Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 38. Model pincang


__ADS_3

Di lantai dua rumah tua, semua orang sedang berdiri di depan pintu membujuk seorang lelaki kecil yang kini bersembunyi bersama seorang perempuan muda di dalam kamar.


"Sayang,, maafkan nenek! Nenek tidak akan mengulanginya lagi, bisakah kau membuka pintu untuk nenek?" Ucap Weleni yang sedari tadi sudah mengatakan berbagai bujukan pada cucu lelakinya, tapi tak pernah dihiraukan.


Weleni masih berada di depan pintu sambil membujuk cucunya saat Kendra akhirnya menyusul ke lantai 2.


"Ibu! Apa keponakanku sedang bersama dengan Layla di dalam kamar?!" Tanya Kendra dengan wajah penuh kecemasan.


Bagaimana kalau keponakan tersayang malah dilukai oleh Laila?!


Weleni berbalik menatap putranya dengan air mata sudah menggenangi pipinya.


"Anak Berandal! Ini semua salahmu! Dalam 1 jam, kalau kau tidak bisa membujuk cucuku keluar dari kamarnya, aku akan mencoretmu dari kartu keluarga!" Kata Weleni sebelum meninggalkan pintu kamar itu diikuti Silas yang menghela nafas melihat kelakuan istrinya.


Kendra ditinggalkan dengan tidak berdaya, lelaki itu menatap ada kakaknya yang berdiri dengan tenang.


"Apa aku benar-benar anak kandung ayah dan ibu?


Bahkan Aku dikalahkan oleh seorang perempuan yang berstatus sebagai pelayan!" Ucapnya tak percaya.


"Sepertinya begitu. Sebaiknya kau sadar diri!" Kata Samudra dengan malas lalu pria itu juga meninggalkan Kendra.


"Astaga!! Keluarga ini!!" Kendra menggertakkan giginya lalu mendekati pintu kamar Andra.


"Keponakan Paman tersayang, dapatkah kau membuka pintu untuk Paman?" Katanya menggantikan ibunya yang sudah gagal membujuk pria kecil di dalam kamar.


...


Malam berlalu di gantikan pagi menyingsing, Kendra tertidur di depan pintu kamar Andra karena pria itu gagal membujuk keponakannya.

__ADS_1


Masih pagi-pagi sekali saat Samudra mendatangi pintu kamar anaknya dan menatap pada pria yang menyedihkan di bawah lantai.


1 tendangan berhasil membangunkan Kendra.


"Astaga Kak!!" Ucap pria itu terkejut dan berdiri memeriksa kamar keponakannya.


"Pergi bekerja!" Ucap Samudra.


"Apa?! Ini masih terlalu pagi!" Kendra menatap jam tangannya. "Bagaimana bisa Kakak begitu kejam menyuruh-"


"Apartemenmu-"


"Baik! Aku pergi sekarang!" Langsung kata Kendra berlari ke lantai satu dengan buru-buru sambil menggerutu.


Kakaknya begitu tega!


Setelah mobilnya, kini apartemennya yang akan di sita?


Setelah Kendra pergi, Samudra mengetuk pintu kamar Andra dan berkata "Laila, ini aku."


3 detik setelah itu, pintu kamar terbuka memperlihatkan seorang perempuan dengan wajah yang terlihat baru bangun dan memakai pakaian tidur berwarna kuning dengan gambar pokemon.


Samudra tertegun sesaat melihat wajah cerah Laila di pagi hari.


"Terima kasih." Katanya lalu berjalan ke tempat tidur dimana putranya sedang berbaring.


Andra dan Laila memakai pakaian pasangan.


'Harusnya pakaian itu ada 3, satu lagi untukku!' gumam Samudra merasa tersisihkan.

__ADS_1


"Apa dia menangis?" Tanya Andra.


"Tidak Tuan," jawab Laila.


Samudra berbalik menatap Laila. "Jangan pernah memanggil ku Tuan lagi panggil namaku saja." Katanya.


"Baik, Samudra." Jawablah dengan spontan membuat samudra tersenyum.


'Calon istriku memang luar biasa!'


Jika saja Laila adalah perempuan biasa maka dia pasti memerlukan waktu untuk menyesuaikan kebiasaan memanggil nama.


"Kita akan pulang sekarang." Ucap Samudra mengambil Andra ke gendongannya.


Ketiganya segera meninggalkan kamar.


Weleni dan Silas baru saja bangun saat melihat ketiga orang itu pergi bersama ke pintu keluar.


Weleni tertegun sebentar, 'Mereka, mengapa aku melihatnya seperti keluarga kecil?' gumamnya.


"Kalian mau kemana?" Tanya Silas.


Samudra berbalik menatap ayahnya "Kami akan pulang sekarang."


Selin yang baru saja muncul langsung berteriak keras. "Apa?! Kalian pulang tanpa aku?!"


Laila menatap Selin dengan kesal 'Model pincang ini, apa dia akan mengganggu kami?' gumamnya segera memikirkan rencana.


@Interaksi

__ADS_1



Pada kompakan ni.... makasih ya,, berkat kalian yang kritis otor udah revisi yang salah 😀😀..


__ADS_2