduk berdampingan.


"Kenapa kau selalu masuk ke rumah ini tanpa izin? Apakah ini rumahmu? Ataukah kau membelikan rumah ini untuk suamiku?!" Tanya Laila sedikit kesal dengan cara pria itu.


Bagaimana kalau dia dan suaminya sedang melakukan sesuatu yang sangat pribadi lalu pria itu tiba-tiba muncul mengganggu mereka?!


"Oh astaga Kakak ipar, kau benar-benar sudah terpengaruh oleh hawa di rumah ini! Hawa kemarahan dan kepicikan!" Ucap Kendra dengan wajah terkejut sembari pria itu mengisi piringnya dengan makanan.


"Berhenti bicara omong kosong! Saat ini aku benar-benar serius! Kalau kau terus memupuk sikap seperti ini, suamiku mungkin akan menendangmu dari dunia ini!" Ucap Laila tanpa ada rasa bersalah.


Apalagi saat melihat seorang pria kecil yang duduk di samping Laila, pria kecil itu mengangguk-angguk membenarkan ucapan Laila!


"Bukankah kau sedang mengajari anakmu untuk melakukan bullying?! Aku jadi khawatir bagaimana sifat anakmu di masa depan!" Ucap Kendra.


"Berhenti mengajariku dan cepat keluar dari rumah ini sebelum aku bertindak!" Bentak Laila yang mulai kesal dengan pria didepannya.


Apa susahnya sih hanya menjawab iya?

__ADS_1


Lagipula, Laila tidak melarang Kendra datang ke rumah itu, namun hanya mengingatkan Kendra supaya ia tidak bertindak sesuka hati di rumah itu.


"Baik-baik,, ini terakhir kalinya aku masuk ke rumah ini tanpa permisi. Lain kali aku pasti membuat surat izin dulu sebelum menginjakkan kakiku di rumah ini.


"Jadi, biarkan aku makan dengan tenang hanya untuk malam ini saja, okk?!" Ucap Kendra.


Sungguh sial, setiap kali mereka dikaruniai Seorang anggota keluarga yang baru, tidak ada satupun yang pernah akur dengannya.


Semuanya selalu menindasnya seolah-olah dirinya sangat tidak penting di keluarga Anderson!


"Cepatlah makan." Lagi kata Laila masih dengan nada juteknya.


"Baik Kakak ipar." Jawab Kendra.


'Tahan,, Kendra kau harus tahan. Setidaknya sampai Samudra kembali, kau harus bertahan mendengarkan omelan Laila.' gumam Kendra menyemangati dirinya sendiri karena Samudra sudah menjanjikannya sebuah hadiah fantastis saat dia berhasil menjaga Laila dan Andra selama kepergian pria itu.


@Interaksi


Interaksi kali ini tidak penting, setidak pentingnya emas di dunia ini...!!!


Skip....!!!

__ADS_1



__ADS_2