Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 71. Aku minta di cium!


__ADS_3

Menurunkan Laila di depan apartemennya, mobil itu kembali berjalan meninggalkan Laila yang langsung masuk ke apartemennya.


"Bos, aku akan mengatur seseorang untuk menyelidiki Hx-1.


Selain bisa memperlancar rencana Laila untuk menghancurkan Anderson group, orang itu akan sangat berguna bagi kita!" Ucap Geral.


"Tidak, cari orang itu dan buat dia bekerja pada Anderson Group." Ucap Dewa hampir membuat Geral mengatakan selamat tinggal pada jantungnya.


Bagaimana bisa,, bagaimana bisa lelaki dibelakangnya itu berencana membantu musuh mendapatkan Hx-1?!


Paling tidak, jika ingin menggagalkan rencana Laila, maka tidak perlu memberi senjata pada musuh.


"Bos,, apa maksudmu?" Tanya Geral tak mengerti.


"Tentu saja membuat Hx-1 masuk kedalam Anderson group namun tetap bekerja pada kita.


Mengambil informasi dari perusahaan Itu dan mengirimkannya kepada kita!" Ucap Hadi yang sementara menyetir, pria itu sangat percaya diri dengan tebakannya.


"Tumben kau pintar. Ya! Itulah rencananya!"


Tapi, pria yang berada di belakang mobil sama sekali tidak setuju dengan apa yang dikatakan Hadi.


Namun begitu, pria itu tetap diam dan tidak menjawab 2 orang yang kini terlihat sangat senang karena mereka memiliki rencana lain yang bisa mempercepat kehancuran Anderson Group.


'Hx-1 harus secara murni bekerja Anderson grup untuk mencegah Laila melancarkan rencananya.


Jika tidak, Laila mau pun Samudra bisa curiga lalu menyelidikinya dan menggagalakan rencanaku!

__ADS_1


Bila tidak, Laila akan berhasil menghancurkan Anderson Group dan membatalkan pernikahanku dengannya.


Hx-1 tidak pernah sebanding dengan Laila!' gumam Dewa membuat orang perempuan yang sedang berciuman dengan seorang lelaki langsung tersedak dan batuk-batuk dengan keras.


"Sayang, ada apa?" Tanya Samudra yang panik melihat perempuan di dalam pelukannya kini tersiksa dengan batuknya.


"Tidak,, tidak apa, aku pikir seseorang sedang merencanakan niat buruk untukku." Ucapan Laila berusaha menenangkan diri sebelum kembali memeluk Samudra.


"Mengapa kau pulang cepat?" Tanya Laila yang sebenarnya terkejut bahwa lelaki itu tiba-tiba saja berada di apartemennya di sore hari seperti itu.


"Aku pulang cepat untukmu." Ucap Samudra tanpa permisi menggendong perempuan itu dan membawanya ke kamar.


"Ada apa? Apa kita akan,," Laila terlihat bersemangat melihat tempat tidur.


Apakah sekarang, pria itu sudah memutuskan untuk membawa hubungan mereka semakin dekat dengan pernikahan?


Laila tersenyum melihat kepergian pria itu.


"Dia mau bemain-main denganku?" Ucapnya tersenyum membuka kancing kemejanya.


Melemparkan kemeja dan roknya ke lantai, perempuan itu berbaring tengkurap, membungkus diri dengan selimut, menunggu kembalinya Samudra.


Berada di bawah selimut dengan hati berdebar-debar, Laila Akhirnya merasakan seseorang berjalan ke dalam kamar.


Lalu merasakan pria itu menaruh sesuatu di nakas sebelum membuka selimut.


Lepas kutangmu." Kata Samudra menahan nafas.

__ADS_1


"Dapatkah kau membantuku?" Tanya Laila.


Tidak menjawab pertanyaan Laila, lelaki itu langsung membantu Laila melepas kutangnya sebelum mengambil minyak esensial yang sudah ia siapkan.


Setelah itu, kekecewaan melingkupi seluruh hati Laila saat mengetahui bahwa pria itu hanya berniat untuk memijatnya.


"Hanya memijat?" Tanya Laila frustasi.


"Hmm,, aku tahu kau sangat lelah. Bisa-bisanya kau berdiri selama setengah hari.


Apa kakimu terasa ngilu?" Tanya Samudra kini memegangi kaki Laila dengan mata yang sendu merasakan kelelahan pada 2 kaki yang indah itu.


Kesal pada Samudra, perempuan yang sedari tadi berbaring telungkup langsung membalikkan badannya dan duduk menghadap Samudra.


"Kakiku tidak sakit! Punggungku juga baik-baik saja dan tanganku masih kuat! Tapi,, bibirku terluka." Ucapnya menatap Samudra dengan wajah manja.


"Terluka? Dimananya?" Tanya Samudra mengulurkan tangannya memeriksa bibir Laila dengan teliti.


Hal itu membuat Laila merasa tak berguna. Apakah dirinya sama sekali tidak menarik dimata pria itu, atau memang Samudra adalah pria impoten yang hanya suka memeluk dan mencium tanpa ada gairah seksual?


"Aku minta di cium!" Teriak Laila pada Samudra ketika kesabarannya sudah habis.


@Interaksi.



Kalau tulus mah gak mungkin jadi mantan...!

__ADS_1


__ADS_2