
Setelah berhari-hari berada di rumah Samudra, Laila akhirnya memiliki kesempatan untuk keluar dari rumah laknat itu.
Di zaman modern seperti ini, dimana internet adalah hal nomor satu yang dibutuhkan oleh semua orang, rumah itu malah menghilangkan semua koneksi internet di sana!
Merasa stres selama berhari-hari di rumah Samudra, Laila akhirnya memilih menghabiskan waktunya bersama seorang teman yang juga ditugaskan di ibukota.
"Laila! Di sini!" Ucap salah seorang lelaki yang merupakan temannya di satu geng mafia.
Laila langsung duduk di depan pria itu dan mengambil sebotol minuman lalu menuangkannya kedalam gelas dan meneguknya sampai habis.
"Ada apa denganmu?" Tanya Hadi yang tidak biasa melihat perempuan yang terkenal berhati dingin pada pria kini terlihat galau.
Laila menghela nafas dengan berat "5 hari ini hidupku penuh dengan penderitaan! Rencanaku berjalan sangat lambat hingga hampir membuatku gila!" Jawab Laila.
"Menderita? Aku pikir rencanamu berjalan sangat bagus, apalagi saat aku melihat video mu di acara ulang tahun Nyonya Tua Anderson.
Woah!! Kau melakukannya dengan sangat baik hingga menampar seorang model populer bernama Selin?!
Ck,, ck,,"
"Apa maksudmu?" Tanya Laila yang tidak mengerti.
"Kau gila, bukankah kau adalah orang yang menjadikan internet sebagai kekasihmu?" Tanya Hadi tak percaya jika perempuan itu tidak mengetahui berita-berita terbaru, apalagi menyangkut tentang dirinya.
Laila meraih ponselnya dan menyalakannya, "Sial!! Samudra si pria impoten itu membuat jaringan di rumahnya tidak bisa digunakan sedikitpun!
Aku hampir mati karena kehilangan akses internet!
__ADS_1
Pekerjaanku pun jadi sangat terhambat karena ulah pria itu!" Ucapan Laila menggerutu sembari membuka ponselnya untuk mencari berita terbaru.
"Pria Impoten? Apa yang aku maksud?" Tanya Hadi.
"Apa lagi, Aku baru saja mengetahui kalau samudra adalah seorang pria impoten!
Sekarang, diam disitu dan biarkan aku melihat beberapa situs ini." Ucap Laila mulai menjelajahkan jarinya.
Detik berikutnya, ia melihat kekuatan internet yang sangat dahsyat.
"Aku setuju! Andra sama sekali tidak mirip dengan Selin dan lebih mirip dengan Layla.
Juga, jika Selin bukan ibu kandung Andra, mengapa harus mempertahankan perempuan memalukan itu di keluarga Anderson?!"
"Setuju!!! Perceraian adalah jalan satu-satunya untuk melindungi anak kecil yang sangat menggemaskan itu.
Dan aku tidak mau jodoh anakku memiliki Ibu laknat seperti Selin!"
"Setuju!!!"
"Setuju!!!"
"Setuju!!!"
Hadi melihat bagaimana Laila mengatupkan giginya saat menatap layar ponselnya "Hahah,, dari ekspresimu sepertinya kau sangat terkejut.
Tapi dari caramu melihatnya, memang kau sangat mirip dengan anak kecil itu.
__ADS_1
Senyum kalian dan ukiran mata kalian saat tersenyum, aku pikir kalian mungkin bersaudara!" Ucap Hadi.
"Jangan bicara omong kosong! Jelas aku tidak ada hubungannya dengan Andra!" Tegas Laila.
"Tunggu, Siapa yang memulai Vote perceraian Selin dan Samudra?" Ucap Laila mencari informasi.
"Sebuah akun anonim tanpa nama. Bahkan akun itu kini membeberkan bagaimana cara kerja Selin di dunia permodelan.
Beberapa video yang ia unggah juga memperlihatkan perselingkuhan Selin dengan beberapa teman modelnya." Jawab Hadi.
"Aku harus berterima kasih padanya, ia mempermudah pekerjaanku." Ucap Laila tersenyum lalu dia melihat berita lain dimana kerugian perusahaan samudera mencapai triliunan hanya dalam 2 Minggu.
"Sial! Dewa,, apa dia datang kemari?" Tanya Laila saat melihat perusahaan baru yang merupakan cabang perusahaan Dewa di kota FF.
"Tidak, tapi dia membangun perusahaan baru untuk menghancurkan Samudra.
Dan informasi yang kau berikan padanya sangat berguna, kau lihatkan sekarang perusahaan Samudra mengalami keterpurukan!" Ucap Hadi yang merasa bangga pada dirinya sendiri karena ia ikut berperan dalam kehancuran perusahaan Anderson.
"Jadi,," Laila terdiam ditempatnya, entah kenapa dia merasa tidak tega pada Samudra.
Setelah makan malam terakhir bersama semua keluarga Samudra sudah tidak pernah kembali ke rumah karena urusan perusahaan yang terlalu banyak.
"Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kau tidak rela kalau grup Anderson mengalami kebangkrutan?
Atau,, jangan katakan padaku kalau hatimu yang dingin itu sudah luluh oleh anak kecil yang kau asuh!
Atau jangan-jangan, kau malah menyukai ayah dari anak kecil itu?!" Ucap Hadi berusaha menerawang Laila.
__ADS_1
"Diamlah!! Mana mungkin sepeti itu!" Geram Laila.