Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 30. Raja singa terancam mengamuk


__ADS_3

Sembari Laila dan Andra makan, Weleni dan Silas berdiri di samping ruang makan untuk mendengarkan kedua orang itu.


"Sayang, apa yang kita lakukan di sini?


Mengapa kita malah mengintip mereka berdua?" Tanya Silas yang tidak mengerti dengan istrinya.


Kalau mau melihat mereka makan ya langsung saja mereka ke meja makan, tidak perlu sampai bersembunyi di balik dinding seperti itu.


"Diamlah!" Gerutu Weleni pada suaminya yang terlalu ribut.


"Kau mau tambah lagi?" Tanya Laila saat melihat nasi di piring Andra sudah habis.


Pria kecil itu mengangguk-angguk di ikutin Laila menambahkan nasi Andra lalu mereka melanjutkan makannya.


"Cucu kita sangat menyukai Laila, cucu kita bahkan makan 2 piring!" Ucap Weleni merasa sangat senang.


Karena selama apa yang mereka tahu, cucu mereka sangat sulit untuk makan, bahkan beberapa suap saja sangatlah susah untuk membujuknya.


Setelah selesai makan, Laila dan Andra meninggalkan meja makan digantikan dengan Weleni dan Silas yang pergi ke meja makan.


Baru saja Weleni mencicipi masakan buatan Laila, perempuan itu memperlihatkan wajah terkejutnya.


"Selain cantik dan juga disukai cucu kita, dia juga pandai memasak!


Dia adalah istri terbaik untuk anak kita, dengan Laila menjadi istri anak kita, keluarga mereka pasti akan semakin hangat dan berwarna!" Ucap Weleni.


"Sayang, Jangan menilai seseorang terlalu cepat.


Kau ingat dulu, di mana pertama kali Selin datang ke rumah ini, Andra sangat menyukainya.


Kita mendesak mereka supaya menikah karena kita juga berharap saat Selin masuk ke keluarga Samudra maka keluarga mereka akan semakin berwarna.


Tapi apa yang terjadi?

__ADS_1


Kita malah membawa malapetaka pada cucu kesayangan kita!


Mereka tidak bahagia!" Ucap Silas mengingatkan istrinya.


Dalam sekejap, wajah yang terlihat penuh harap berubah menjadi kemurungan.


"Kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan?" Tanyanya menghela nafas.


"Biarkan putra kita memutuskannya." Ucap Silas.


...


Dengan cepat, malam sudah tiba dan pada pukul 7 malam, acara ulang tahun ini akan diadakan di taman samping rumah.


Taman itu telah di dekorasi seindah mungkin.


Satu jam sebelum dimulainya acara ulang tahun Weleni, Samudra kembali ke rumah bersama dengan seorang penata rias yang membawakan pakaian untuk Anda dan Laila.


"Selamat malam Nyonya." Kris membungkuk memberi hormat pada Selin yang sudah ia kenal sebagai model papan atas yang sering juga ia make up saat perempuan itu memiliki pekerjaan di dalam negeri.


"Apa kau membawa Kris untuk menata aku?" Langsung tanya Selin pada Samudra


"Urus sendiri urusanmu!" Ucap Samudra lalu pria itu segera berjalan kearah kamar Andra.


Jadi, penata rias itu dibawa untuk Andra?' Selin menggertakan giginya karena Kris merupakan penata rias paling terkenal dan juga, dia biasanya menjadi penata rias seorang model ataupun artis terkenal.


Mengapa sekarang harus berkerja untuk seorang anak kecil?


"Aku harus mengikuti mereka!" Ucap Selin lalu perempuan itu segera berlari mengejar dua orang di mana kini Samudra sudah membuka pintu kamar Andra.


"Andra, kemarilah." Katanya pada anaknya.


Jelas saja kalau Andra yang sedang berada dalam suasana hati tidak baik menatap sinis pada ayahnya sebelum berlari memeluk Laila yang sedikit jauh darinya.

__ADS_1


"Kemarilah, biar Ayah yang membantumu bersiap!" Ucap Samudra.


Andra melihat ke arahnya lalu pada Kris dan Selin yang berada diluar mengintip ke dalam kamar.


Pria kecil itu menjadi semakin takut bercampur kemarahannya lalu ia memalingkan wajahnya dan memeluk Laila dengan erat.


"Tolong tunggu di luar sebentar." Ucap Samudra.


"Baik Tuan." Jawab Kris lalu pintu itu tertutup.


"Apa kau akan menata Andra?" Tanya Selin yang cemas cemas dalam hatinya kalau saja penata rias itu malah khusus di bawah untuk menata gaya seorang pelayan.


"Saya juga tidak tahu nyonya. Saya hanya disuruh datang membawa beberapa pakaian perempuan dan juga pakaian untuk anak kecil." Jawab Kris.


Melihat beberapa pakaian yang berada di tangan Kris, Selin menjadi sangat kesal.


"Berikan semua pakaian itu padaku." Ucap Selin melihat pakaian perempuan yang dibawa oleh Kris.


"Tapi Nyonya," Kris menjadi sangat cemas karena bisa saja dialah yang akan mendapat masalah kalau saja memberikan pakaian itu pada Selin.


Apa lagi tanpa seizin Samudra!


Tapi apa yang bisa ia lakukan karena Selin segera merebut beberapa pakaian itu lalu membawanya pergi.


Kris memandangi kepergian Selin dan berdiri bersama keringat yang sudah keluar dari pori-pori kulitnya.


'Ya Tuhan, kali ini saja, turunkan mujizatmu supaya sang raja singa tidak mengamuk.' Gumamnya menelan air liur.


@Interaksi



Mata siapa pun pasti serem kalo udah ada di alam lain. xixi.... mau coba?

__ADS_1


__ADS_2