Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 99. Dia menyayangimu


__ADS_3

"Silahkan," ucap pelayan yang baru saja datang membawa dua kotak pizza yang dipesan oleh Samudra dan Laila.


Duduk memegang tangan ibunya, Andra sesekali menoleh kearah gadis kecil di sampingnya yang selalu terlihat ceria sambil berbincang-bincang dengan Samudra.


"Aku suka pizza, beri aku sepotong!" Seru gadis kecil itu disambut oleh Angkasa yang langsung mengambil sepotong pizza dan meletakkannya di piring Sarah.


"Aku memanjakan anak perempuanku, tapi anak laki-laki, jika kami memilikinya nanti harus dididik dengan keras." Kata Angkasa.


Dia sudah banyak bekerja sama dengan Samudra dan menemui bahwa pria itu memegang aturan di mana yang lebih tua didahulukan sementara yang lebih dulu harus mengalah.


Sementara dia memegang aturan dimana perempuan harus didahulukan, apa lagi jika perempuan itu lebih muda.


Maka Angkasa tidak mau jika Samudra dan keluarganya berpikir buruk pada putrinya, padahal memang didikannya sudah seperti itu.


"Kau benar-benar mendidiknya dengan baik, aku jadi kasihan pada lelaki akan menjadi calon menantu mu kelak." Kata Samudra tersenyum lalu mulai melayani Laila dan Andra.


"Aku pikir, akan sangat baik kalau kita menjadi besan." Ucap Angkasa langsung di tatap tajam oleh Andra seolah pria kecil itu sudah menolak sebelum dijodohkan.


"Hahaha,,, anakmu begitu terus terang. Apakah dia sudah mengerti?" Tanya Angkasa.


"Ya, dia terlahir dengan kepintaran diatas rata-rata." Jawab Samudra.


"Benarkah, kalau begitu dia sangat cocok menghadapi putriku yang manja. Hei pria kecil, kenapa kau tidak mau dijodohkan dengan Putri ku?" Tanya Angkasa pada Andra.


Masih menatap tajam Angkasa, Andra kemudian mengalihkan perhatiannya pada gadis kecil yang makan dengan berantakan.

__ADS_1


"Jangan membahas itu. Aku tidak mau anakku dijodohkan." Ucap Laila pada Angkasa lalu melihat Andra.


"Sayang, makanlah makananmu." Katanya pada Andra.


"Sayang sekali istrimu tidak merestui kita menjadi besan." Ucap Angkasa meski wajahnya tidak menunjukkan kekecewaan.


"Aku juga tidak mau punya besan sepertimu." Ucap Samudra sebelum mengambil potongan pizzanya dan melahapnya.


"Hahaha,,,, ini pertama kalinya seseorang menolakku menjadi besannya." Tawa Angkasa.


"Ayah, berhenti tertawa di depan makanan." Tegur Sarah kemudian.


"Baiklah sayang. Cepat habiskan makananmu. Kita harus menjemput ibumu setelah makan siang kita selesai." Ucap Angkasa.


Menatap perempuan yang terlihat jorok dengan makanan memenuhi baju dan wajahnya, Andra hanya bisa membuang muka dan mencuci mata saat memandang kecantikan mamanya.


"Dia tidak tidak suka melihat gadis yang-"


"Jangan mengomentari putriku! Dia masih kecil, jadi tidak perlu menyuruhnya bersikap layaknya putri dewasa." Ucap Angkasa membela putrinya membuat Layla mengedipkan matanya dengan cara pria didepannya membesarkan anaknya.


Jika terus seperti itu, anak kecil itu akan menjadi sangat manja dan terus bergantung pada orang-orang di sekitarnya.


"Kau! Jangan membentak istriku! Dia hanya mengatakan pendapatnya!" Ucap Samudra membuat dua pria itu saling menatap tajam dengan kilatan di tengah tatapan mereka.


"Kalian harusnya malu, bertingkah kekanakan di depan anak-anak!" Komentar Laila menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Andra sayangku, bantulah Adik Sarah membersihkan wajahnya." Ucap Laila memberikan selembar tisu basah pada Andra.


Terlihat Andra sangat enggan, tapi melihat wajah memohon mamanya, Andra akhirnya mengiyakan permintaan Laila dan berbalik mengelap wajah Sarah yang belepotan.


"Lihat kan, dia selalu ceria. Ini berkat didikan ku yang sangat baik!" Ucap Angkasa merasa sangat puas.


"Terima kasih Kakak Andra. Aku sayang Kakak!" Ucap Sarah langsung memeluk Andra setelah wajahnya selesai dibersihkan.


Dipeluk oleh gadis kecil yang merepotkan itu, Andra Langsung memperlihatkan wajah memelasnya pada Laila.


Pria kecil itu seolah memohon supaya ia dijauhkan dari Sarah.


"Dia menyayangimu." Ucap Laila merasa sangat senang karena akhirnya Andra mulai bisa berinteraksi dengan orang-orang luar.


Itu merupakan kemajuan yang sangat besar!


Laila mengambil ponselnya dan mengambil potret gadis kecil dan pria kecil yang sedang berpelukan sambil bertatapan.


Yang satu tersenyum ceria sementara yang lain memperlihatkan wajah datarnya tanpa emosi.


@Interaksi



Maaf ya, otor ngetiknya nyicil, karena sekarang lagi banyak sibuk, diantaranya sibuk bermimpi indah dan menghabiskan makanan.😂

__ADS_1


__ADS_2