Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 140. Kendra kembali


__ADS_3

Laila yang baru menutup pintu saat makanan yang dipesan oleh Rizal tiba dibawa oleh pelayan.


"Ayah, kita harus melakukan tes DNA, karena aku yakin, sebenarnya perempuan itu benar-benar ibu kandung Laila!" Ucap Anita yang tidak menerima jika tidak tercapai.


"Tenanglah, kita bahas itu nanti," ucap Rizal.


"Tapi Ay-"


"Jangan bicara lagi, cepat makan makananmu lalu kita kembali ke rumah." Jawab Rizal membuat Anita menjadi sangat kesal.


Sambil menggerutu dalam hatinya dan menikmati makanan yang disediakan di depannya, Irmawati tersenyum sepanjang waktu sembari melayani Rizal.


'Perempuan sialan!! Aku tidak akan membiarkanmu lolos dari tes DNA. Pokoknya aku akan mendesak Ayah supaya mau melakukan tes DNA itu agar kebusukanmu terbongkar!' gumam Anita.


"Anita makanlah," ucap Rizal saat melihat putrinya hanya memainkan makanan yang ada di piringnya.


"Tidak! Aku tidak akan pernah makan, bahkan meminum seteguk air pun tidak sampai Ayah mau melakukan tes DNA!" Ucap Anita mengancam Rizal.


"Ayah sudah melakukannya. Orang suruhan Ayah yang menjemput Laila tadi sudah mengambil helai rambut Laila untuk menjadi sampel." Jawab Rizal.


"Benarkah? Kalau begitu, tes DNA nya harus selesai dengan cepat supaya kebenaran bisa terungkap dan kita bisa mengusir seorang penjahat dari rumah kita!" Ucap Anita tersenyum merendahkan melihat Rismawati yang sedang menikmati makanannya seolah tidak ada peristiwa apa pun yang mengancamnya.

__ADS_1


"Makanan ini enak. Mengapa kau tidak mencobanya?" Ucap Irmawati yang masih sibuk memotong daging di piringnya.


"Ck,, masih bisa bertingkah! Oya Ayah, kamu harus memastikan supaya tidak ada satupun orang yang menyentuh tes DNA itu apalagi sampai merubah hasilnya!" Ucap wanita yang terlalu kuatir jika saja Irmawati mensabotase hasil tes DNA itu.


"Baiklah baik, ayah akan mengikuti seluruh permintaanmu, jadi habiskan makananmu supaya kita bisa pulang dengan cepat." Ucap Rizal membuat Anita kembali tersenyum.


Tapi Anita tidak tahu saja kalau Irmawati sedang menertawakan kebodohan Anita.


'Perempuan bodoh, kau akan tertampar dengan hasil tes DNA itu.


Dan aku akan menggunakan hasil tes DNA itu untuk membuat ayahmu semakin jatuh ke dalam pelukanku dan perlahan-lahan hilang kepercayaan pada putrinya yang tak berguna!' Gumam Irmawati sembari mengingat kejadian 20 tahun yang lalu dimana ia melahirkan bayi yang meninggal lalu menukarnya dengan bayi orang lain yang kemudian ia namai sebagai Laila.


Keluar dari restoran, Laila menaiki mobilnya dan menyetir keperusahaan Samudra.


Tiba di ruangan Samudra, Laila langsung di sambut seorang pria kecil yang sudah gelisah menunggu Laila.


Takut sekali bila saja Laila tidak datang menjemputnya kembali.


"Sayangku, Apakah Mama pergi terlalu lama?


Apakah kesayanganku menjadi bosan menunggu?" Ucap Laila pada Andra.

__ADS_1


Menggelengkan kepalanya, Andra menjawab "Tidak.".


"Baguslah, kalau begitu kita akan kembali dan makan siang di kantor mama." Ucap Laila dijawab sebuah tatapan tajam dari seorang pria yang sedang mengerjakan berkas-berkasnya di meja kerjanya.


Laila melihat kearah Samudra "Aku pikirpekerjaanmu terlalu banyak, jadi aku dan Andra tidak akan mengganggumu.


Tapi,, apa kau sudah makan?" Tanya Laila melihat kearah meja di mana makanan yang tadi ia bawakan untuk Samudra ternyata tidak berpindah tempat.


"Ayo makan bersama." Ucap Samudra meletakkan berkas-berkasnya lalu mendekati kedua orang yang sedang menatapnya dan menarik mereka ke ruang tersembunyi di ruang kerja Samudra.


Namun belum saja Samudra membuka pintu saat pintu ruangannya tiba-tiba terbuka.


Ketiga orang itu langsung menoleh bersamaan kearah pintu dan melihat Silas bersama Weleni datang tergesa-gesa.


Lebih parahnya lagi, seorang pria mengikut di belakang mereka.


Dan tatapan ketiga orang itu langsung tertuju pada rambut Kendra yang semula di pirang kini telah dipotong pendek hingga semua pirangnya terlepas.


"Oh, kakak! Keponakan Paman tersayang! Dan Kakak iparku yang paling cantik," Kendra langsung berlari mendahului ayahnya dan ibunya serasa pria itu baru saja terlepas dari mimpi buruknya setelah melihat keluarga kecil yang terdiri dari 3 orang itu.


Lebih baik disiksa oleh ketiga orang itu daripada disiksa oleh ibu dan ayahnya!

__ADS_1


__ADS_2