Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BaB 219. Pelukan Ayah


__ADS_3

"apakah dia baik-baik saja?" tanya laila sembari menoleh ke arah adelin yang tidur di atas sofa dengan dada turun naik seolah tarikan nafas perempuan itu sangatlah berat.


"dia baik-baik saja, kamu tidak perlu kuatir." ucap morgan yang duduk di samping istrinya sembari memegang tangan istrinya.


"baguslah," ucap laila merasa lega.


"laila, kamu sudah mendengar tadi apa yang dikatakan oleh istriku. tentang dia adalah ibu kandungmu, itu semua kami harapkan menjadi sebuah kenyataan." ucap morgan memberikan dua foto yang sudah dilihat oleh seluruh keluarga anderson.


"foto ini," laila mengamatinya dengan serius.


"foto yang di tangan kananmu adalah foto pernikahanku dengan adelin. kalian berdua sangat terlihat mirip hingga ketika kami pertama kali melihat perbandingan foto itu kami juga terkejut.


"dan bukan hanya itu saja, waktu kelahiranmu sama dengan waktu kelahiran putri kami yang telah ditukar oleh seseorang." morgan mengambil ponselnya lalu memutar video pengakuan irmawati yang didapat morgan dari dewa.


"jadi,, jadi sebenarnya aku bukanlah anak yang di pungut di pinggir jalan ke rumah tapi,," laila memejamkan matanya, berusaha menahan air matanya yang hendak tumpah.


"benar, dan juga tanda lahir pada lengan kanan itu, sebenarnya dulu ayah juga melihatnya di lengan kanan mu saat pertama kali melihatmu.


"tapi kemudian ayah mengira itu hanyalah noda darah yang memudar di sana. tapi ternyata, tidak menyangka itu benar-benar sebuah tanda lahir.

__ADS_1


"tapi kalau kamu masih ragu dengan semua yang sudah kami ceritakan kita bisa melakukan tes dna." ucap morgan membuat laila menyentuh lengan kanannya di mana tanda lahirnya berada.


dalam sekejap, ia menumpahkan air matanya dan terisak memandangi morgan dan adelin.


"jadi,, jadi sebenarnya aku masih memiliki keluarga yang berhubungan darah secara langsung selain putra kandungku?" laila terisak dengan keras membuat morgan tidak tahan melihat kesedihan perempuan itu dan bergerak memeluk laila.


membalas pelukan morgan, laila bergetar sambil terisak. pelukan hangat dari seorang ayah.


"jadi ini rasanya memeluk ayah,, hiks,, hiks,, pelukannya hangat," ucap laila dalam isakannya.


adelin yang mendengarkan percakapan mereka dan isakan kedua orang itu berusaha mengabaikannya supaya sesak nafasnya tidak semakin menjadi-jadi.


"ayah, tolong ibu, sepertinya dia kesakitan." ucap laila saat melihat sesak adelin semakin parah.


mendengar panggilan ayah dan ibu yang dilontarkan oleh laila, morgan dan adeline menjadi semakin bahagia.


morgan melepaskan pelukannya dengan layla dan beralih memeluk istrinya sebelum membawa perempuan itu keluar dari ruangan.


"laila, kami akan kembali lagi menemuimu." ucap morgan pada laila sembari berlari keluar ruangan.

__ADS_1


"iya ayah." ucap laila dengan haru.


"ibu," andra yang sedari tadi mengintip ketiga orang itu segera keluar dari tempat persembunyiannya.


"putraku," laila mengulurkan tangannya pada andra lalu mereka berdua berpelukan.


"ibu sangat senang, terima kasih sayang," ucap laila.


"ibu jangan menangis, nanti ibu sakit lagi." ucap andra dengan sedih.


"ibu baik-baik saja. jangan kuwatir. sekarang, ayo pergi menemui ayah." ucap laila sembari menghapus air matanya.


laila dan andra lalu pergi ke kamar samudra.


@Interaksi



Ini maksudnya gimana? Sabarnya setengah ajah? Bukannya yang 1/2 itu gak baik ya?👀

__ADS_1


__ADS_2