
Irmawati menggertakkan giginya melihat perempuan yang selalu merendahkannya, ia mengepal tangannya berusaha menekan amarahnya.
"Ayahmu sudah mengundang Laila ke pesta ulang tahunnya.
Dan aku memiliki rencana untuk menjatuhkannya di pesta ulang tahun ayahmu.
Tapi, kalau kau tidak bersedia membantuku, maka lupakan saja tentang balas dendammu pada Laila." Ucap Irmawati menghela nafas hendak keluar dari kamar Anita saat perempuan yang duduk di atas ranjang akhirnya berubah pikiran.
'Hm, aku bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjebak mereka berdua supaya dipermalukan di pesta ulang tahun itu.' gumam Anita.
"Tunggu, apa rencanamu?" Tanya Anita membuat Irmawati tersenyum lalu berbalik menatap perempuan yang kini terlihat serius.
"Ayahmu membelikanku sebuah ponsel baru, ponsel itu sangat mahal dan beberapa berlian menghiasi pinggirnya.
Bagaimana menurutmu jika ponsel itu hilang di pesta ulang tahun ayahmu dan ternyata ditemukan di tas Laila?" Ucap Irmawati sambil tersenyum bangga dengan idenya.
"Menarik, lalu, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Anita.
"Gampang, aku akan mengalihkan perhatian Laila lalu kau mengambil ponselku dan meletakkannya di dalam tasnya.
Bagaimana? Mudah bukan?" Tanya Irmawati.
"Baiklah, aku setuju." Ucap Anita melengkungkan bibirnya.
'Lihat saja, di hari kau menjebak anakmu sendiri, aku akan membongkar bahwa kau dan Laila adalah dua orang yang memiliki hubungan darah!
Semua orang akan mengecap mu sebagai perempuan yang sudah membuat anak kandungnya demi nama dan jabatan!' gumam Anita tersenyum puas.
Irmawati tersenyum puas dengan jawaban Anita.
"Kalau begitu, kita sudah sepakat. Aku akan meninggalkanmu." Ucap Irmawati langsung meninggalkan kamar Anita dan menutup pintu di belakangnya.
....
__ADS_1
Di kediaman Samudra, kedua tetua baru saja tiba karena Laila dan Samudra memiliki urusan di kantor hingga mereka meminta tolong pada kedua Tetua untuk menemani Andra di rumah.
"Cucuku sayang!!!" Weleni langsung memeluk cucunya dengan hati berbunga-bunga.
Sungguh!
Setelah Laila datang di keluarga mereka, cucu mereka menjadi lebih hangat, lebih perhatian dan terutama sekarang pria kecil itu tidak kaku lagi saat bersama dengan kedua Tetua.
"Kakek dan Nenek membawa ini untukmu" ucap Silas menyerahkan sebuah bingkisan pada Andra.
Mengambil bingkisan itu, Andra tersenyum pada kakeknya sebelum membuka kadonya.
Sebuah mainan figure Ultraman Spacium Ray Premium Grade.
Sebuah mainan yang dibuat dengan tangan dan hanya terdapat 50 buah di dunia.
Harga per mainan adalah 60 juta.
"Nenek dan kakek tidak tahu mainan apa yang kau sukai, jadi kami memilih salah satu mainan terbaik menurut survei.
Menjawab pertanyaan neneknya, Andra mengangguk sambil tersenyum lalu meraih catatan kecil dan pulpen yang selalu disediakan di atas meja.
AKU AKAN MEMAJANGNYA DI DALAM KAMARKU tulis Andra pada kertasnya.
Membaca tulisan Andra, Silas menjadi tampak kecewa karena cucunya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya.
Mana ada anak-anak berumur 5 tahun yang memiliki pikiran untuk memajang sebuah mainan, bukannya memaininya.
Bukankah cucu mereka terlalu cepat dewasa?
"Benarkah? Tapi-"
"Baiklah, ayo pergi ke kamarmu dan memajangnya di sana.
__ADS_1
Nenek akan membantumu memilih sudut pandang yang tepat." Ucap Weleni memotong ucapan suaminya.
Suatu kemajuan yang sangat besar jika cucu mereka mau menerima hadiah dari mereka, jadi mana mungkin ia membiarkan suaminya merusak mood cucu mereka.
Memasuki kamarnya, Andra Langsung berjalan ke sebuah meja di mana fotonya dan Laila diletakkan.
Pria kecil itu kemudian menaruh mainannya di samping foto.
"Cucuku sayang, mainannya tidak terlalu tepat diletakkan di situ bagaimana kalau kita meletakkannya di sin-" Weleni menghentikan kata-katanya saat melihat sebuah foto lain.
Foto Andra dengan seorang anak kecil.
Saling berpelukan dan terlihat sangat dekat.
"Ini,, apa ini benar cucu kita?" Silas yang mengikuti istrinya langsung meraih foto itu dan melihatnya lebih dekat.
Sangat tidak dipercaya, cucu mereka kini bisa berinteraksi dengan orang luar!
"Sayang, kita harus berterima kasih pada Laila, dia,, dia membuat kemajuan yang sangat besar untuk cucu kita." Ucap Weleni merasa sangat haru.
Ketakutan terbesar mereka selama ini ialah cucu mereka yang kemungkinan besar tidak akan pernah berinteraksi dengan orang luar.
Tapi kini, mereka akhirnya bisa melepaskan kekuatiran besar itu.
Dan semuanya berkat Laila!
@Interaksi
Pendatang baru ya?
Selamat datang,, semoga betah.
__ADS_1
Tempat duduk sudah di disiapkan dibawah kolong ya, dan tolong hargai para senior yang lebih dulu di sini, mereka udah pada karatan+lumutan, intinya, kasihan!!! 😂😂🤭✌️