Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 139. Siasat Laila


__ADS_3

"Sepertinya tidak pantas jika orang asing seperti Saya menanyakan kejadian masa lalumu.


Lagi pula, waktu kita berbicara sangatlah terbatas.


Jadi aku akan langsung saja, aku mengundangmu kemari untuk membahas mengenai hubunganmu dengan istriku." Ucap Rizal.


"Ahh, ya, saya sudah mendengarnya dari konferensi pers yang Tuan Rizal adakan." Ucap Laila.


"Sayang, bicaralah." Ucap Rizal pada istrinya.


Menghela nafasnya, Irmawati begitu takut kalau saja ia mengatakan sesuatu dan Laila langsung menjawabnya dengan omongan pedas perempuan itu.


Tapi dia tidak punya pilihan lain selain mengarang cerita untuk menghindari Rizal semakin membencinya.


"Laila, Ibu sangat menyesal karena kamu harus mengetahui fakta bahwa kamu hanyalah seorang anak yang Ibu pungut karena kedua orang tuamu membuangmu di jalanan.


Ibu juga minta maaf karena sudah berpura-pura tidak mengenalimu karena Ibu tidak mau kau kembali menjauhi ibu saat ibu mengakuimu di depan umum.


Ibu selalu sedih mengingat kejadian 5 tahun yang lalu dimana kamu berkata ingin memutuskan hubungan dengan ibu dan memilih pergi ke luar negeri bersama kekasihnya.


Tapi dari hati ibu yang paling dalam, ibu selalu menganggapmu sebagai anak ibu, dan semoga kamu tidak lagi malu mengakui ibu sebagai ibumu meskipun Ibu bukanlah Ibu kandungmu." Ucap Irmawati seolah perempuan itu berada di pihak yang telah ditindas oleh Laila.


Sementara Anita yang mendengar ucapan Irmawati, perempuan itu hanya tersenyum kecut dan merasa sangat jijik dengan setiap omongan Irmawati.

__ADS_1


Jelas di 5 tahun yang lalu dia mendengar percakapan keluarga itu di mana Irmawati dan mantan suaminya saling mengopor Laila satu sama lain.


Jadi mana mungkin Laila sendiri yang memutuskan hubungan keluarga mereka?


'Laila, Aku tidak percaya kalau kepintaran mu akan terbuang sia-sia.


Ayo, berbicaralah dan sangkal semua yang dikatakan oleh Irmawati!' gumam Anita merasa sangat tidak sabar di tempatnya.


"Benar, 5 tahun yang lalu aku sudah memutuskan hubungan denganmu jadi berhentilah menganggap dirimu sebagai ibuku.


Jadi Tuan Rizal, Anda tidak perlu berbuat terlalu baik pada saya, karena sebenarnya kita sama sekali tidak memiliki hubungan apapun." Ucap Laila masih dengan wajah tenangnya.


Jawaban Laila membuat Irmawati merasa sangat senang.


'Perempuan yang bodoh kemah pantas saja dia hanya menjadi seorang pelayan!' gumam Irmawati.


Tapi berbeda dengan Anita, perempuan itu ingin sekali memaki Laila atas kebodohan Laila.


"Laila, aku rasa tidak sepantasnya kau menutupi kejahatannya.


5 tahun yang lalu, aku jelas melihatmu-"


"Melihat apa?!" Langsung potong Laila membuat Anita terdiam.

__ADS_1


Perempuan itu baru sadar bahwa jika dia mengakui melihat Laila keguguran, maka dia pun akan mendapat musibah atas peristiwa itu.


Kenyataan bahwa dia tidak menolong Laila akan membuat ayahnya semakin bersimpati pada Laila.


"Aku melihat bagaimana kau sangat menyayangi ibu dan ayahmu jadi mana mungkin kau memutus hubungan dengan mereka?" Ucap Anita membuat Irmawati kembali lagi menggertakkan giginya.


'Anak licik ini! Tidak bisakah dia membiarkanku kali ini?' gumam Irmawati.


"Ya,, apa yang kau katakan juga benar." Jawab Laila dengan enteng.


Melihat bagaimana Laila terus membenarkan ucapan Irmawati dan juga membenarkan ucapan Anita, Rizal menjadi curiga bahwa perempuan di depannya sedang ditekan oleh istri dan putrinya.


Bagaimana tidak, pernyataan Irmawati dan pernyataan Anita jelas saling berontak satu sama lain.


Tapi Laila membenarkan kedua pernyataan itu.


"Jadi tuan Rizal, Saya hanya ingin mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh istri Tuan dan juga anak Tuan, semuanya itu benar.


Jadi sepertinya tujuan dari pertemuan kita sudah tercapai.


Saya permisi." Ucap Laila lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan senyum kemenangan.


Dengan begini, ia menuntun Rizal untuk mencari tahu kebenaran pada 5 tahun yang lalu supaya pria itu bisa memilih apakah dia akan menjadi musuhnya atau tetap menjadi orang baik.

__ADS_1


Dengan begitu, Laila bisa memutuskan apakah dia perlu menghancurkan ketiga orang itu secara serempak ataukah mencoret Rizal dari balas dendamnya.


__ADS_2