
Saat Kendra kembali ke kamar VIP, pria itu mengeryit melihat Melinda sudah berbaring di tempat tidur dan perempuan itu terlihat tidur dengan damai.
"Bagaiman bisa? Dia tidur secepat itu?!" Kendra tak percaya dengan penglihatannya.
Dan yang membuatnya terkejut bahwa wajah polos Melinda terlihat sangat damai dan tenang ketika dia tidur.
Kendra mendekati Melinda dan mendekatkan wajahnya untuk melihat Melinda dengan seksama.
"Sial..! Dia tampak cantik ketika tidur, terlihat seperti seorang bayi yang sangat polos. Tapi saat dia bangun dan berbicara, hah,,, bahkan matahari bisa tenggelam di jam 12 siang saat perempuan ini memarahinya!" Ucap Kendra yang tanpa sadar pria itu masih setia memandangi wajah polos Melinda.
Beberapa menit memandangi Melinda, akhirnya Kendra tersadar dan menjauhkan wajahnya dari perempuan itu.
"Apa yang kulakukan?! Untuk apa perempuan ini menarik perhatianku?! Tidak berguna..!" Ucap Kendra menjauh dari Melinda.
Mengertakan giginya, pria itu melemparkan tas kecil yang ia bawa ke atas meja dan duduk di sofa sembari menatap keluar jendela pesawat.
Baru beberapa detik mengalihkan perhatiannya ke luar jendela pesawat, Kendra tanpa sadar kembali menatap wajah Melinda yang terlihat polos dan damai dalam tidurnya.
Cukup lama Kendra memandangi wajah Melinda saat perempuan itu tiba-tiba saja merubah posisi tidurnya berbalik membelakangi Kendra..
"Kenapa dia membelakang?!" Ucap Kendra sembari berdiri dan berjalan keranjang di sebelah Melinda lalu duduk di pinggir ranjang sembari terus memandangi wajah Melinda.
"Dia benar-benar tidur dengan cantik..!"
"Tuan, kami mengantar makanan." Tiba-tiba suara seorang pramugari mengejutkannya.
__ADS_1
Saat itulah Kendra baru sadar kalau dia sedang duduk memandangi wajah perempuan yang sedang tidur itu.
Menggelengkan kepalanya, Kendra lalu melihat pada sang pramugari.
"Letakkan saja di atas meja." Ucap Kendra sebelum pria itu naik ke tempat tidur dan membungkus dirinya untuk tidur sembari membelakangi Melinda.
'Sabar, setelah pesawatnya mendarat aku bisa terbebas dari perempuan itu!' gumamnya berusaha memejamkan matanya.
Tapi kemudian, secara tanpa sadar ia kembali berbalik memandang wajah Melinda.
Sementara di tempat lain, Laila sedang berbaring bersama Andra di atas tempat tidur dengan Samudra duduk di ruangan itu sembari memainkan pikiran dan jarinya di atas keyboard komputer.
"Mama, apa yang kita lakukan saat berlibur?" Tanya Anda secara tiba-tiba.
"Apakah menunggang kuda bisa aku lakukan bersama mama?" Tanya Andra.
"Tentu saja, Mama tidak tahu caranya menunggang kuda, Tapi kau bisa menjaga Mama." Ucap Laila membuat Andra tersenyum kesenangan.
Bisa menjadi penjaga mamanya adalah sesuatu yang sangat ia impikan.
"Kalau begitu, kita akan menunggang kuda." Ucap Andra.
"Baiklah syaang, sekarang ayo tidur." Ucap Laila lalu keduanya tidur bersama-sama.
Setelah Samudra menyelesaikan pekerjaannya, pria itu menatap ke tempat tidur di mana dua orang sedang terlelap dalam tidur mereka.
__ADS_1
Samudra lalu mendekati tempat tidur itu dan mengangkat Laila untuk memindahkannya ke salah satu tempat tidur di ruangan itu.
"Hmm?" Laila membuka matanya saat merasakan dirinya diangkat oleh Samudra.
"Ssstt!" Ucap Samudra membaringkan Laila di tempat tidur sebelum mengatur selimut untuk menyelimuti mereka berdua.
"Andra akan marah kalau dia bangun dan melihatku berada disini." Ucap Laila yang kuatir jika saja Andra semakin membenci ayahnya.
"Tapi aku merindukanmu." Ucap Samudra memeluk erat Laila dan melingkarkan kakinya layaknya ular yang membelit mangsanya.
"Sudah berhari-hari aku tidak pernah memelukmu seperti ini karena Andra terus bersamamu. Bahkan di rumah sakit Aku tidak bebas menyentuh istriku sendiri.
Lalu, saat kau keluar dari rumah sakit, aku tidak bisa memindahkanmu dari kamar Andra karena takut traumanya kembali kambuh saat di tengah malam tidak melihatmu." Ucap Samudra dipenuhi kerinduannya memanjakan istrinya.
"Kau tidak boleh cemburu seperti itu pada Andra, dia masih kecil, belum tahu apapun." Ucap Laila ditutup sebuah ciuman hangat untuk Samudra.
Karena sebenarnya, dia juga merindukan waktu tidur bersama suaminya, tapi di sisi lain, ia memiliki putra yang harus diperhatikan.
@Interaksi
Kamu pikir otor ini tukang caper?
Maaf ya, meski gak cari perhatian pun otor udah dapat banyak perhatian. Malah udah bosan kelezzz! 👀
__ADS_1