
Kendra menaiki pesawat yang akan membawa mereka ke luar negeri untuk berlibur.
Ia kebingungan, ternyata mereka menumpangi pesawat umum, bukannya pesawat pribadi yang biasa digunakan untuk keluarga Anderson yang hendak bepergian.
Seorang pramugari mengantarnya ke sebuah ruang VIP yang terdiri dari dua tempat tidur dan 2 sofa tunggal yang diletakkan di dekat jendela pesawat.
"Kenapa ada dua ranjang di sini?" Kendra bertanya-tanya melihat tempat itu dan semuanya terdiri dari 2 pasang peralatan.
"Mungkinkah aku tidur bersama kakak dan keponakanku bersama mamanya?" Kendra menahan tawanya sebab merasa senang kalau Samudra ternyata dipisahkan dengan Layla.
"Ini tempat saya?" Tiba-tiba suara seorang perempuan yang sangat menggelisahkan di telinga Kendra terdengar memasuki ruang VIP milik Kendra.
"Benar Nona, silakan nikmati waktu Anda." Ucap sang pramugari sebelum meninggalkan Melinda lalu dua orang yang sudah bertatapan kini membentuk badai di pertemuan tatapan mereka.
"Kau..!"
"Tuan..!"
Keduanya berteriak bersamaan merasa tidak percaya bahwa mereka akan berada di ruangan yang sama.
"Siapa yang menyuruhmu masuk ke sini?! Oh, Apa kau ingin mencari kesempatan supaya bisa berduaan dengan ku?!" Tanya Kendra dengan wajah tidak Sudi nya.
__ADS_1
"Ada apa dengan wajah Tuan? Tuan pikir saya sudi berada di satu ruangan dengan tuan?! Tidak pernah!!!" Ucap Melinda merasa paling kesal pada Kendra.
'Astaga,, perempuan ini benar-benar, hanya wajahnya saja yang terlihat polos tapi saat dia marah suaranya bisa memecahkan 1 jagat raya!' gumam Kendra tak habis pikir.
Jika seseorang hanya melihat wajah Melinda, dan tidak mengenalnya maka mereka akan tertipu kalau perempuan di depan mereka sangatlah polos.
Tapi mereka bisa langsung mati dalam satu detik saat melihat perempuan itu marah!
"Baiklah!! Kau boleh mengambil tempat ini!" Ucap Kendra yang tidak mau berdebat dengan Melinda
Dia tahu, siapapun yang salah di antara mereka maka Melinda lah yang akan benar dimata Weleni, Silas, dan juga Laila!
Kendra meninggalkan ruangan itu dan menemui seorang pramugari yang bertugas.
"Maaf Tuan, Tapi semua ruangan sudah di pesan. Tidak ada lagi yang tersisa." Ucap Sang pramugari.
"Aku tidak masalah dengan kelas yang ada dibawahnya bahkan kelas ekonomi pun tidak masalah bagiku." Jawab Kendra.
"Sayang sekali, tapi semuanya juga sudah penuh." Jawab Sang pramugari membuat Kendra menghela nafas seolah tak percaya dengan kesialan yang ia alami.
"Kalau begitu, carikan aku perempuan untuk berganti tempat duduk dengannya." Ucap Kendra.
__ADS_1
"Maaf, Tapi semua penumpang di pesawat ini adalah pria. Selain itu, yang perempuan hanya ada Nyonya Laila dan nyonya tua Weleni." Jawab sang pramugari membuat Kendra tertawa merasa konyol bahwa satu pesawat semuanya diisi oleh laki-laki.
"Beri aku daftar penumpang kalian." Ucap Kendra pada sang pramugari disanggupi oleh pramugari itu.
Mata Kendra hampir keluar dari tempatnya saat melihat semua nama dan jenis kelamin di daftar penumpang itu adalah laki-laki.
"Aku tidak percaya ini! Ini pasti ulah Kakakku bukan?! Memalsukan daftar penumpang, tapi sayang sekali aku tidak mudah ditipu!" Ucap Kendra lalu pria itu berjalan memeriksa satu per satu ruangan dan menemui bahwa semua penumpang adalah pria, bahkan di kelas ekonomi pun tidak ada satupun perempuan!
"Ini tidak mungkin..!" Ucap Kendra sembari menatap sang pramugari yang sedari tadi mengekori nya.
"Kalau tidak ada lagi, Tuan bisa kembali ke ruangan Tuan. Lagipula, perjalanan kita hanya sekitar 5 jam saja." Ucap sang pramugari membuat Kendra semakin kesal.
5 menit saja bersama Melinda dia sudah terkena darah tinggi apa lagi selama 5 jam?
"Sial..! Ini pasti rencana mereka untuk mengikutkan Melinda dan membuatku satu ruangan dengan Melinda..!" Geram Kendra namun tidak memiliki pilihan lain selain kembali ke ruangan di mana Melinda berada.
@Interaksi
Kalo gitu, komennya yang biasa ajah dong,,, jangan lempar batu kalo berharap di lempar nasi kotak...!!ðŸ¤
__ADS_1
Maaf kalo gak kesinggung..!