Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 229. Fokus pada kesembuhan


__ADS_3

"Ada apa ini?" Tanya Samudra pada Morgan yang berdiri dengan tenang memandangi perkelahian di depannya.


"Bicaralah!" Ucap Morgan pada Geral yang kini masih bersujud di bawah lantai.


"Saya akan bicara begitu Tuan memerintahkan pengawal Tuan berhenti berkelahi dengan Bos Dewa." Ucap Geral membuat Morgan menghela nafasnya namun tidak bisa tidak menuruti perintah pria itu.


"Berhenti!" Ucap Morgan lalu semua pengawalnya berhenti menyerang Dewa.


"Geral! Kau pikir kau bisa mengendalikan situasi?! Kau ingin membantahku?!" Teriak Dewa pada Geral.


Mendengar Dewa sangat melarang Geral berbicara, Samudra menyadari ada sesuatu yang telah disembunyikan oleh Dewa.


Dan menurut pengamatannya, hal tersebut berhubungan erat dengan kasus penyerangan di pulau.


"Ya Dewa benar, kau tidak perlu menceritakan apapun. Biarkan segala sesuatu yang kami duga menjadi fakta untuk kami.


"Dengan begitu, Aku tidak perlu kesal lagi saat melihat Dewa berduaan dengan putraku ataupun dengan istriku ataupun dengan siapapun yang ada di dekatku.

__ADS_1


"Kalian bisa pergi dari sini dan mengubur semua keinginan kalian untuk mendekati keluargaku!" Ucap Samudra dengan wajah tidak peduli.


Sementara Dewa yang mendengar ucapan Samudra, pria itu merasa dirinya telah dibatasi dengan ketat.


Bagaimana bisa dia tidak ketemu dengan Andra?


Kelemahan Dewa dimanfaatkan oleh salah satu pengawal Morgan lalu diam-diam menembakkan obat bius ke arah Dewa.


Dalam 3 detik, Dewa jatuh ke lantai dengan kesadaran yang memudar.


"Bos!" Geral langsung berlari ke arah Dewa saat melihat pria itu terjatuh.


Setelah Dewa dibereskan, Geral, Morgan dan Samudra beserta Laila duduk bersama untuk mendengarkan penjelasan Geral.


"Maafkan saya, jadi awalnya saya mendapat telepon dari tuan Robert dengan dali menawarkan kerjasama untuk memberantas keluarga Anderson.


"Dan karena Dewa sangat peduli dengan Laila, Saya memutuskan untuk mengatakan hal tersebut pada Dewa. Dewa lalu memutuskan untuk mengikuti permainan mereka dengan catatan bahwa tidak akan ada yang terluka.

__ADS_1


"Namun, Saya tidak menyangka bahwa kemudian saya gagal menjalankan misi saya hingga berakhir mencelakai kalian berdua. Sekali lagi saya minta maaf. Ini adalah kesalahan saya yang kecolongan dalam menjalankan misi." Ucap Geral.


"Jadi, Apa tujuan Dewa membiarkan Robert menyerang keluarga Anderson? Mengapa tidak menghentikannya begitu mengetahuinya?" Tanya Morgan.


"Ini semua karena Dewa ingin melihat bagaimana tulusnya pengorbanan Samudra untuk Layla. Tapi sungguh bukan rencana dewa untuk membuat celaka siapapun. Ini semua diluar kemauannya." Ucap Geral.


"Jangan bilang kalau pesawat yang berdiam diri saat kami berkelahi dengan orang-orang Rizal adalah pesawat milik orang-orang mu?" Tanya Laila ketika dia mengingat sebuah pesawat yang terus berdiam diri di kepala mereka menonton pertunjukan di bawahnya.


"Benar, saat itu kau menembak pilot kami hingga menyebabkan rencana kami menjadi kacau. Sekali lagi, saya minta maaf. Ini sungguh kesalahan saya." Ucap Geral.


"Sudahlah, tidak perlu minta maaf lagi. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan dan kenyataannya sudah terbongkar bahwa apa yang terjadi bukanlah keinginan Dewa." Ucap Morgan.


"Benar, kalau bukan karena Dewa, istriku juga tidak akan bertemu dengan orang tuanya. Bahkan, mungkin kami akan terluka lebih parah lagi seandainya Dewa tidak mengetahui rencana Robert." Ucap Samudra.


"Benar, lebih baik sekarang kita lebih fokus pada kesembuhan kalian berdua." Ucap Morgan.


@Interaksi

__ADS_1



Eh eh,, emang udah pernah ketemu Alien? Otor ajah gak pernah tuh..! Jangan-jangan,, aliennya malah yang lagi nuduh-nuduh nih...?


__ADS_2