
Samudra akhirnya kembali dari luar kota, dan orang yang pertama ia cari adalah istrinya.
Pria itu menemukan istrinya di dalam kamar Andra, keduanya sedang tidur siang bersama.
Cup,, cup,, cup..!
Pria itu sangat tidak sabaran dan langsung menyerbu Laila dengan serentetan ciuman kerinduannya.
"Hmm..?" Laila mengerjapkan matanya dan terkejut melihat suaminya sudah ada di depannya.
"Sayangku,,!" Laila langsung bangun dan memeluk pria itu dengan erat.
"Apakah harimu berat? Maafkan aku," ucap Samudra.
"Aku baik-baik saja, tapi Andra, dia agak berubah setelah kejadian di cafe. Aku takut,," ucap Laila menitikkan air matanya.
Melihat putranya, Samudra kini mengerti mengapa Laila begitu terburu-buru membangkrutkan perusahaan Rizal.
Semua itu dilakukan karena Anita sudah berani menyentuh seseorang yang disayangi oleh Laila.
"Ini bukan salahmu." Ucap Samudra menepuk pelan punggung Laila.
"Ini salahku, harusnya aku tidak memberi balas kasihan pada siapapun yang dekat dengan musuhku. Sekarang, karena kecerobohanku, aku sudah menyakiti putra kita." Ucap Laila dengan nafas memburu karena berusaha menahan emosinya.
Mengetahui Layla tidak mudah ditenangkan, pria itu mengangkat Laila dan membawanya keluar dari kamar Andra.
Samudra pergi ke kamarnya dan duduk di pinggir tempat tidur sembari memeluk Laila.
__ADS_1
"Aku tidak akan memaafkan mereka, aku akan mengejar mereka dan membuat mereka bertekuk lutut meminta maaf atas semua perbuatan mereka! Mereka sudah begitu kejam!" Isak Laila dipenuhi dendam dan rasa bersalah karena Andra.
"Aku mengerti, aku akan selalu mendukungmu." Ucap Samudra.
Kedua orang itu masih berada dalam suasana melow saat tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
"Duduklah di sini, aku akan membuka pintu." Ucapan Samudra mendudukan Laila di pinggir tempat tidur.
Saat Samudra membuka pintu, orang yang datang ternyata adalah kedua orang tuanya.
"Ada apa?" Tanya Samudra.
"Kami ingin bertemu dengan Layla." Ucap Weleni.
"Baiklah." Jawab Samudra menutup pintu kamar dan kembali menghampiri istrinya yang masih duduk di ranjang dengan mata sembab.
"Ayah dan Ibu, Mereka ingin bertemu denganmu." Ucap Samudra.
"Aku akan cuci muka." Ucap Laila berlari ke kamar mandi lalu perempuan itu segera membasuh wajahnya dan menggunakan riasan untuk menutupi mata sembab nya.
Setelah selesai, ia menghampiri Weleni dan Silas yang sudah menunggunya di ruang keluarga.
"Ayah, Ibu," ucap Layla.
"Kemarilah, duduk di sini." Weleni langsung menarik Laila lalu perempuan itu duduk bersama.
__ADS_1
"Jadi,, ceritakan pada kami, apakah foto ini benar?" Tanya Weleni memperlihatkan sebuah foto di mana Laila menggunakan gaun pengantin dan berfoto bersama Andra dan Samudra.
"Ibu, Ibu mendapat ini dari mana?" Tanya Laila terkejut.
"Apakah itu penting?! Yang paling penting adalah kebenarannya." Ucap Weleni yang sangat bersemangat.
"Itu benar, secara hukum, kami sudah sah dalam pernikahan." Jawab Samudra yang datang menyusul Laila membuat Weleni dan Silas bersorak kegirangan.
"Benar sekali..!! Sekarang kau sudah resmi menjadi menantu kami." Ucap Weleni langsung memeluk Laila.
Sementara Silas menepuk-nepuk pundak anaknya karena begitu bangga pada Samudra.
Mereka masih dalam suasana hati yang berbahagia karena mengetahui pernikahan Laila dan Samudra saat suara teriakan tiba-tiba terdengar dari lantai atas.
Laila adalah orang yang paling pertama terkejut dan langsung berlari ke lantai atas.
Jantungnya berdegup kencang saat ia membuka pintu kamar Andra dan mendapati pria kecil itu berteriak-teriak histeris dengan wajah ketakutan.
"Sayang,, mama di sini." Ucap Laila langsung membawa Andra ke pelukannya dan berusaha menenangkan pria kecil itu.
"Mama memelukmu,, Mama memelukmu." Ucap Laila menahan air matanya yang hendak bercucuran membasahi pipinya.
Nafasnya tertahan dan hatinya terasa begitu sakit melihat keadaan putranya.
@Interaksi
__ADS_1
Mau ngajarin gak? Nanti aku kasih tip yang banyak..! 🤭
Abis itu kita bagi pengalaman di sini biar jadi terkenal..! ✌️✌️✌️