Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 59. Penghiburan dari dua pria


__ADS_3

"Apa alasanmu?" Tanya Samudra memotong ucapan Laila. Perasaannya tidak karuan.


"Karena, noda masa lalu yang tidak bisa ak-"


"Masa kalau? Apa kau berbicara tentang Andra? Karena aku memiliki anak di luar nikah?" Tanya Samudra membuat Laila menjadi marah.


"Jangan pernah mengatakan Andra sebagai noda kelam!


Jelas dia anak yang sangat baik dan menggemaskan!" Ucapnya dengan nada tinggi.


"Kalau kau berpikir begitu, maka aku tidak akan membantah.


Tapi,, kau tahu, aku tidak memandangmu dari masa lalu, karena apa yang akan kita lalui adalah masa depan, bukan tentang masa lalu." Uacp Samudra.


Laila menyipitkan matanya "Bahkan jika masa laluku sangat mengerikan hingga aku pun tidak sanggup menerima masa laluku sendiri?" Tanya Laila dengan mata memerah.


Entah kenapa, ia terlalu emosional setiap kali membahas masa lalunya.


Tapi kemudian, Laila terkejut saat Andra malah berdiri dan memeluknya dengan erat.


"Menagislah,, biarkan air matamu berbicara " ucap Samudra.


Laila jelas bukan orang yang akan menangis begitu mudah, tapi entah kenapa, saat itu air matanya tidak bisa dibendung.


Tanpa rasa malu, Laila akhirnya menangis di pelukan Samudra.

__ADS_1


Itu pertama kalinya sejak 5 tahun terakhir seseorang memeluknya begitu hangat dan menerima masa lalunya yang kelam.


Meski Samudra belum mengetahuinya.


"Hiks,, hiks,, 5 tahun yang lalu aku selalu berharap ada seseorang yang menguatkan ku seperti ini.


Tapi saat itu,, hikss, hiks,, semua orang yang kukenal malah meninggalkanku." Laila terisak keras saat kejadian 5 tahun yang lalu kembali di benaknya.


Dimana seluruh dunia meninggalkannya.


"Maaf,, maaf,, harusnya aku mengenalmu lebih awal. Maaf karena aku terlambat." Ucap Samudra penuh penyesalan.


"Hiks,, pria itu,, pria di malam itu,, hiks,, aku tidak mengenalnya!


Aku tidak mengingatnya, tapi dia,, dia sudah menghancurkan hidupku!" Isak Laila sambil menarik kuat kemeja Samudra.


Jadi kumohon, jangan memikirkannya lagi. Jangan menjauhiku karena alasan masa lalumu.


Aku menerima semuanya." Samudra mempererat pelukan Laila sebelum mengangkat perempuan itu lalu mereka duduk berpangkuan di kursi kerja Samudra.


Berada dalam pelukan Samudra, Laila merasa lebih baik dan perlahan berhenti menangis meski ia masih sesenggukan karena kesulitan mengatur nafasnya.


Samudra berusaha menenangkan perempuan itu saat ia melihat pintu ruang kerja sedikit terbuka lalu seorang pria kecil memasuki ruangan.


Andra sangat terkejut melihat Laila berada di pangkuan ayahnya, apalagi perempuan kesayangannya itu sedang sesegukan dengan mata bengkak.

__ADS_1


Berada dalam keterkejutannya, Andra terdiam menatap dua orang itu.


"Andra, kemari dan hibur tantemu, dia sedang bersedih." Ucap Samudra pada putranya membuat Layla langsung mengangkat wajahnya.


Dilihatnya, pria kecil dengan wajah cemas di yang hampir menangis.


"Sayang," Laila langsung turun dari pangkuan Samudra dan memeluk pria kecil itu dengan erat.


"Terima kasih sayang," katanya tak bisa membendung perasaan bahagia karena kini ia memiliki orang-orang yang selalu mencemaskannya.


"Aku menyayangimu,, aku sayang sama Andra!" Lagi kata Laila kini menangis bahagia.


"Andra, hibur tantemu," ucap Samudra saat ia melihat putranya sedang menatap ke arahnya seolah menyalahkan dirinya.


Mendengar ucapan ayahnya, Andra kemudian melingkarkan tangan mungilnya di sekeliling Laila dan mengelus pelan punggung perempuan itu.


Tapi dalam hatinya, ia masih bertanya-tanya apa yang membuat Layla begitu sedih hingga menangis.


Dan lagi, orang terkahir yang bersama Laila adalah ayahnya!


Sementara Samudra, pria itu duduk di penuhi kehangatan melihat anak dan ibu yang sudah lama terpisah kini sedang berbagi kekuatan.


@Interaksi


__ADS_1


Dapat Cuan 100 dollar😁😁🤭


__ADS_2