
Di dalam sebuah mobil mewah yang terparkir di basement hotel, 2 pria yang sedang fokus pada ponsel tiba-tiba saja mengeryit dan mempertajam tatapan mereka pada layar ponsel.
Meski ponsel itu dapat merekam gambar, namun tidak bisa merekam suara.
Terlihat 7 orang pria datang, entah membicarakan apa lalu ke-7 pria itu duduk bersama Laila.
Andra dengan wajah geramnya langsung menatap ayahnya seolah mengisyaratkan pada pria itu untuk melakukan sesuatu!
Cepat! Jangan menunda lagi!
"Jangan gegabah." Ucap Samudra maski pria itu juga sudah tidak tahan dengan situasi di sana.
Tidak beranjak dari tempatnya, kedua pria itu kembali memantau layar ponsel.
Kamera sangat tenang, artinya Laila tidak melakukan pergerakan apapun yang menandakan perempuan itu gelisah.
Namun, saat melihat beberapa pria itu menampakan tatapan ingin memakan Laila, urat-urat Samudra bagai ditarik kencang hingga muncul dipermukaan kulitnya.
Menggertakkan giginya, Samudra berada dalam kegelisahannya.
Kalau dia tidak pergi, mungkin saja perempuannya akan dilecehkan.
Tapi kalau dia pergi sekarang, pesta itu akan menjadi berantakan dan mungkin saja Laila akan memarahinya!
Menahan diri menatap layar ponsel, tiba-tiba sebuah pesan muncul di layar atas ponsel.
Laila... 'Jangan kuwatir, aku bisa menangani mereka.'
Setelah membaca pesan itu, Andra terlihat tersenyum dan tidak khawatir lagi.
__ADS_1
"Kenapa kau tersenyum? Apa kau sepercaya itu pada mamamu?" Tanya Samudra tidak dihiraukan oleh Andra.
Melihat ketenangan putranya, Samudra merasa kalah pada anaknya sendiri.
'Bagaimana bisa Andra begitu tenang dan begitu percaya kalau Laila bisa menangani ke-7 pria mesum itu?
'Bagaimana kalau,,' Samudra berhenti berpikir saat tiba-tiba saja di layar ponsel yang dipegang Andra, ke 7 Pria kini tertawa hangat dan mulai memberi hormat pada Laila.
Andra Langsung menatap ayahnya seolah menghina pria itu.
'Lihat bukan?! Mamaku bisa melakukannya!' kira-kira itulah yang diucapkan oleh Andra.
"Baiklah!" Ucap Samudra menjauhkan kepalanya dari Andra meski dalam hatinya, ia kini terbakar cemburu sebab 7 Pria itu begitu cepat menarik perhatian Laila.
Sementara dia? Dulunya tidak secepat itu.
'Sial!' gerutunya dalam hati.
"Senior, maafkan kami. Kami sudah lancang!" Ucap sala seorang pria yang berkali-kali membungkuk pada Laila.
Mereka bertujuh hanya melihat tanda kecil di peluit yang digantung di ponsel Laila dan langsung mengenali tanda itu.
Tanda yang hanya dimiliki oleh anggota utama distrik G!
Kalaupun Laila bukan anggota utama di distrik G, maka perempuan itu seharusnya memiliki hubungan yang dekat dengan salah satu orang dari sana.
"Jadi, bukankah kalian perlu menjelaskan sesuatu?" Tanyalah pada ke-7 pria itu meski dia sudah menduga siapa pelaku utama dibalik munculnya ke-7 pria itu.
"Ahh, Senior, sebelumnya kami minta maaf, tapi kondisi keuangan di kelompok kami sangat menipis.
__ADS_1
Jadi kami mau tidak mau harus menerima pekerjaan kecil seperti ini.
Tapi,, kalau dari awal kami tahu perempuan yang dimaksud itu adalah Senior, kami pasti tidak berani menerima pekerjaan ini!
Sungguh!"
"Benar,, justru, jika kami tahu kalau perempuan itu adalah senior, kami pasti akan mencegah bencana ini terjadi!" Ke-7 pria itu satu persatu berusaha membela diri di depan Laila.
"Jadi, siapa orangnya?" Tanya Laila.
"Itu, perempuan muda yang merupakan pemilik pesta ini."
"Benar! Ahh,, itu dia!" Ucap salah seorang menunjuk wanita yang kini berjalan bersama Rama untuk menghampiri Rizal dan Irmawati.
'Anita, Rama, jadi dia bermaksud mengulangi kejadian 5 tahun lalu?
Lihat bagaimana aku membalas kalian berdua!' Gumam Laila tersenyum jaim lalu kembali menoleh ke ke-7 Pria yang duduk bersamanya.
"Aku butuh bantuan kalian!" Ucap Laila langsung diiyakan meski ke-7 pria itu belum tahu Laila mau memerintahkan apa.
@Interaksi
Redernya lebih jahat lagi, udah dikasih 4 bab sehari, masih juga protes,,,๐๐๐
Maunya berapa sih?
Oh,, maunya dibuatin film ya?
__ADS_1
Hehe,, doain ya,, biar MT/NT berkenan๐๐คญ