Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 46. Perempuan Gila


__ADS_3

Sore hari, Laila terbangun dari tidurnya dalam keadaan kepala yang sangat pusing dan berat.


"Mmhh! Dimana aku?!" Ucapnya berusaha bangun.


"Sudah puas tidur?!" Tanya seorang pria yang berdiri di samping Laila dengan kedua tangannya berada di saku celana.


Kepalanya masih berat, tapi melihat sosok di depannya dia langsung tersentak dan mundur menjauhi pria itu.


"Kau!! Mengapa kau ada disini?!" Tanya Laila terkejut.


"Pergi basuh wajahmu!" Ucap Dewa dengan suara khasnya. Suara berat di penuhi misteri dan tekanan.


Laila menghela nafas memandangi kepergian pria itu, "Sial!! Dasar Hadi pengadu!!


Aku akan membunuhmu nanti!!" Gerutu Laila sebelum turun dari tempat tidur berusaha menyeimbangkan dirinya dan berjalan ke kamar mandi.


Sementara di luar kamar, Dewa sedang duduk bersama Hadi.


"Katakan, apa saja yang ia katakan saat mabuk?" Tanya Dewa dengan mata menatap awas pada Hadi untuk berjaga-jaga jika lelaki itu berani membohonginya.


"Dia berbicara tentang Samudra, dia bilang pria itu seorang impoten.


Dia juga bilang kalau di tengah malam Samudra beberapa kali menyelinap ke dalam kamarnya.


Tapi saat saya bertanya mengapa lelaki itu menyelinap ke dalam kamarnya ia jatuh pingsan.


Lalu ketika saya akan membawanya keluar dari bar, ia bangun dan memarahi saya, hampir saja dia membius saya!" Ucap Hadi menjelaskan.


Setelah mengatakan semua yang ia ketahui, Hadi menjadi ketakutan saat melihat ekspresi Dewa.


Bagai Raja iblis dunia atas, pria itu terlihat ingin memakannya sampai membuat Hadi berharap bisa menggali lubang dan mengubur diri hidup-hidup daripada ditatap seperti itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Hadi merasa sangat tertolong saat penyelamatnya telah datang, Laila akhirnya muncul.


"Bagaimana misimu?" Langsung tanya Dewa mengalihkan pembicaraan.


"Apa maksudmu?! Bahkan ini baru dua minggu.


Masih ada 5 bulan lebih sebelum waktu yang kita tentukan berakhir." Ucap Laila.


"Baiklah. Aku akan pergi." Kata Dewa segera berdiri meninggalkan kedua orang itu tanpa menoleh sekalipun.


Melihat kepergian Dewa, Laila langsung menajamkan tatapannya pada Hadi.


"Katakan! Apa yang sudah kau katakan pada pria itu hingga sikapnya menjadi sangat kekanakan?!" Tanya Laila membuat Hadi merasa ingin menelan semua air di lautan.


'Kau gila!' teriak Hadi dalam hatinya saat melihat Dewa yang hendak membuka pintu langsung berhenti karena ucapan Laila.


Beraninya Laila menyebut pria itu bersikap kekanakan!


"Baiklah, aku tarik kata-kataku! Cepat pergi!" Ucap Laila sebelum duduk di sofa, ia merasa kesal dengan Dewa yang masih tinggal satu ruangan dengan mereka.


'Astaga Laila!! Kau benar-benar tidak takut pada siapapun!


Meski dewa adalah mantan kekasihmu, setidaknya, ingat juga kalau dia adalah raja iblis yang suka balas dendam!' gumam Hadi.


Tapi Hadi akhirnya bernafas lega saat mendengar suara pintu ditutup dan pria itu sudah menghilang dari rumahnya.


"Jadi,, apa yang sudah kau katakan padanya?!" Tanya Laila menyipitkan matanya mengintrogasi pria di depannya.


'Ya Ampun, setelah Dewa, perempuan ini juga ikut membuatku ingin menggali lubang!' guammanya.


"Aku bilang padanya kalau beberapa kali di tengah malam Samudra menyelinap ke kamarmu dan menciummu!" Ucap Hadi berbohong sebagai balas dendam pada perempuan di depannya.

__ADS_1


"Kau!! Bodoh!! Kapan aku bilang pria itu menciumku?! Aku bahkan tidak tahu apakah dia menciumku atau tidak!"


"Jadi kau berharap dia menciummu?!" Tanya Hadi.


"Kau pikir aku bodoh?! Jelas kau yang paling tahu kalau aku membenci sentuhan fisik dengan lelaki!


Ini pasti karena aku mabuk hingga mengatakan sesuatu yang konyol seperti itu!


Tapi,, bagaimana bisa kau begitu konyol mempercayai ucapan perempuan mabuk?!" Ucap Layla meski dirinya benar-benar yakin kalau Samudra menciumnya beberapa kali di malam hari karena mimpi anehnya.


Di hari-hari sebelumnya, dia tidak pernah bermimpi berciuman dengan seseorang, tapi begitu berada di rumah Samudra, ia mendapat mimpi seperti itu setiap malam.


Menebak sendiri, Laila menghubungkan saat dimana ia pura-pura tidur dengan mimpi-mimpinya itu dan menarik kesimpulan sepihak bahwa pria itu sudah menciumnya beberapa kali!


Tapi masalahnya adalah, Laila adalah perempuan yang suka coba-coba.


Selama apa yang dia coba tidak menarik perasaan traumanya, ia akan menyukainya.


Dan lebih parahnya, ia menyukai perasaan dicium oleh Samudra!


Dan terlebih lagi, traumanya tidak timbul sedikitpun saat ia berciuman dengan pria itu!


"Sial!! Sial!! Sial!!!" Tiba-tiba teriak Laila membuat Hadi segera merapat ke sudut sofa.


"Kau perempuan gila! Cepat angkat kakimu dari rumahku atau aku akan merobohkan rumah ini bersama denganmu!" Ucap Hadi yang sudah geram menghadapi kelakuan Laila.


@Interaksi



Harusnya sih gitu,, tapi tergantung mood otor juga sih😶

__ADS_1


__ADS_2