Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 23. Cemburu pada Andra


__ADS_3

Selesai memakaikan baju Keroppi pada Andra, Laila menatap pria kecil itu dengan puas.


Sedangkan Andra, ia melebarkan senyumnya saat melihat ternyata Laila memakai kaos biru berpasangan dengan celana jeans, baju Laila berwarna senada dengan bajunya.


Pria kecil itu langsung mengulurkan tangannya, jari kecilnya memegang kaos biru milk Laila.


"Wahh, kebetulan sekali, ternyata kita memakai pakaian dengan warna senada.


Ayo mengambil beberapa foto!" Kata Laila dengan semangat lalu perempuan itu segera meraih ponselnya dan berselfie ria dengan Andra.


"Ini sangat cantik! Kita terlihat serasi!" Puji Laila dengan hasil selfie nya sendiri lalu dia menggunakan foto itu untuk menjadi wallpaper ponselnya.


"Kakak akan mencetak beberapa lalu memberikannya padamu.


Sekarang, kakak harus pergi berganti baju lalu kita bisa sarapan." Kata Laila membuat Andra Langsung menunjukkan wajah tidak sukanya dan dengan cepat meraih catatan dan penanya.


JANGAN MENGGANTI BAJU, tulis Andra karena tidak mau pakaian couple mereka diagnti.


"Benar juga, tapi-"


"Jangan menggantinya, mulai sekarang, kau tidak perlu menggunakan pakaian pelayan." Ucap Samudra yang sedari tadi mengintip 2 orang itu dari balik pintu.


Melihat ayahnya muncul, Andra memperlihatkan senyum kemenangan pada ayahnya.


KAKAK, AYO PERGI SARAPAN, tulis Andra.

__ADS_1


"Ah, baiklah." Ucap Laila lalu mereka berdua keluar dari kamar meninggalkan pria yang terus memandangi mereka berdua.


'Mana mungkin aku tega memisahkan mereka!


Mereka memiliki ikatan batin yang sangat kuat.' Gumam Samudra memandangi kepergian dua orang yang terlihat sangat hangat.


Setelah sarapan, Laila tidak memiliki apapun untuk dikerjakan karena Samudra sudah menugaskannya hanya untuk bersama dengan Andra.


Keduanya duduk di balkon lantai atas dengan Andra yang sangat patuh tidak mau mengganggu Laila yang sedang bermain ponsel.


Pria kecil itu duduk di depan Laila sambil membaca sebuah buku.


Tapi meskipun pria kecil itu sesekali larut dalam bacaannya, Andra masih sesekali menatap kearah Laila sebelum tersenyum hangat dan kembali fokus ke bacaannya.


Sementara itu, dari ruangan kerjanya Samudra mengamati kedua orang itu lewat sebuah layar yang tersambung dengan CCTV rumah.


Setelah menekan tombol merah itu, Samudra bisa melihat Laila tetap tenang bermain ponsel.


'Dia sangat tenang, padahal aku baru saja mematikan semua koneksi internet yang bisa diakses dari rumah ini.


Memang dia mata-mata yang pintar!' sangka Samudra mengira Laila sedang mengirim beberapa informasi keluar.


Tapi yang tidak diketahuinya, Laila sedang melihat foto-fotonya dengan Andra.


'Sial! Mengapa aku merasa candu untuk melihat foto-foto ini?

__ADS_1


Andra? Dia hanya anak kecil umur 5 tahun yang terus menempel padaku!


Aku tidak boleh terlalu dekat dengannya, atau misi ku akan gagal hingga pria sialan itu bisa memiliki celah untuk memaksaku menikah dengannya!' gumam Laila segera menandai semua foto untuk dihapus.


Tapi saat ia akan menekan tombol hapus, Laila merasa sangat tidak tega.


Apalagi saat ia melihat pria kecil di depannya menurunkan bukunya lalu melihat ke arahnya sambil tersenyum hangat.


"Sayang, pesonamu!" Laila tidak bisa menahan diri segera perempuan itu mendekati Andra dan memeluknya dengan erat.


"Apa kau sejenis narkoba? Mengapa aku jadi candu?" Ucap Laila yang merasa sangat gemas dengan Andra.


Samudra yang melihat kelakuan keduanya tanpa sadar mengepalkan tangannya, entah kenapa ia merasa ada yang aneh dengan dirinya.


'Mengapa aku seperti ini? Merasa sangat kesal saat dia memeluk putra kami!


Aku ingin supaya diriku lah yang dipeluk seperti itu!


Bukan anak kami!' gerutunya dalam hati.


@Interaksi


Ex, Baju Andra,,,


__ADS_1



__ADS_2